Karena Terkadang, Setiap Kita Adalah Dasamuka



Tiba-tiba teringat pada sebuah penggalan bait monolog yang kurang lebih bunyinya begini, "All the world's a stage, and all the men and women merely players: they have their exits and their entrances; and one man in his time plays many parts..." (Jaques - As You Like It, Act II/Scene 7, p139–42 - Shakespeare, W).

Entah bagaimana yang sebenarnya kata-kata tersebut harus diartikan, namun apa yang dituangkan William didalamnya memang sangat mudah dimengerti. Dan mari coba kita bandingkan dengan renyahnya bait lagu yang lebih sering kita kenal "... Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani, Setiap kita dapat satu peranan, Yang harus kita mainkan, Ada peran wajar dan ada peran berpura pura".

Secara sederhana, saya hanya ingin sedikit berbagi pertanyaan. Mana yang seharusnya kita sedang berpura-pura, dan mana yang seharusnya kita menjadi tidak dalam wujud dasamuka. Anggap saja jika untuk cerita kali ini, Dasamuka sedang tidak ada urusan dengan Rama karena kasus penculikan Sinta yang menggemparkan itu. Mari kita buat cerita baru dengan menganggap bahwa Dasamuka sedang murung dan memikirkan dirinya sendiri. Bagaimana jika sang raja yang selalu dinobatkan atas peran dengan perangai kontra-positif ini benar-benar dalam kegundahan memikirkan peran mana yang sebenarnya adalah jiwa An-Sich dirinya.

Ah, sudahlah.. Tidak semua wayang berlaku seperti demikian. Sosok Arimbi yang sejatinya bukanlah persona dengan kulit kuning langsat lemah gemulai-pun 'ditakdirkan' oleh Mahabharata sebagai pendamping setia Arjuna yang dengan ke-tidak-gagahannya itu selalu ada dalam tampuk kemenangan sandiwara. Atau mungkin, setiap wayang sebenarnya sedang tidak puas dengan Lakon-lakon yang didalamnya disebut namanya. Hanya Tuhan dan pengarang cerita itu yang tahu.

Jika beberapa waktu yang lalu sempat saya berjanji atas sebuah suguhan makan malam, mungkin inilah sedikit sajian dongeng setelah makan malam. Pengantar menjelang tidur yang didalamnya kita tidak seharusnya benar-benar tertidur. Mohon maaf dan terimakasih.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

Hak cipta gambar "David Boss Abby Jones" ada pada austin360.com

[+/-] Selengkapnya...

Google Page Creator : Sudah Di Ujung Tanduk



Tulisan ini tidak lepas dari apa yang pernah saya sampaikan sekitar hampir satu setengah tahun yang lalu tentang berakhirnya layanan Google Page Creator. Satu atau dua solusi pernah coba kita cari dan beberapa solusi itu mungkin ada yang cukup melegakan. Tapi ternyata, satu jalan menuju Roma tidak cukup. Masih ada banyak cara yang kita bisa ambil. Termasuk salah satunya adalah solusi migrasi yang ditawarkan Google [Blogger]. Sederhananya, ini adalah berita gembira, namun sekaligus peringatan terakhir sebelum file kawan-kawan yang berada di PageCreator benar-benar hilang nantinya.

Seribu maaf saya sampaikan karena saya tidak menyampaikan cara-cara migrasi secara detil disini. Tapi semoga rujukan yang dibuat Google di halaman ini, sudah sangat jelas dan dapat diaplikasikan langsung oleh kawan-kawan.

Kawan-kawan pengguna blogger (blogspot), yang belum melakukan migrasi (bila memang sempat menggunakan Google PageCreator) tentu mendapati semacam 'peringatan' di halaman Dashboard akun Blogger untuk segera melakukan migrasi.


Tapi hal ini sama sekali tidak perlu dikhawatirkan, karena sebuah alat-bantu bernama Template Fixer akan membantu kita untuk menemukan Blog-blog mana saja yang masih mempunyai 'hubungan' (mempunyai file yang berada) dengan Google PageCreator.



Dari sini, tentu saja setelah kawan-kawan login ke akun Google masing-masing, kita hanya perlu melakukan update referensi alamat baru dari source yang semula di Google PageCreator, ke tempat baru yaitu di Google Sites. Maka, semoga, semua sekam persoalan hosting file untuk blogger yang selama ini masih terombang-ambing bisa terselesaikan.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.


Hak cipta gambar "DEAD-END" ada pada funny-potato.com

[+/-] Selengkapnya...

Indonesia Go Open Source



Berat rasanya jika harus mengakui bahwa sebenarnya kita tidak sedang hidup di tempat yang padanya 'understand first, act then' dijalankan dengan benar.. bahkan juga tidak sepenuhnya dengan baik. Ah, tapi sudahlah.. kalimat diatas boleh saja hanya disikapi semacam makanan pembuka dengan rasa ala kadarnya dan tidak begitu penting karena sebenarnya yang diharap segera kedatangannya adalah makanan utama hidangan makan (pagi, siang atau malam) ini. Tapi berhubung catatan ini ringan-ringan saja, maka mungkin sebenarnya tulisan kali ini hanya seperti singkatnya makan siang kita biasanya.

Jika harus menjawab apa 'motivasi' penulisan, maka saya tidak pernah lupa pada pertanyaan seorang kawan, (capt.) Ketut Riasmaja, lebih dari satu tahun yang lalu tentang "Kenapa OpenSource, Kang?" . Satu tahun lebih, dan jawaban itu, sampai saat ini masih bisa diperlebar kemanapun arahnya, terlebih jika subjek pembicaraannya adalah manusia Indonesia termasuk saya, Anda dan kita semua.

Dan jika harus menjawab apa 'pemicu' publikasi ini, maka jawabnya adalah kekurangpahaman saya pada suatu hari atas 'status' seseorang di facebok.com, yaitu "MOZILLA FIREF**K !!". Kita semua tahu bahwa dua tanda bintang tersebut mewakilkan kata "MOZILLA FIREFUCK !!" dengan sedikit sensor. Sasarannya sudah barang tentu Browser keluaran Mozilla yaitu Firefox. Lalu, apa yang salah dari Foxy sampai harus diacungi jari tengah seperti ini?. Foxy, (seperti kita tahu) free, open, bahkan faster than all other FUCKING browsers :p (sorry, it's a blog, so i don't need to censor it, right?!). Nah, jadi... ini berarti murni karena saya yang terlalu bodoh saja.

Catatan kecil berikut sebenarnya (ternyata) adalah satu dari sekian lebar jawaban atas pertanyaan diatas. Dan kali ini, permasalahan 'harga' legalitas saya pilih sebagai kambing hitam yang (maaf sekali) patut dipersalahkan khusus untuk pendapat-pendapat itu. Tulisan pendek ini, sebelumnya pernah tersimpan di komputer saya sebagai persiapan untuk kegiatan semacam kompetisi menulis tentang IGOS oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI beberapa waktu lalu. Namun tidak jadi saya kirimkan karena beberapa hal, yang salah satunya mungkin karena saya terlalu pengecut untuk 'membisikkan isi pikiran' saya pada seorang Menteri. Tapi itu sudah tidak lagi penting, karena hari inilah mungkin saat bagi saya menebus kepengecutan itu.

Dan sebagai kemasannya, sudah pasti tidak saya salin sebagai bagian tulisan ini karena akan terlalu panjang. Kawan-kawan yang menginginkan bisa mendownloadnya sesuai dengan format yang diingikan. Satu hal lagi, jika ada yang menanyakan tentang keabsahan menggunakan format file yang saya bawakan berikut, maka jawabnya adalah "PDF, TXT atau bahkan DOC hanyalah sebuah format file. Tidak dibutuhkan lisensi untuk membuat file-file PDF, TXT atau DOC dan semua jenis OS bisa dengan mudah membuatnya. Jadi format file adalah OpenSource. Sedangkan predikat Non-OpenSource adalah jika file-file tersebut di'kunci' dengan perangkat tertentu, yang disebut DRM". Hal ini semata-mata hanya bentuk kecil kontribusi saya terhadap tulisan saya sendiri.

Maka, Selamat menikmati makan siang..

Download dalam format PDF, TXT, OpenOffice ODT, XPS atau MS-Office DOC.

”
Indonesia menuju perangkat lunak berbasis OpenSource. Sebuah nama singkat tapi sayangnya adalah cita-cita yang saat ini terasa terlampau tinggi. Tapi tingginya target yang seakan tidak mudah kita raih ini adalah akibat paradoksal dari ramai dan meningkatnya persaingan produsen PC atau perangkat-perangkat komputer pada umumnya yang bagi kita, Indonesia, negeri tercinta dengan serbuan pemain-pemain bisnis piranti ini terntu saja juga telah memiliki peran dalam meningkatnya kadar dilematis dalam menentukan apakah seharusnya dari sejak semula dikenalkan pada perangkat-perangkat lunak tertentu yang tidak melanggar peraturan secara hukum.


Download for further reading...

Ya, mungkin itulah sedikit bisa tersampaikan. Saya tahu kita pasti belum kenyang, tapi... masih ada 'makan malam', nanti jika waktunya tiba. Mohon maaf dan terimakasih.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

#PS :
  • Tulisan ini dipublikasi dari blogger.com bukan dari notes facebook.com
  • Saya sedikitpun tidak mengambil keuntungan dalam bentuk mata uang apapun atas terdownloadnya file-file diatas. File tersebut saya titipkan pada server Google yang sama sekali tidak menggunakan sistem Paid Per Click, Paid Per Download atau yang semacamnya

Hak cipta gambar "LINUX" ada pada motivasionalposteronline.blogpot.com

[+/-] Selengkapnya...

Baheula Mah...



Pagi menjelang siang di warung penjual rokok di bawah Angsana yang sudah sedikit ranggas di Bandung, seorang yang mungkin usianya tidak lebih tua dari (alm) kakek saya sedikit memecah pembicaraan kami yang sebelumnya bisa disebut cukup membosankan,
”Baheula mah jang,.. Bandung mah tiis, adem ah nikmat we lah... ari ayeuna mah.. keur mah panas,.. macet,.. jeung lieur rea jalan di jieun sa arah...
Tidak perlulah diterjemahkan, jika kurang mengerti, baca saja dan biarkan pengertian itu datang dengan sendirinya.

Hari yang lain, sudah sedikit gelap, beberapa saat setelah hujan yang membuat saya harus berhenti di warung kopi 'dadakan' di Jalan WR.Supratman Bandung selesai sudah membasahi jalan. Kali ini seorang yang mungkin usianya sedikit lebih tua dari ayah saya berkata dengan sedikit senyum 'asam' di tepi bibirnya,
”Baheula mah cep,.. motor teh sieun ku mobil. Ahh, ayeuna mah mobil nu sieun ku motor
Kalimat ini tidak meluncur begitu saja tanpa sebab. Sangat bisa dimaklumi bahwa tepat setelah hujan adalah waktu dimana jalan raya 'tiba-tiba' riuh karena pada saat bersamaan pengendara kendaraan yang tidak anti-hujan (sepeda motor -red) berebut posisi puncak klasemen untuk sampai terlebih dulu ke tempat tinggalnya. Bukan hanya berebut dengan sejenisnya, tapi juga dengan spesies lain seperti mobil dan bahkan... pejalan kaki. Trotoar (trottoir -Fr) yang sejatinya 'milik' pejalan kaki juga ikut diambil alih. Tapi sudahlah, bukan itu yang ingin saya persoalkan kali ini.

Untuk kuotasi diatas barusan, juga tidak perlulah diterjemahkan. Sekali lagi, baca saja, dan biarkan pengertian itu datang dengan sendirinya.

Tapi coba perhatikan penggalan pembicaraan saya dengan seseorang yang kali ini hanya beberapa tahun lebih tua dari saya, di Pasir Hideung, Cijurai, Sukabumi
”Ah! Kang,.. Da didieu mah ti Baheula nepi ka ayeuna oge can aya listrik!
Dan untuk kuotasi kali ini, jelas saya tidak akan sungkan menerjemahkannya,
”Ah! Kang,.. Kalau disini dari Dulu sampai sekarang juga, belum ada listrik!
Titik beratnya adalah bagaimana kita, atau setidaknya kebanyakan kita terlalu bergairah menghadapi perubahan, bagaimana kita terlalu mudah membiarkan diri terus-terusan berlari atau malah terbawa lari. Hingga tanpa sadar, ternyata kita sedang mati-matian mengejar waktu, yang sebenarnya ia masih ada dibelakang kita.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

Perempuan Punya Selera, Bukan?




Sebelum nanti kita berkeringat dingin, perlu diingatkan bahwa data diatas jelas tidak memiliki akurasi tinggi, data ini bukanlah riset dengan dasar statistika ilmiah (scientific-based statistic -red) , meskipun angka-angka tersebut mungkin saja sedikit mencontoh bagaimana statistika menunjukkan kebenaran nilai peluang terhadap setiap kejadian.

Internet, yang sejatinya (pada awalnya) adalah alat komunikasi global ikut berubah bentuk menjadi dunia lain yang seolah-olah berdiri sendiri. Social-Networking, satu dari sekian modus aplikasi web hampir membuat sebagian kita lupa bahwa tingkat ketergantungan penggunanya akan segera berubah menjadi stagnansi kebutuhan, dan sekaranglah saatnya kita semua harus mulai khawatir. Tentu kita sama-sama harus akui bahwa facebook, friendster, hi5 (misalnya) telah ikut andil didalam penciptaan kekhawatiran itu.

Bukan itu yang kali ini akan kita coba pahami dari gambaran data saringan Brian Solis yang disuguhkan dengan cantik oleh informationisbeautiful.net ini, tapi bagaimana keseimbangan gender penggunanya, termasuk kita (setidaknya data ini juga melibatkan Indonesia sebagai sumber datanya), untuk urusan ber-jejaring sosial menunjukkan kecenderungan bahwa "Perempuan Punya Selera" atau malah inilah "Selera Punya Perempuan"?!.

Terlihat dari sebagian besar pengguna situs jejaring sosial yang ada, perempuan lebih banyak mendominasi. Sebenarnya tidak begitu jelas apa penyebab dominasi ini. Tapi saya kira hanya ada dua kemungkinan,
  1. Karena memang jumlah perempuan didunia ini lebih banyak dibanding dengan laki-laki,
  2. Karena ternyata,.. Situs jejaring sosial sebenarnya memang hanya untuk perempuan. :)


Jadi,.. ah, sudahlah tidak perlu menghiraukan tulisan ini. Lagipula sampai hari ini lalu lintas menuju situs-situs jejaring sosial ini masih cukup padat. Hanya saja yang membingungkan, di Indonesia jumlah pengunjungnya berbagi hampir masing-masing setengah bagian untuk laki-laki dan perempuan. :)

[+/-] Selengkapnya...

Why Do We Always Flurry About Hosting?


I hope you’ll never get bored if I publish (again) a blog post about hosting problems and, hopefully, solution. I realize that I even can’t count how many times I publish an article post about hosting terms. It comes from an importance of a hosting solution especially those who frequently or professionally using it. All of us, You, I and almost people working on web project or other World Wide Web application developer (Surely, It is including us as a Blogger) shall be depend on the need of Hosting, a place where all files of our application stored/hosted remotely. Furthermore, this question will always bother us if only we can’t find those right answers.

This problem(s) will path our hosting selection phase into a quite horrible situation. We don’t want our project will crashed by the time because of our lack information about “which hosting should we trust?” or “Which is the best web hosting service provider?” question. I bet you will not take a frivolous risk by doing a ‘Trial and Error’ step. In order to handle this situation, we need an abiding review from someone or who may competent at these circumstances. Their experience will avoid us from choosing the worst one among all of hosting provider available on entire web. I hope this post will give a simple direction in the process of complicated situation. Thanks.


[+/-] Selengkapnya...

Home Sweetest Home? Then Find It!


Time is the most valuable property or even wealth we've ever had. Time is more than just money as many people said. Some of us have even less untied time than their material opulence. This valuable time must be addressed with a very wise decision in its sharing priority. The less time we have, and then we have to manage those well enough to make it out.

Easy Search, Better Info, Faster Result. Those three condensed tag for a real estate agent will gave us a really simple abstraction about how will this agent helps us to save a lot of our time to find our best place for the best dream home we’ve made.

The Holm Group which includes the Scottsdale Real Estate into their one of the best location chosen for your future neighborhood helps us through their fully informative website explain almost all kind of our question about those real estate locations. Once you have answered about your curiosity, you will know why The Holm Group is the only Real Estate Agent gave you a complacently description of the best properties started from an investment, relocation and/or foreclosure bargains, especially on this very dynamic market.

All of that description are quiet sure needed for either buyers and sellers.

[+/-] Selengkapnya...

Jump Break! : Hadiah Ulang Tahun Blogger


Mungkin seharusnya kita tidak perlu menunggu sampai sepuluh tahun untuk mendapatkan 'pertolongan' kecil pemenggal paragraf untuk tulisan kita di halaman posting blog. Istilah yang kita kenal dengan 'read-more' (kata yang sebenarnya tidak tepat) untuk memotong paragraf tulisan kita menjadi dua bagian yang dengannya kita akan dapatkan bagian 'cuplikan'(snippet) tulisan muncul sebagai pengantar menuju tulisan keseluruhan. Jika kawan-kawan pengguna Wordpress sudah bisa menikmatinya sejak awal, bayangkan betapa kawan-kawan pengguna Blogger/Blogspot akan 'terharu' jika baru sekarang mereka bisa menikmatinya. :)

1. What Is?
Apa yang pernah disampaikan Blogger sebelumnya bahwa mereka akan menerima impuls kritik dan saran dari penggunanya sudah sedikitnya terpenuhi. Kemampuan men'cuplik' tulisan yang selama ini hanya mengandalkan kejelian coder/scriptwriter yang memanfaatkan segala yang ada untuk mewujudkan hal ini sepertinya sudah dicukupkan oleh Blogger dengan melahirkan fitur baru yang mereka sebut dengan Jump Break! sebagai Hadiah atas Ulang Tahun Blogger yang ke-10. Tanpa perlu berpusing-pusing tentang apa maksud Jump Break!, kita telah dengan sederhana menyebutnya dengan "read-more" karena dengannya, maka tulisan yang ditampilkan di halaman depan Blog adalah cuplikan dari tulisan keseluruhan yang disertai link (read more..) dibawah tulisan tersebut yang akan membawa kita ke tulisan seluruhnya.

2. How To?
Untuk menggunakannya bisa dengan langsung menikmatinya di barisan editor tool di Blogger Draft atau jika kawan-kawan login dengan Blogger Dashboard biasa maka fasilitas ini bisa kita dapatkan dengan mengaktifkannys terlebih dahulu di bagian bawah halaman Setting >> Basic di Dashboard kita masing-masing dengan memilih "Updated editor".


Maka kemudian kita akan disuguhi dengan editor baru yang juga memuat fasilitas (tombol) baru Jump Break! di bagian paling kanan untuk 'memenggal' tulisan kita.


Untuk kawan-kawan yang terbiasa menggunakan Modus "Edit Html" untuk menulis (bukan Modus "Compose"), maka cukup dengan menambahkan kode berikut tepat di tempat dimana tulisan kawan-kawan harus dipotong.
<!-- more -->


Untuk mengganti kata "read more.." menjadi "Baca selanjutnya.." atau yang lainnya, kawan-kawan bisa mengubahnya di halaman Layout lalu Editlah Widget Blog Posts



3. And Then What..?
Lalu.. Ya, lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Mungkin inilah saat untuk kembali membenahi posting-posting yang telah lalu supaya tampilan blog kita (utamanya Halaman Utama) akan terlihat lebih rapi. Terutama untuk kawan-kawan (terutama saya sendiri) yang pada saat lalu menggunakan script-script lain untuk 'mengatasi' kekurangan Blogger ini. Tentu saja dengan fitur ini akan mengurangi beban penggunaan script yang selama ini sudah membebani halaman blog kita. Jangan khawatirkan feed dari posting kita. Penambahan fitur ini tidak mengubah akan berpengaruh pada kemunculan feed blog kita.

Dan tentu saja satu hal yang bisa kita lihat adalah bagaimana Tim Blogger telah mendengarkan feedback dari kita. Lagipula Jump Break! hanyalah satu dari sekian fitur baru yang Blogger sediakan atas hari jadinya yang ke-10 tahun ini. Blogger, Terimakasih.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

So, which providers should we trust?


It's been a while I'm not updating this blog, and I’ve start it again with some simple tips that little bit annoying us especially about how to chose the most appropriate place to keep our web page or a our whole sites online or precisely "On its best line". Nowadays, building a web site can be as simple as using a word or text processor (why? there is a lot of templates and kind of site maker out there that we can reach –mostly are free), but once you have done building the site you are surely need a solution to publish it on the World Wide Web as all people can ‘take’ it home. This is where web-hosting companies come in to save your sites files. Yes, it is all (again) about Hosting Provider.

Many hosting provider try to charms us with all of their best effort to convince their client. There is always a plus and minus point for all of them. There are plenty of hosting companies that provide free hosting out there, so why bother paying for it? Most free web hosts offer limited services. So if you are serious about having a web site you need to use a reliable web host. Thereby, all we need to help us are a good reviewer to test which hosting companies that is tune with our requirement. We have to examine which is the best web host among their entire host list.

[+/-] Selengkapnya...

Yahoo!: Saudara-saudara, GeoCities Tutup!


Maafkan jika terlambat, tapi yakinlah saat ini belum benar-benar terlambat. Mungkin ada sebagian kita yang masih percaya bahwa antara Yahoo! dan Microsoft benar-benar tidak atau belum terjadi sesuatu. Tapi bagi saya, ini bisa jadi salah satu buktinya.

Yahoo! yang "ternyata" sampai tanggal 24 Juli 2009 kemarin masih "lirik-lirikan" dengan microsoft ternyata sudah mulai menampakkan 'sifat bawaan' microsoft. Mungkin diantara kita ada yang masih mengingat bagaimana kebaikan Yahoo waktu itu yang menyediakan lahan kosong Yahoo! GeoCities GRATIS, bagi kita yang ingin membuat halaman web sendiri. Meski ada seikit 'gangguan' iklan, rasanya kita sama-sama mengakui bahwa keberadaan GeoCities waktu itu jelas sangat membantu. Selain halaman situs instan yang siap diluncurkan, media simpan yang disediakan Yahoo! dirasa cukup membantu. Terutama waktu ITU, saat Google belum melempar jaringnya.

Beberapa hari yang lalu, Yahoo! GeoCities Team mengirimi saya email (dan kawan-kawan lain yang juga menggunakan GeoCities) berisi pemberitahuan penutupan Yahoo! GeoCities. Entah apa yang membuat Yahoo! memutuskan demikian, tapi yang pasti penutupan kali ini sama sekali tidak sama dengan penutupan Google PageCreator itu. Jika Google (dengan sedikit menyusahkan kita -red) pada waktu itu menutup kemungkinan penyimpanan JavaScript, maka Yahoo! kali ini menutup hampir seluruh kemungkinan hosting versi tanpa bayar tersebut. Yahoo! GeoCities telah dipastikan akan menutup layanan gratisnya akhir oktober tahun ini, tepatnya 26 Oktober 2009.


Seperti yang telah saya sampaikan pada pembahasan sebelumnya, Google memang terlihat 'kejam' dengan menutup PageCreator yang sudah cukup banyak membantu hosting file-file tertentu termasuk script yang nantinya kita gunakan. Tapi setidaknya Google masih memikirkan solusi lain dengan Google Sites-nya. Satu-satunya sebab penutupan yang mungkin adalah menurunnya harga saham Yahoo! akhir-akhir ini, tapi dari email tersebut tampak sekali beda mereka berdua (Y! dan G). Y! mengajak kita pindah ke lahan yang lebih bernilai material dibanding sebelumnya, Yup Yahoo! Web Hosting dengan "$4.99 a month for a full year" bernada kooperatif padahal tidak sama sekali.

Yahoo! hanya memberi dua opsi singkat (dan cukup menyakitkan). 1. Pindah ke Yahoo! WebHosting dengan harga "terjangkau" atau, 2. Simpan file anda sendiri. Yah, jadi untuk kawan-kawan yang masih punya simpanan file di GeoCities atau bahkan situs secara utuh, saya hanya menyarankan segera pindahkan file-file tersebut ke tempat yang aman. atau file-file itu "will not be recoverable", itu kata mereka. Jadi singkatnya, pergunakan apa saja yang masih memungkinkan dipakai untuk kawan-kawan. Masih ada banyak pilihan. 5 modus yang saya sebutkan pada pembahasan yang lalu itu masih bisa dijadikan jalan keluar.

Satu lagi yang perlu saya ingatkan, sekaligus ingin diskusi dari kawan-kawan. Hari ini mungkin masih Y! GeoCities yang ditutup, tapi lain kali entah apa lagi. Jika Y! Photos, Y! Gallery, Y! Auction, Y! Briefcase dan service lainnya bisa tutup, maka bukan tidak mungkin Y! Mail (free) juga ikut ketularan tutup. Mengingat Yahoo! Mail juga mempunyai edisi "PLUS" (Y!Mail Plus) maka semakin memungkinkan Y!Mail versi Gratis jadi sasaran selanjutnya. Yup Itu dulu.

Selamat tinggal GeoCities, terimakasih untuk semuanya.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

 
Terima Kasih Dunia Atas Segala Inspirasi dan Warna Suara . DuaRibuDuaBelas. MMXII . Firdaus™
Subscribe with Bloglines Blog