Tampilkan postingan dengan label Blogging dan Jogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging dan Jogging. Tampilkan semua postingan

Yahoo!: Saudara-saudara, GeoCities Tutup!


Maafkan jika terlambat, tapi yakinlah saat ini belum benar-benar terlambat. Mungkin ada sebagian kita yang masih percaya bahwa antara Yahoo! dan Microsoft benar-benar tidak atau belum terjadi sesuatu. Tapi bagi saya, ini bisa jadi salah satu buktinya.

Yahoo! yang "ternyata" sampai tanggal 24 Juli 2009 kemarin masih "lirik-lirikan" dengan microsoft ternyata sudah mulai menampakkan 'sifat bawaan' microsoft. Mungkin diantara kita ada yang masih mengingat bagaimana kebaikan Yahoo waktu itu yang menyediakan lahan kosong Yahoo! GeoCities GRATIS, bagi kita yang ingin membuat halaman web sendiri. Meski ada seikit 'gangguan' iklan, rasanya kita sama-sama mengakui bahwa keberadaan GeoCities waktu itu jelas sangat membantu. Selain halaman situs instan yang siap diluncurkan, media simpan yang disediakan Yahoo! dirasa cukup membantu. Terutama waktu ITU, saat Google belum melempar jaringnya.

Beberapa hari yang lalu, Yahoo! GeoCities Team mengirimi saya email (dan kawan-kawan lain yang juga menggunakan GeoCities) berisi pemberitahuan penutupan Yahoo! GeoCities. Entah apa yang membuat Yahoo! memutuskan demikian, tapi yang pasti penutupan kali ini sama sekali tidak sama dengan penutupan Google PageCreator itu. Jika Google (dengan sedikit menyusahkan kita -red) pada waktu itu menutup kemungkinan penyimpanan JavaScript, maka Yahoo! kali ini menutup hampir seluruh kemungkinan hosting versi tanpa bayar tersebut. Yahoo! GeoCities telah dipastikan akan menutup layanan gratisnya akhir oktober tahun ini, tepatnya 26 Oktober 2009.


Seperti yang telah saya sampaikan pada pembahasan sebelumnya, Google memang terlihat 'kejam' dengan menutup PageCreator yang sudah cukup banyak membantu hosting file-file tertentu termasuk script yang nantinya kita gunakan. Tapi setidaknya Google masih memikirkan solusi lain dengan Google Sites-nya. Satu-satunya sebab penutupan yang mungkin adalah menurunnya harga saham Yahoo! akhir-akhir ini, tapi dari email tersebut tampak sekali beda mereka berdua (Y! dan G). Y! mengajak kita pindah ke lahan yang lebih bernilai material dibanding sebelumnya, Yup Yahoo! Web Hosting dengan "$4.99 a month for a full year" bernada kooperatif padahal tidak sama sekali.

Yahoo! hanya memberi dua opsi singkat (dan cukup menyakitkan). 1. Pindah ke Yahoo! WebHosting dengan harga "terjangkau" atau, 2. Simpan file anda sendiri. Yah, jadi untuk kawan-kawan yang masih punya simpanan file di GeoCities atau bahkan situs secara utuh, saya hanya menyarankan segera pindahkan file-file tersebut ke tempat yang aman. atau file-file itu "will not be recoverable", itu kata mereka. Jadi singkatnya, pergunakan apa saja yang masih memungkinkan dipakai untuk kawan-kawan. Masih ada banyak pilihan. 5 modus yang saya sebutkan pada pembahasan yang lalu itu masih bisa dijadikan jalan keluar.

Satu lagi yang perlu saya ingatkan, sekaligus ingin diskusi dari kawan-kawan. Hari ini mungkin masih Y! GeoCities yang ditutup, tapi lain kali entah apa lagi. Jika Y! Photos, Y! Gallery, Y! Auction, Y! Briefcase dan service lainnya bisa tutup, maka bukan tidak mungkin Y! Mail (free) juga ikut ketularan tutup. Mengingat Yahoo! Mail juga mempunyai edisi "PLUS" (Y!Mail Plus) maka semakin memungkinkan Y!Mail versi Gratis jadi sasaran selanjutnya. Yup Itu dulu.

Selamat tinggal GeoCities, terimakasih untuk semuanya.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

Penulisan Referensi dan Citasi : (AIP Style)


Jika pada pembahasan penulisan referensi atau citasi sebelumnya kita sedikit berbicara mengenai bagaimana (menurut Buku panduan penulisan oleh APA) seharusnya penulisan sebuah rujukan yang dinukil ke dalam tulisan kita, yang pada penggunaannya mencakup bidang ilmu-ilmu sosial, edukasi, engineering (keahlian tehnik) dan bisnis, maka rincian dibawah ini adalah sebagian dari modus-modus penulisan referensi khusus untuk bidang ilmu Fisika. Pilihan metoda penulisan ini disesuaikan dengan Panduan Manual AIP (American Institute of Physics), edisi ke-4, tahun 1990.

Meskipun terkesan merepotkan, dan setidaknya terlihat dari beberapa tanggapan kawan-kawan pada bahasan sebelumya, akan tetapi ini adalah bentuk usaha 'mencoba ilmiah', yang bisa kita lakukan. Konvensi (yang seperti) sepihak ini, pada dasarnya adalah upaya standardisasi metode penulisan. Kalaupun memang terlalu sulit, secara pribadi saya tidak akan memaksakan. Karena mungkin itu berarti bahwa memang baru sampai disinilah ke'ampuhan' blog kita untuk dijadikan rujukan se'kaliber' makalah/paper. Tapi sayang, khusus kepada mereka yang sedianya ingin berlaku sesuai 'norma' (terutama jika tulisan kawan-kawan berada pada jalur edukasi atau bahkan lebih luas lagi), maka modus-modus penulisan referensi, atau kutipan yang kawan-kawan ambil, harus ber'sistem'.

Perbedaan yang paling tampak untuk penulisan referensi menurut AIP dibanding dengan APA yang telah kita bahas sebelumnya adalah penomoran (indeks) untuk masing-masing artikel, buku atau yang lainnya pada daftar referensi atau daftar pustaka. Jurnal-jurnal fisika lazimnya menuliskan urutan referensi sesuai dengan urutan munculnya notasi (yang paling sering digunakan adalah bilangan/angka) referensi yang sedang dirujuk. Tidak dijelaskan (pada manual AIP) modus penulisan "in-text" atau "dalam-teks".



» Book, One authors
Buku, satu penulis

[#] P. Phillips, Advanced Solid State Physics (Westview, Boulder, CO, 2003).



» Book, Multiple authors
Buku, lebih dari satu penulis

[#] J. E. Marsden and T. S. Ratiu, Introduction to Mechanics and Symmetry (Springer, New York, 1994).

» AIP Style Manual tidak menerangkan seberapa banyak penulis yang namanya harus dicantumkan. Jika nama-nama penulis ini terlalu panjang, maka hanya dicantumkan nama penulis pertama dan selanjutnya ditambahkan "et al."



» Chapter in book
Bab, bagian dalam buku

[#] W. Riddle and H. Lee, in Biomedical Uses of Radiation, edited by W. R. Hendee (Wiley-VCH, Weinheim, Germany, 1999).

» Perbedaan terutama pada lokasi penukilan yang tidak langsung merujuk judul buku melainkan dengan pengantar kata "in" atau "dalam" [judul buku]



» Database
Basis data

[#] National Institutes of Standards and Technology, Physics Laboratory, Physical Reference Base. <http://physics.nist.gov/PhysRefData/contents.html>.



» Journal article
Artikel Jurnal

[#] D. Groom et al., Euro. Phys. J. C 15, 1 (2000).
[#] J. Wisdom, Nucl. Phys. B 2 (Proc. Suppl.), 391 (1987).

» Judul artikel tidak dicantumkan, Judul/nama Jurnal disingkat dan tidak dicetak miring
» Jilid (Volume) Publikasi, nomor terbitan (issue number) dan seri jurnal dicetak tebal. Sebagai contoh, pengambilan referensi pada artikel dalam "Physical Letters B, issue number 466, halaman 415", maka dituliskan Phys. Lett. B 466, 415 (1999).



» Journal article, online
Artikel Jurnal, online

[#] Y. Nakayama and S. Akita, New J. Phys. 5, 128 (2003). <http://ej.iop.org/links/57/Hd+yfND0zFMnm2H8Q0yUKA/njp3_1_128.pdf>.

» Penulisan ini untuk jurnal yang hanya tersedia untuk versi online



» Preprint
Pracetak

[#] F. Zantow, O. Kaczmarek, F. Karsch, P. Petreczky, preprint,hep-lat/0301015 (2003). <http://www.thphys.uni-heidelberg.de/hep-lat/0301.html>.
[#] A. J. M. Medved, preprint, hep-th/0301010J (2003).<http://arxiv.org/abs/hep-th/0301010>. Published in High Energy Phys. 5, 008 (2003). <http://www.iop.org/EJ/abstract/1126-6708/2003/05/008/>.



Ditulis sebagai pengingat untuk diri sendiri dan siapapun yang membutuhkan.
Semoga bermangpaat :)

Sebagai pengingat bahwa mode AIP ini, adalah khusus untuk bidang keilmuan FISIKA dan MATEMATIKA. Modus penulisan yang digunakan untuk bidang keilmuan lainnya, telah dibahas pada bahasan Citasi, Referensi dan Penulisannya (APA-Style)


[+/-] Selengkapnya...

Citasi, Referensi dan Penulisannya : (APA STYLE)


Tidak mungkin dipungkiri bahwa munculnya sebuah ide adalah berasal dari ide-ide lain yang telah lahir sebelumnya. Sejauh kita masih bisa mencapai asal munculnya sebuah perkataan atau perbuatan seseorang, tentu kebiasaan merunut penukilan dari mana datangnya perkataan atau perbuatan tersebut adalah wujud pelestarian yang sangat baik. Jika saja kita mau dengan jujur mengakui, maka belum pernah ada proses pemetaan data perkataan yang begitu lestari, selain penjagaan kualitas perkataan dalam islam (Musthalah Hadist). Bukan dalam bentuk pelestarian kertas-kertas yang mungkin saja hilang, tetapi lebih kepada bagaimana ketatnya kriteria huruf per huruf yang sampai juga berasal dari siapa deretan kalimat tersebut. Apa yang diterima bukanlah berdasar atas apa yang disuka. Walau pahit sekalipun, jika benar ia berasal dari sumber perkataan itu, niscaya seharusnya ia diterima. Ujungnya, tentu pada terbangunnya sebuah sistem database dengan tingkat keotentikan yang sangat tinggi sampai-sampai saya berani menjamin bahwa Oracle, DB2 dan mySQL sekalipun bukan lagi tandingannya.

Kemudian jika kita kembali melihat pada apa yang sudah sempat kita tuliskan. Apakah sudah baik cara kita menyampaikan perkataan sumber referensi kita?. Meski yang baik belum tentu benar, tapi setidaknya masih tersedia lahan berbuat baik yang sangat luas yang jika saja keteguhan atas itu sanggup kita jaga, bukan tidak mungkin cara-cara yang benar akan muncul sebagai gantinya. :)

Untuk itu, sekedar mengingatkan, terutama jika kita ingin menjadikan blog sebagai sumber referensi yang diakui, maka sudah seharusnya penulis blog juga ikut patuh pada apa yang sudah berjalan sebagai adab (secara ilmiah) tentang bagaimana kita menyampaikan kembali (penukilan) artikel yang telah muncul sebelumnya. Berikut ini adalah sebagian contoh format penulisan referensi dan citasi yang sering digunakan (Lipson, 2006) menurut panduan publikasi APA (American Psychological Association) yang dikeluarkan pada tahun 2001 yang penggunaannya lebih banyak pada Ilmu-ilmu sosial, edukasi, engineering (keahlian tehnik) dan bisnis.



» Book, One author:
Buku, satu penulis

Daftar Pustaka :
     Smirnov, V.A. (2006). Feynman Integral Calculus. New York: Springer.

Dalam teks :
(Smirnov, 2006)



» Book, Multiple authors:
Buku, dengan lebih dari satu penulis

Daftar Pustaka :
     Atkins, P. & Friedman, R. (2005). Molecular Quantum Mechanics (4th ed.). New York: Oxford University Press Inc.

» Untuk buku edisi pertama, tidak perlu dicantumkan (1st ed.)
» Penulis lebih dari lima orang, dituliskan nama penulis pertama, kedua, ketiga, kemudian selanjutnya ditulis "et al."

Dalam teks :
(Atkins & Friedman. 2005)



» Book, Online:
Buku, online

Daftar Pustaka :
     Reed, J. (1922). Ten days that shook the world. Project Gutenberg. Etext 3076. Retrieved January 12, 2004, from ftp://ibiblio.org/pub/docs/books/gutenberg/etext02/10daz10.txt

» Setelah URL (alamat web) tidak diakhiri dengan tanda titik (.)

Dalam teks :
(Reed, 1922)



» Chapter or section in a book (online & print):
Bab atau Pasal dalam buku

Daftar Pustaka :
     Beers, M. H., & Berkow, R. (1999). Mood disorders. In The Merck manual of diagnosis and therapy (17th ed., sec. 15, chap. 189). Retrieved January 17, 2003, from http://www.merck.com/pubs/manual/section15/chapter189/189a.htm

     Stephan, W. G. (1985). Intergroup relations. In G. Lindzey & E. Aronson (Eds.), The handbook of social psychology (3rd ed., Vol. 2, pp. 599-658). New York: Random House.

Dalam teks :
(Beers & Berkow, 1999, chap. 189)
(Stephan, 1985)



» Dictionary, hard copy, online, and CD-ROM :
Kamus

Daftar Pustaka :
     Protest, v. (1971). Compact edition of the Oxford English dictionary (Vol. 2, p. 2335). Oxford: Oxford University Press.

     Class, n. (2003). Dictionary.com. Retrieved January 4, 2004, from http://dictionary.reference.com/search?q=class

Dalam teks :
(Protest, 1971)
(Class, 2003)



» Encyclopedia, hard copy, online and CD-ROM :
Ensiklopedia

Daftar Pustaka :
     Balkans: History. (1987). In Encyclopaedia Britannica (15th ed., Vol. 14, pp. 570–588). Chicago: Encyclopaedia Britannica.

     Balkans. (2003). Encyclopaedia Britannica [online]. Retrieved December 28, 2003, from http://search.eb.com/eb/article?eu=119645

Dalam teks :
(Balkans: History, 1987)
(Balkans, 2003)



» Film :
Film

Daftar Pustaka :
     Huston, J. (Director/Writer). (1941). The Maltese falcon [Motion picture]. Perf. Humphrey Bogart, Mary Astor, Peter Lorre, Sydney Greenstreet, Elisha Cook Jr. Based on novel by Dashiell Hammett. Warner Studios. U.S.: Warner Home Video, DVD (2000).

» Harus menyertakan judul, sutradara, rumah produksi dan tahun rilis. Jika perlu sertakan pula nama aktor.

Dalam teks :
(Maltese falcon, 1941)



» Figures, map, chart, graph, or table :
Ilustrasi (gambar), peta, bagan, grafik atau tabel

Citasi (penukilan) atas referensi untuk peta, bagan, grafik atau tabel dapat langsung dimunculkan tepat dibawah ilustrasi yang digunakan. Modus ini lebih sering digunakan daripada modus "Dalam-Teks".

Catatan Langsung dibawah Ilustrasi :
Note: Electoral vote map (2000), Election 2000. Retrieved August 30, 2004, from http://www.usatoday.com/news/vote2000/electfront.htm.

Note: From Daryl G. Press (2001), The myth of air power in the Persian GulfWar and the future of warfare, International Security 26 (Fall): 17, fig. 2.

Note: Seluruh ilustrasi dibulatkan menjadi seperseratus(%) terdekat

» Berikan Judul yang deskriptif terhadap peta, bagan, grafik atau tabel yang diambil sebagai referensi. Pembaca harus mengerti apa maksud ilustrasi tersebut tanpa harus mengacu pada teks..
» Contoh penulisan bentuk terakhir diatas adalah catatan umum untuk menjelaskan informasi pada Tabel.

Daftar Pustaka :
     Electoral vote map (2000). Election 2000. Retrieved August 30, 2004, from http://www.usatoday.com/news/vote2000/electfront.htm

Press, Daryl G. (2001). The myth of air power in the Persian Gulf War and the future of warfare. International Security 26 (Fall): 5–44.

Dalam teks :
(Electoral vote map [2000], 2004)
(Press, 2001)



» Journal article, one or multiple author:
Artikel jurnal, satu atau lebih penulis

Daftar Pustaka :
     Lipson, C. (1991). Why are some international agreements informal? International organization, 45, 495–538.

     Ovechko, V., Schur, O., Myagashko, V. (2008). Optical properties of the porous glass composite material Optica Applicata, XXXVIII, 75–82.

» Perhatikan bahwa JUDUL artikel tidak dituliskan dalam tanda kutip (".."), nomor VOLUME jurnal dicetak miring tanpa menyertakan kata "Vol." atau "Volume."
» Penulis lebih dari enam orang, dituliskan nama penulis pertama-keenam kemudian selanjutnya ditulis "et al."

Dalam teks :
(Lipson, 1991)
(Ovechko, Schur & Myagashko, 2008)



» Journal article, online:
Artikel jurnal, Online

Daftar Pustaka :
     Mitchell, T. (2002). McJihad: Islam in the U.S. global order. Social Text, 20(4), 1–18. Retrieved December 28, 2003, from JSTOR database: http://muse.jhu.edu/journals/xsocial text/v020/20.4mitchell.html

Dalam teks :
(Mitchell, 2002)



» Newspaper or magazine article, with author
Artikel surat kabar atau majalah, disertai nama penulis

Daftar Pustaka :
     Bruni, F. (2003, December 26). Pope pleads for end to terrorism and war. New York Times [national ed.], p. A21.

» Untuk surat kabar, perlu dituliskan "p." atau "pp." untuk menunjukkan halaman, sedangkan untuk majalah tidak perlu.

Dalam teks :
(Bruni, 2003) atau bila perlu (Bruni, 2003, December 26)



» Newspaper or magazine article, without author
Artikel surat kabar atau majalah, tanpa disertai nama penulis

Daftar Pustaka :
     Strong aftershocks continue in California. (2003, December 26). New York Times [national ed.], p. A23.

Dalam teks :
(Strong aftershocks, 2003)



» Personal Communication
Komunikasi personal

Daftar Pustaka :
Komunikasi personal yang tidak dapat diterima atau disaksikan oleh pihak ketiga tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka, melainkan dijelaskan dalam teks.

Dalam teks :
(David A. Grossberg, personal communication, May 6, 2005)

» Dapat dalam bentuk e-mail, perbincangan, surat, faksimili, pembicaraan melalui telepon, atau catatan kecil



» Photograph :
Fotografi

Daftar Pustaka :
     Adams, Ansel. (1927). Monolith, the face of Half Dome, Yosemite National Park [photograph]. Art Institute, Chicago.

Dalam teks :
(Adams, 1927)



» Software
Perangkat lunak

Daftar Pustaka :
     Dreamweaver MX 2004 [Computer software]. (2003). San Francisco: Macromedia.

     SPSS regression models (12.0 for Windows) [Computer software]. (2003). Chicago: SPSS.

Dalam teks :
(Dreamweaver MX 2004, 2003)
(SPSS Regression Models, 2003)



» Speech, academic talk, or course lecture
Pidato, seminar akademis, ceramah kuliah (kelas)

Daftar Pustaka :
     Szelenyi, I. (2003, August 17). Presidential address. American Sociological Association. Annual convention. Atlanta, GA.

     Santoso, Budi (2009, April 14). Course Lecture (Statistical Physics). Universitas Nasional. Jakarta, ID

Dalam teks :
(Szelenyi, 2003)
(Santoso,2009)



» Television program
Program televisi

Daftar Pustaka :
     Long, T. (Writer), & Moore, S. D. (Director). (2002). Bart vs. Lisa vs. 3rd Grade [Television series episode]. In B. Oakley & J. Weinstein (Producers), The Simpsons. Episode: 1403 F55079. Fox.

Dalam teks :
(Simpsons, 2002) atau (Bart vs. Lisa, 2002)



» Unpublished paper, poster session, dissertation, or thesis
Makalah (paper) yang belum dipublikasi, poster, disertasi atau tesis

Daftar Pustaka :
     Tsygankov, A. (2004, February). Russia’s identity and foreign policy choices. Paper presented at the Program on International Politics, Economics, and Security, University of Chicago.

     Cheng, D. T., Smith, C. N., Thomas, T. L., Richards, J. A., Knight, D. C., Rao, S. M., et al. (2003, June). Differential reinforcement of stimulus dimensions during human Pavlovian fear conditioning. Poster session presented at the 9th Annual Meeting of the Organization for Human Brain Mapping, New York, NY.

     Gomez, C. (2003). Identifying early indicators for autism in self-regulatory difficulties. Unpublished doctoral dissertation. Auburn University, AL.

» Untuk makalah (paper) yang baru saja di-seminarkan, belum dipublikasi, gunakan bulan dan tahun saja.

Dalam teks :
(Tsygankov, 2004)
(Cheng et al., 2003)
(Gomez, 2003)



» Web site, entire
Situs Web, keseluruhan

Daftar Pustaka :
     Internet Public Library (IPL) (2003, November 17). Retrieved January 5, 2004, from http://www.ipl.org

     Yale University, History Department home page.(2003). Retrieved January 6, 2004, from http://www.yale.edu/history/

» Jika pada halaman situs tidak terdapat tanggal 'copyright' situs, maka dituliskan "(n.d)"

Dalam teks :
(Internet Public Library, 2003) atau (IPL, 2003)
(Yale History Department home page, 2003)



» Web page, with author
Halaman web, disertai nama penulis (asli maupun julukan/'nick')

Daftar Pustaka :
     Lipson, C. (2004). Advice on getting a great recommendation. Retrieved February 1, 2004, from http://www.charleslipson.com/courses/Getting-a-good-recommendation.htm

Dalam teks :
(Lipson, 2004)



» Web page, without author
Halaman web, tanpa disertai nama penulis

Daftar Pustaka :
     I Love Lucy: Series summary (2004).Sitcoms Online. Retrieved May 4, 2005, from http://www.sitcomsonline.com/ilovelucy.html

Dalam teks :
(I Love Lucy: Series summary, 2004)



» Weblog, entry or comment
Blog, posting atau komentar

Daftar Pustaka :
     Jaloe (2008, February 1). Mendaftarkan Blog di Search Engine Yahoo [Entry post]. Retrieved April 6, 2009, from http://catalog-tutorial.blogspot.com

     firdaus.a (2009, April 6). Membuat Halaman Blog Dinamis, bag kedua [Comment post]. Retrieved April 6, 2009, from http://catalog-tutorial.blogspot.com

» Untuk posting dan komentar tanpa nama, maka penulis disebut sebagai "anonim"

Dalam teks :
(Jaloe, 2008)
(firdaus.a [Comment post], 2009)



» Abbreviations
Singkatan untuk daftar referensi

chapterchap. pagespp. supplementSuppl.
editioned. partPt. translated byTrans.
editorEd. revised editionRev. ed. volumeVol.
numberNo. second edition2nd ed. volumesVols.
pagep.      


Untuk masing-masing jenis referensi, terdapat dua bentuk penulisan. Penulisan yang saya maksud dalam "Daftar Pustaka" adalah jika setiap referensi yang dijadikan rujukan dikumpulkan menjadi satu dalam tempat khusus (misal 'catatan kaki') atau bahkan lembar khusus. Sedangkan istilah "Dalam teks" adalah jika referensi yang dimaksud dicantumkan langsung dalam kalimat yang berkenaan dengannya.

Ditulis sebagai pengingat untuk diri sendiri dan siapapun yang membutuhkan.
Semoga membantu.

Khusus untuk bidang keilmuan FISIKA dan MATEMATIKA. Penulisan Citasi atau Referensi TIDAK menggunakan modus-modus diatas. Modus penulisan yang digunakan untuk bidang keilmuan ini didasarkan pada AIP Style Manual, dan dapat disimak pada Penulisan Referensi dan Citasi : (AIP Style).

[+/-] Selengkapnya...

Sampaikan Sesuatu Dengan Bahasa Yang Mudah


Mungkin (bahkan bisa dipastikan), jika saya berada disamping kawan-kawan yang sedang membaca JUDUL diatas akan segera 'melempari' saya dengan kulit pisang dan spontan berteriak "Huuu...!!".
Karena saya sadar bahwa terkadang, untuk menyampaikan dengan bahasa yang MUDAH adalah SULIT. Justru bukan sebuah kelebihan karena bisa berbicara dengan bahasa "njelimet (-kusut)". Meski sebagai pengecualian memang terdapat hal-hal tertentu yang tidak dapat dipungkiri bahwa mencoba mengerti (walau dengan bahasa yang mudah) tetap saja sulit. Jika itu yang terjadi, maka mungkin yang terbaik adalah bercermin pada ketetapan "Bahwa Kita Pernah Menjadi 'Dulu'"

Jika saja Makhluk Luar Angkasa (Yang sering di'muncul'kan berwarna hijau itu) benar-benar ada, saya adalah orang pertama, jika diijinkan oleh pihak intelejen tentunya, yang akan menghadapinya dan berkata "Bro... Kalau sulit bicara dengan manusia bumi, mungkin sebaiknya Ente pulang kampung saja" Atau saran 'ilmiah' saya adalah dengan berkata, "Bro... Coba Ente pergi ke laut selatan selandia baru yang disana banyak (ikan) pausnya. Dia lebih bisa mengerti bahasa Ente daripada saya". Karena memang, (ikan.. saya terus pakai tanda dalam kurung karena paus bukan ikan) Paus adalah satu-satunya hewan yang siap menerima bahasa ter-enkripsi pada digit dengan orde lebih dari pangkat 12, bahkan lebih baik dari lumba-luma atau simpanse sekalipun. Untuk itulah saya suruh tamu-tamu antar-jagad kita ini untuk kesana, dan "ngobrol" sepuasnya dengan (ikan) paus dan kita tidak perlu repot-repot untuk mengerti.

Tapi.., Adalah sebuah kebenaran pula bahwa tidak setiap apa yang disampaikan oleh seseorang harus bisa dimengerti. Tidak selamanya kita mengerti pelajaran dari bapak/ibu guru. Justru dengan itulah proses pembelajaran dimulai. Proses pertumbuhan kefahaman kita atas sesuatu bisa terlatih. Jadi, jika suatu waktu kesulitan untuk mengerti itu tiba, maka berbahagialah karena pada saat itu, waktu telah mengajari kita tentang 'kesabaran'. Bukankah kesabaran adalah mulia. Kita semua harus mengangguk setuju. Tidak perlu repot-repot mengurai perbedaan antara 'sabar' dan 'mengalah'. Kalaupun itu disebut 'mengalah' maka,... bersabarlah.


Contoh sederhana, sudah didepan mata saya dan kawan-kawan. Bagaimana bisa kotak navigasi (navbar) bawaan blogger yang sebelumnya saya hilangkan justru sekarang saya buat sendiri. Tentunya dengan 'Dunia' ini sebagai inspirasinya. Layanan yang sedang 'rame-ramenya' facebook (terutama). Kemudian digg dengan kombinasi 'aneh' hijau dan birunya tapi tetap menarik. Navigation-Bar milik facebook itu saya "JIPLAK" dengan berkali percobaan sebelum akhirnya bisa muncul seperti diatas. Tapi tentu.. Kesempurnaan hanya milik... Tuhan. Sayangnya, saya tidaklah pandai mengemasnya dalam bentuk tutorial sebaik kang jaloe atau mas mochal. Tapi setidaknya, jika-pun tertarik, bisa di-comot saja dari source-code halaman ini. Saran saya gunakan add-on firebug jika menggunakan Si Rubah paling liar (firefox) Atau jika menggunakan browser Apple safari maka bisa langsung dilihat dari Toolbar "Develop".

Eits.. Bicara Apple, Sesuatu harus saya sampaikan pada Pemilik Hak Paten Logo Apple yang telah dengan semena-mena saya gunakan untuk signature baru saya. Jika (yang berwenang terhadap ini) mengerti Bahasa Indonesia, saya akan sampaikan "Terima kasih telah membuat logo Apple ini mirip dengan huruf 'a'. Sekali lagi terima kasih". Tapi ini bukan semata-mata "jasa dan budi baik" Apple. Tapi seperti telah saya sebutkan sebelumnya, Inspirasi datang dari mana saja.., untuk itu saya sebut secara global saja dengan nama "dunia". Itu berarti bisa jadi salah satu dari kawan-kawan juga termasuk didalam "dunia" yang menjadi inspirasi itu.

Lihat bagaimana Sony Ericsson mengucapkan "I Love Music" (Atau mungkin seharusnya dibaca "I SonyEricsson Music", kata seorang kawan saya) Ya. SKOTOMA, "Pendapat kita tentang simbol atau bentuk yang telah tertanam di kepala sebelumnya begitu kuat sehingga pikiran kita mengesampingkan apa yang sebenarnya dilihat oleh mata kita". Mengandalkan Skotoma masing-masing kita, saya anggap (dengan paksa) bahwa logo Apple yang saya pergunakan ini adalah huruf "a". :P

Ya. SKOTOMA, "Pendapat kita tentang simbol atau bentuk yang telah tertanam di kepala sebelumnya begitu kuat sehingga pikiran kita mengesampingkan apa yang sebenarnya dilihat oleh mata kita"

Belum lagi begitu "indah"nya perubahan yang terjadi hanya dengan mengubah sedikit kode CSS (style) dari tatanan halaman HTML. Tidak ada yang berubah dari widget "sidebox" (saya menyebutnya dengan sidebox) selain sebagian kecil script CSS-nya. Tapi perubahan yang mata kita terima (mata saya terutama :P ) begitu 'menggiurkan'. Saya baru mengerti kenapa warna merah muda (pink) selalu diidentikkan dengan ke-perempuanan (feminin). Tapi tidak perlu saya 'umbar' disini. Cukup tersirat saja jika kawan-kawan mengerti. Yang pasti sebelum perubahan ini, jujur saja tangan saya tidak terlalu segembira ini untuk 'menyentuh' (tombol) navigasi di kotak ini. Komentar Tentang sulitnya navigasi menuju tulisan-tulisan lain di blog ini yang pernah mas Nias sampaikan cukup membangkitkan semangat saya untuk segera berbenah. Untuk itulah saya sediakan "Content List" di SideBox ini, dengan harapan 'sedikit' menyerupai "Daftar Isi" Sekaligus "Arsip Blog".

Tapi mungkin ini yang paling penting dan 'menggemaskan'. Munculnya satu kolom baru di sidebar paling kanan saya yang bernada 'minta-minta', berkedok 'donasi' ala kadarnya. Semoga kawan-kawan tidak terlalu sakit hati, walaupun sakit hati juga tidak pernah dilarang (Bedakan dengan "Penyakit Hati"). Kotak sialan itu muncul akibat gagayaaan (... ehm, terjemahannya apa ya) sekedar bersolek karena baru punya akun 'PayPal' (Yak... silahkan tertawa selama 2,5 menit). Jadi saya mohon maaf. Saran saya.. Jauhi kotak itu dan fokus saja pada tujuan kawan-kawan datang kemari. Jangan terjebak dengan 'kata-kata' yang bertebaran disekitarnya. Saat ini, tidak mudah kita menemukan Orang yang masih Baik Hati dan mengasihi sesama :P

Terlebih, jika kawan-kawan 'dihantui' seseorang yang tertawa puas seperti ini. Sedang nikmat terbawa semilir angin CSS, tiba-tiba kerusuhan itu terjadi. Meski tidak berlangsung lama (Untuk yang merasa, dilarang tersinggung). Selain itu, juga terdapat perbaikan-perbaikan kecil disana-sini. Dan tentu saja tidak lupa saya sempatkan melakukan pemutakhiran (update) Daftar Blog Do Follow yang saya susun. Tak henti-hentinya lantunan maaf saya sampaikan jika terlalu lama harus menanti Blognya terdaftar. Sekedar mengingatkan, bahwa Masuk kedalam daftar ini bukan segalanya, yang penting keinginan dan kesiapan untuk berbagi, itu yang lebih penting. Baca lagi apa yang saudara saya, gus, pernah sampaikan mengenai ini. Tapi sudahlah, itu bukan masalah. Sempat kecewa juga karena terlalu banyak Dummy Blog yang ingin terdaftar. Tapi itupun tetap saya lakukan, mengingat saya memang tidak pernah melarang dan malah takut jika sampai berbuat lebih dari itu seperti ucap kawan kita, riasmaja.

Mengingat semua hal diatas, terutama mengenai kustomisasi yang saya lakukan terhadap template ini (untuk Blogger), maka saya berkeinginan untuk Menjual Blog Ini seharga Rp.22.750.500,- (Dua Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Lima Ratus Rupiah), dan maaf, tidak bisa ditawar.

Tapi sayang, keinginan itu terlanjur hilang seketika teringat rincian dibawah ini.
  1. Untuk Se7en Pembuat Template Blog ini : Rp.2.530.000,-
  2. Untuk Kawan-kawan yang Link menuju Blognya terdapat di Kolom "Beruntunglah Kalian Ada Disini" : Total Rp. 7.470.500,-
  3. Untuk "7 Orang Paling Rajin" : Rp. 2.750.000,-
  4. Untuk Kawan-kawan yang selalu mengungkapkan apresiasinya dalam komentar : Total Rp. 15.430.000,-
  5. Untuk... stop.

Sampai disini Juga saya sudah rugi sebesar Rp. 5.430.000,-

Ternyata ada juga ya.. Transaksi Penjualan yang malah menyebabkan kita berhutang. (Boleh tertawa.. boleh tidak, tapi jelas ini tidak serius). Satu lagi, tentu masih ada yang harganya, tidak mungkin terbayar walau dengan Mata Uang Manapun (kecuali mungkin mata uang Makhluk Luar Angkasa kita tadi), Keinginan untuk selalu... menjadi bermanfaat untuk siapapun. :)

Dan Akhirnya.. Yup, Mungkin begitulah caranya untuk.. menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang Mudah. Terimakasih Saudara, Kawan, dan Sahabat saya. :) Aku Tunduk Pada Kesempurnaan-Nya.

[+/-] Selengkapnya...

Barack Obama Bukan Presiden Dunia


Bukanlah mutlak sebuah kesalahan jika memberikan sedikitnya harapan di pundak seseorang yang ‘tampaknya’ mempunyai kemampuan besar mewujudkan harapan tersebut. Tapi juga bukanlah sikap besar sebuah bangsa yang tidak sedikit kali mengaku sebagai bangsa besar jika semata-mata menempatkan porsi harapan sebesar itu pada sesuatu yang jelas-jelas bukan pengaruh utama dalam sistem yang sampai saat ini dipercaya sebagai sitem tatanan kebangsaan. Mudah saja, bangsa itu adalah kita, sekumpulan manusia cerdas yang mengaku diri bernama Indonesia. Mengapa cerdas? Mengapa kita?. Tidakkah kita sudah sedemikian cerdas sampai-sampai telah mampu ‘mendirikan’ replika parodi terhadap dirinya sendiri. Tidakkah kita sudah sedemikian hebat dengan meng-klaim diri sebagai ‘most advance democratic nation’?. Sampai disini, jawabannya adalah “ya”.

Pada awalnya, sudah sepenuh saya usahakan, bahwa menggantungkan sedikit harapan pada ‘sang presiden’ sepertinya memang masuk akal dan diperlukan –mengingat betapa sebuah negara semacam amerika serikat adalah satu dari sekian yang punya pengaruh besar terhadap apa-apa yang akan menjadi kebijakan dunia yang kitapun berada di dalamnya. Tapi, sayang, ketika bentuk terbesar mimpi yang tiba-tiba menjadi kenyataan itu malah semakin menunjukkan betapa jawaban “ya” yang semula begitu mantap kemudian terulang lagi seperti persoalan lain yang menjungkir-balikkan kemantapan itu menjadi kemantapan lain yaitu “sama sekali tidak”.

barack obamaBarack Hussein Obama, mungkin sekali –seperti menggugah sisi emosial kebangsaan kita. Bagaimanapun perasaan ‘dekat’ dengan kita (Indonesia) adalah sebuah kewajaran. Akan tetapi akan sangat berlebihan jika perasaan ‘dekat’ itu kemudian meledak-ledak dan sedikit demi sedikit melepaskan kulit kebesaran bangsa itu sendiri. Mungkin jika kawan-kawan masih ingat apa yang ada pada sekedar mengingat apostrophe, tersirat ingin saya sampaikan bahwa betapa sebuah media, selalu punya banyak tempat di kepala masing-masing kita. Sudahlah terlalu matang, kita, untuk membedakan mana yang baik, atau buruk . Lagi, saya kutipkan kurang lebihnya sepenggal kata yang diberitakan beberapa jam sebelum dilantiknya sang presiden ini.

Beberapa jam lagi Obama akan dilantik menjadi presiden Amerika Serikat ke-44, yang sekaligus menjadi pemimpin dunia…

Kesan pertama, oleh saya, adalah “ya, tentu saja, stasiun tv ini terlalu sering membuat sinetron daripada belajar menyusun kalimat-kalimat berita”. Tapi kemudian beberapa saat setelah itu muncul kesadaran lain bahwa mungkin jurnalis seperti Gus dan kawan-kawan lain lah yang akan lebih mampu menohok mereka dibanding saya. Berita-berita yang masuk ke telinga kita akan dengan serta-merta menjadi referensi mutlak, terlagi jika muncul dari televisi. “Pemimpin Dunia” bukanlah kata yang tepat. Kita tidaklah hidup untuk memanjakan diri terbiasa dengan membiarkan mimpi. Dia bukan siapa-siapa untuk kita. Benar bahwa dia istimewa karena mampu menembus tembok rasial untuk singgasana sebesar Presiden Amerika Serikat. Benar dia ‘menjanjikan’ karena beberapa terobosan kebijakannya. Tapi dengan pernah hidup di Indonesia untuk segelintir waktu, tidaklah menjadikan dia begitu istimewa untuk kita.

Akan sangat mengenaskan (setidaknya oleh saya) jika disaat yang bersamaan, keponakan saya –dengan menonton berita, malah lebih hafal di Jakarta bagian mana Obama pernah dibesarkan dibanding di Pacitan bagian mana Presiden negaranya sendiri pernah dibesarkan. Pertanyaan besar terakhir saya adalah, “akan sampai dimana, mereka –pemilik otoritas media, akan terus menciptakan mimpi untuk mimpi”.

Hak cipta gambar "Dare To Dream" ada pada www.stephenaitken.com

[+/-] Selengkapnya...

Sekedar Mengingat Apostrophe


Semacam apologia kedua jika memang diperlukan itupun bila diperkenankan, oleh kawan-kawan, atas keputusan diluar ekspektasi begitu saja memenggal cerita ditengah episode pembicaraan yang sedang berlangsung.

Tidaklah jauh berbeda dengan apa yang sudah seseorang sampaikan dalam “Maaf, sampai dimana ya...?”-nya. Perkataannya bukan sekedar basa-basi pelunak kekakuan pembicaraan setelah lama tidak saling bicara, namun (sepertinya) lebih dekat kepada kekakuan yang sebenarnya.

Kenapa Apostrophe? Karena bagian dari “obrolan” kita sejauh ini memang terbatasi oleh kalimat-kalimat yang dikemas seperti apa yang sedang kita nikmati sekarang ini. Dan hanya dengan ‘tanda baca’ semacam ini kiranya saya bisa sedikit meluangkan apa yang dalam beberapa saat terakhir terhenti. Bukan untuk memulainya lagi tapi lebih kepada sekedar ingin tetap hanyut dalam arus ringan sementara tetap ingin menyadari untuk tergoncang riak segeliat waktu lalu memang tidaklah memungkinkan.

Jika bisa sejenak keluar dari diri sendiri, dan coba melihat diri itu sendiri, maka bukanlah sebuah kesalahan jika kemudian muara kesimpulan dari tulisan ini atau mungkin ini hanyalah suara gaduh tong kosong belaka. Karena seperti tidak berusaha membela diri, membiarkan tulisan-tulisan ini kadaluarsa, yang sebenarnya terhadap sebuah tulisan seseorang akan mungkin selalu berusaha untuk membuatnya bebas-waktu, sama sekali tidak bergantung waktu. Tapi tetap tidak menidurkan keinginan untuk menyampaikan bahwa ketika tulisan-tulisan itu muncul, sama sekali tidak ada usaha untuk mendustakan apa yang telah ada didalamnya. Keterhentian ini (yang meski telah terprediksi sebelumnya) murni karena sempitnya kesempatan yang saat ini bisa dimanfaatkan untuk kembali rutin saya jalin. Maafkan.

Sebagai sedikit motivasi, baru saja (saat sedang mengetik tulisan ini), Metro World News menggelitik saya dengan “AHLI IT MENEMUKAN CACAT PADA INTERNET EXPLORER” (saya yakin saat inipun kita akan sama-sama tergelitik) karena sudah lama kita tahu ini bukanlah sebuah berita ‘hangat’ dan ‘darurat’. Bukan semena-mena ingin menistakan pentingnya penyampaian berita ini, -terutama untuk ‘pusat masa’ zaman sekarang sekelas MetroTV. Lagipula saya pribadi lebih sering kecewa dengan media terutama jika berusaha mengemas keterlambatan dengan kemutakhiran peristiwa. Sayangnya, kebiasaan seperti ini berulang kali terjadi. Maaf, tapi itulah yang terjadi.

Dari sini kita akan dengan sedikit bisa lega bahwa setidaknya, media kita ini (baca: web) masih jauh lebih didepan dan (semoga) baik selama (baca: SELAMA) apa-apa yang buruk tidak dijadikan alasan untuk menggunakan media ini.

Blog, khususnya, meski sejauh ini berhasil membuat sebagian kita menggunakannya sebagai sesuatu yang bermanfaat, tapi tidak sedikit pula yang sebaliknya. Lalu kemudian apa yang menjadi pemicu utama ketika awal kita belajar menerbitkan apa yang kita sebut blog ini. Masih sejalankah dengan tujuan itu?. Ini hanyalah pertanyaan tanpa perlu jawaban benar atau salah. Bukanlah sebuah kesalahan alasan “iseng” atau “Cuma ingin belajar”. Tapi sekali lagi selama itu baik (dalam kadar yang umum kita terima).

Moderator yang ‘dibentuk’ blog dengan model ‘komentar’-nya adalah bentuk mutakhirnya komunikasi yang mungkin terjalin jika memang ia digunakan optimal. Blog dengan segala keterbatasannya seharusnya bisa lebih banyak berarti daripada bentuk social-networking konvensional. Sudah berapa banyak kata yang kita hamburkan? Sudah berapa banyak pula dari kata-kata itu yang benar-benar… baik. :)

{ditulis beberapa hari sebelum dipublikasi}

[+/-] Selengkapnya...

Ketahui Ilmunya Sebelum Bicara


Ketahui Ilmunya Sebelum Bicara
"Janganlah kamu berhenti di atas sesuatu dan kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan mata hati seluruhnya akan dimintai pertanggung jawaban"
Jika kawan-kawan yang beragama islam, tentu tahu saya kutip dari mana kata-kata diatas. Jikapun tidak, Setidaknya kita semua setuju bahwa menyampaikan sesuatu haruslah didahului dengan pengetahuan atas apa yang akan disampaikan. (jika sampai titik ini, kawan-kawan tidak setuju lebih baik berhenti melanjutkan, dan saya sampaikan terimakasih).

Maaf. Untuk Gus yang telah rela memberi predikat 'ramah'. Gus, mungkin ini akan mengurangi keramahan itu. Untuk Mas Riasmaja, karena sore ini tiba-tiba suhu terasa lebih tinggi, malah tidak seperti siang tadi. Untuk Mas Oeoes, yang mampu meredam kekecewaan, sedangkan saya tidak.

Jika ada yang bertanya "Kenapa harus membawa-bawa ayat Tuhan?", maka akan saya jawab dengan sebuah pertanyaan balik "Lalu dengan apa saya harus berbuat selain dengan petunjuk Tuhan?"

Beberapa pekan terakhir, setidaknya ada tiga hal yang saya anggap sebagai bintik-bintik buruknya sikap kita dalam menanggapi sesuatu. Sebagai kotornya pemikiran kita atas sesuatu yang sebenarnya jauh dari persepsi yang kita ketahui. Tentang SPAM, DO FOLLOW dan KASTA BLOG. Anggap saja ini hanya sebuah kekecewaan mendalam dari seseorang yang tidak kawan-kawan kenal asal-usulnya, hanya saja takdir telah mempertemukan mata kawan-kawan dengan tulisan ini.

Pertama adalah munculnya tulisan "Apa Arti SPAM?" yang dikeluarkan oleh JoVie (jovieblog.blogspot.com) sejauh saya tahu adalah bentuk kekecewaan dari seringnya peristiwa asal tuduh ini. Misalnya ucapan "JANGAN NYEPAM DONG BOS!", seperti yang mudah saja meluncur mengarah pada seseorang yang hanya dengan tidak sengaja melakukan komentar dua kali karena kesalahan teknis. Tahukah bahwa itu bisa jadi sama pedihnya dengan seseorang yang untuk berjalan saja membutuhkan bantuan kursi roda, tapi dituduh mencuri sepeda motor sendirian.

Kedua adalah kejadian yang pernah dialami Gadis Rantau (kristinadiansafitry.blogspot.com) yang sempat mencabut banner atau logo Do Follow-nya, karena jenuh disangka tidak benar-benar Do follow. Lagi-lagi ini adalah akibat dari lebih mendahulukan tindakan daripada mencoba sejenak berfikir dahulu.

Atau juga sebuah surat terbuka mas Augusman (Zalukhu.com) pada seseorang yang menuduhnya menghujat, padahal dari apa yang ditulis beliau, sejauh saya boleh menilai hanyalah bentuk ingin diperlakukan layaknya pelanggan oleh penyedia layanan yang ia ikuti. Ini yang saya katakan dengan mulai dilestarikannya KASTA BLOG. Seorang yang disebut master atau seleb blog, dianggap sudah kebal kesalahan sehingga setiap orang tiba-tiba berhak membela si Master, tanpa mencoba duduk ditengah-tengah.

Satu hal yang tak kalah membuat kekecewaan ini semakin memuncak adalah ketika saya temukan sebuah tulisan, yang memberikan persepsi baru atas Do Follow Community. Di Tulisannya, kawan kita ini seperti (saya katakan "seperti") sedang menciptakan sebuah lingkaran definisi baru bahwa (sebagai contoh) banner di sebelah kanan atas sidebar paling kanan yang bertulis "You Comment I Follow" adalah berarti "Berkomentarlah disini, baru kemudian saya akan berkomentar di Blog anda". Saya sadar betul dengan kata-kata "sebagian blogger" yang berarti tidak semua. Hanya saja, maaf, saya justru semakin memicingkan sebelah mata saya ketika mendapati kata-kata "Saya masih saja belum menemukan maksud sebenarnya". Jika memang belum tahu maksud yang sebenarnya, masih pantaskah kita sebagai orang yang bertanggung jawab untuk menelurkan sebuah tulisan yang pasti mengundang reaksi. Apalagi jika yang tertulis disana hanya akan makin membingungkan kawan-kawan kita yang lain, yang memang belum tahu betul apa maksud "Do Follow" tapi lebih memilih diam karena ketidak-tahuannya. Bukan dengan mengeluarkan tulisan bernada "pernyataan". Setahu saya peribahasa yang kita kenal adalah "Malu Bertanya Sesat Dijalan", bukan "Malu Bertanya, Sok Tahu Saja".

Apakah sebegitu berat untuk menahan diri dari mengatakan sesuatu yang belum ditemukan maksud sebenarnya?. Sama seperti pertanyaan (dalam hati) saya dalam permasalahan mas augusman (zalukhu.com), Apakah sebegitu berat menyampaikan permintaan maaf jika sudah 'duduk' menjadi master atau seleb blog?. Atau apakah akan jatuh harga diri jika penulis blog ber PR 4, 5, 6 atau 7 sekalipun untuk menarik kembali tulisannya, jika memang tulisannya salah?.

Jika jawabannya adalah "IYA". Maka sudahlah, saya saja yang meminta maaf pada kawan-kawan. Mohon Maaf Kawan-kawan.


Hak cipta gambar "Shut Up" ada pada www.chasthornhill.com

[+/-] Selengkapnya...

Memberi Nomor Urut Pada Komentar di Blogspot


Nomor Urut Pada KomentarHilanglah satu kepenasaran untuk memberi nomor urut pada komentar / menomori komentar sesuai dengan urutan komentar dari pembaca pada tulisan kita, khususnya kita yang menggunakan Blogspot. Pada Platform Blog Wordpress sering kita temui pada kolom komentar terdapat nomor urut untuk masing-masing pemberi komentar, sesuai dengan datangnya komentar tersebut. Lalu apakah penomoran ini bisa dilakukan di blogger a.k.a blogspot (itu gaya bicara adik saya, jika menyebut kata "alias"). Maka jawabnya bisa.

Tulisan berikut adalah terjemahan bebas dari tulisan Fernandooo1 di blog miliknya Randomness. Kawan-kawan bisa langsung merujuk kesana jika menginginkan. Setelah saya baca dan praktekkan, kemudian yang saya lakukan adalah mencari dengan Google dengan keyword "Memberi Nomor Urut Pada Komentar". Harapan saya adalah menemukan tutorial tersebut dalam bahasa indonesia. Sebuah blog memang ada, di urutan pertama pula, yaitu blog Tito-Kun. Tapi sayang malah keterangan "Page not found" muncul. Maka sampailah saya pada penulisan ini. Tulisan ini tak lain hanyalah usaha pembelajaran.

Menurut Fernandooo1, cara ini punya kelebihan juga kekurangan. Jangan mengerutkan dahi dulu, sekarang lihat alasan yang dia kemukakan
Advantages:
• It is a nice way of differencing each comment.
• It allows you to get the permalink of each comment, and this may work for future references (e.g.: “You should read this comment [URL goes here], I found it very interesting”).
• Indispensible for design purposes.

Possible disadvantage:
• If you’re lazy, you may find it too long and difficult, though that’s exactly how styling your blog is always going to be. Patience is the clue!
Ternyata itu alasannya kekurangannya. Huruf yang saya tebali "permalink of each comment" maksudnya adalah, memberi alamat/URL unik untuk tiap-tiap komentar. Sebagai contohnya adalah permalink berikut:
http://randomnessf1.blogspot.com/2008/08/translation-numbering-comments.html?showComment=1218148560000#comment-2725052588975512324

Alamat diatas adalah URL Unik milik komentar saya di Blog milik Fernandooo1. Jadi ketika di klik maka kita akan langsung dibawa ke blog dia, sekaligus langsung ke kolom komentar yang saya berikan. Sebenarnya untuk templates standar, permalink untuk masing-masing komentar juga telah ada, yaitu pada "tanggal/waktu" komentar. Nah untuk yang menggunakan templates modifikasi, bisa jadi permalink ini dihilangkan, maka cara ini akan sekaligus mengembalikan permalink pada komentar di blog kawan-kawan.

Jadi jika kawan-kawan ingin mengutak-atik blog kawan-kawan dan juga merasa bukan pemalas, maka silahkan melanjutkan. Tapi jika sebaliknya.. atau memang ragu atau tidak mau maka saya pun tidak bisa memaksa :)

Kita mulai saja
  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard >> Layout >> Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates".
  2. BACKUP templates kawan-kawan sebelum memulai pengeditan . Harap perhatikan karena ini penting, dan jadikanlah perilaku ini sebagai kebiasaan, sebelum melakukan perubahan pada templates kita.
  3. Cari kode dibawah ini dan tambahkan kode yang saya beri warna merah. Agar lebih mudah gunakan fasilitas "find" atau "search" pada browser kawan-kawan :
    ”<dl id='comments-block'>

    <script type='text/javascript'>var CommentsCounter=0;</script>

    <b:loop values='data:post.comments' var='comment'>

    <div class='' expr:id='data:comment.id'>

    <dt class='comment-author' expr:id='"comment-" + data:comment.id'>
    <a expr:name='"comment-" + data:comment.id'/>
    <b:if cond='data:comment.authorUrl'>
    <a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'>
    <data:comment.author/>
    </a>
    <b:else/>
    <data:comment.author/>
    </b:if>
    <data:commentPostedByMsg/> <!-- Mungkin saja baris ini tidak terdapat
    pada templates kawan-kawan. Tapi itu tidak masalah -->


    <span class='numberingcomments'>
    <a expr:href='"#comment-" + data:comment.id' title='Comment Link'>
    <script type='text/javascript'>
    CommentsCounter=CommentsCounter+1;
    document.write(CommentsCounter)
    </script>
    </a>
    </span>

    </dt>

    <dd class='comment-body'>
    .......
    </dd>

    </div>
    </b:loop>
    </dl>
  4. Selanjutnya kita tinggal menambahkan kode berikut pada bagian CSS templates kita. Letakkan kode berikut tepat diatas kode ]]></b:skin> :
    ”/*Mulai css Comments Numbering*/
    .numberingcomments{
    float: right;
    display: block;
    width: 50px;
    margin-right: 5px;
    margin-top: -35px; /*POSISI NOMOR URUT KOMENTAR*/
    text-align: right;
    font-family: 'Century Gothic','Lucida Grande',Arial,Helvetica,Sans-Serif;
    font-size: 30px;
    font-weight: normal;
    }

    /*since the numbers are actually links, we need to force the color properties*/
    .numberingcomments a:link, .numberingcomments a:visited {color: #445566 !important; text-decoration: none !important;}/*selesai css Comments Numbering*/

    .numberingcomments a:hover, .numberingcomments a:active {color: #FF9933 !important; text-decoration: none !important;}/*selesai css Comments Numbering*/
  5. Save Templates dan Selesai.

Nomor urut komentarJika ingin mengubah bentuk font, warna atau mungkin posisi nomor urut tersebut, tentu seperti yang kita ketahui yang perlu dilakukan hanyalah dengan mengganti kode pada poin ke 4. Sekaligus mengingatkan, bahwa bentuk templates yang berbeda-beda menyebabkan letak kemunculan nomor urut pada komentar ini berlainan pula, sekali lagi, ubah kode yang diperlukan pada kode css saja (poin ke-4).

Yup, kita bisa melakukannya. lakukan dengan teliti. Jika terjadi sesuatu, kembalikan templates kawan-kawan dengan file Back-up tadi. Kemudian ulangi sekali lagi. Contohnya bisa kawan-kawan lihat di blog ini. Selamat mencoba bagi yang ingin mencoba.

#PS :
  • Ijin dari Fernandooo1 melalui komentar bisa dilihat di sini.
  • Berhubung menurut Fernandooo1, script ini didapat dari seorang kawan, maka saya sampaikan juga terimakasih kepada JMiur dari Vagabundia.
  • Terimakasih juga untuk Amanda, karena lewat informasinya saya bisa menemukan tulisan ini.
  • Setelah mencari-cari lagi, saya menemukan review posting diatas, telah ditulis oleh o-om pada tanggal 6 kemarin. Saya sarankan untuk menuju ke blog o-om untuk membaca tulisan beliau.

[+/-] Selengkapnya...

Bahkan Tanpa Judul Pun Tak Apa-apa


twistori

Rencana awal memang hanya ingin sekedar mencari cara paling efektif meletakkan "microblog" berlabel twitter di salah satu ruang di sidebar, sambil sedikit minta pendapat mas riasmaja dan Jovie. Sembari "rerembug" atau "rembugan" kecil-kecilan saya menyengajakan diri membolak-balik Google hanya dengan satu kata kunci yaitu "Twitter Widget". Memang sebelumnya sudah ada di bawah, hanya ingin mencoba mencari yang lain lagi.

Ternyata memang Google memberi terlalu banyak dan sampailah mata ini tertuju pada satu situ bertajuk "twistori.com". Sangking uniknya langsung saya hentikan pencarian itu dan ingin berbagi tentang ini. Ide dasarnya simpel saja yaitu mengumpulkan semua tweet dari banyak user twitter yang diawali dengan kata "i love","i hate","i think", "i believe", "i feel" dan "i wish". Ternyata dari ide sederhana ini muncul (di pikiran saya) semacam streaming perasaan dan harapan dari (anggap saja) seluruh belahan dunia. Atau jika mau dipersempit, belahan dunia yang menggunakan bahasa inggris tentunya.

Terasa betul konsep Web2.0 disini. Tidak perlu panjang lebar. Silahkan melihat jika ingin melihat. Sampai disana nanti, klik saja satu dari ke-enam "persoalan" tadi, maka beberapa saat kemudian akan muncul sederetan tweet.

Twistori

Sudah itu saja



#PS : Tapi jika ada dari kawan-kawan yang ingin memberi solusi untuk saya. soal twitter. Pasti akan dipertimbangkan.

[+/-] Selengkapnya...

Sedikit Lebih Sopan : Moderasi Komentar di Blogger


Moderasikan Komentar Blog Jika saja Blogger memiliki penghalau SPAM sebaik yang Wordpress miliki, niscaya cara seperti yang akan kita bahas ini, juga akan saya tinggalkan. Bagaimana tidak, sejujurnya saya katakan bahwa “pagar betis” yang dipersiapkan oleh Blogger untuk menghalau SPAM terkadang membuat kita (saya pribadi khususnya) harus sedikit bersusah payah untuk sekedar memberi komentar. Tapi bukan sepenuhnya buruk. Usaha Blogger ini akan terasa kebaikannya bila suatu saat blog kawan-kawan sudah mendatangkan trafik yang sangat tinggi. Memang jika laju pembaca masih sedikit, seperti di blog ini, tentu tidak akan banyak terasa gunanya “pagar” tadi. Kita juga sadar betul, bahwa membiarkan SPAM berada di Blog kita, sama dengan membiarkan Search Engine untuk tidak mengindeks Isi blog kita. Blogger sampai saat ini belum bisa membedakan komentar yang identik (akibat penggunaan Automated SPAM). Penting atau tidaknya kekhawatiran itu muncul, jawabannya ada pada diri kita sendiri.


Setidaknya ada lima tindakan preventif yang Blogger sediakan untuk kawan-kawan beserta uraian singkatnya :

  1. Blogger hanya menerima lima HTML Tag untuk komentar :
    ”<a> (untuk membuat hyperlink)
    <strong> dan <b> (untuk mempertebal teks/font)
    <em> dan <i> (untuk membuat teks dicetak miring)
    selain tag diatas, tidak akan diterima (untuk saat ini). Ini yang mungkin tidak akan banyak mengganggu, karena toh untuk melakukan komentar, tak perlulah rasanya menggunakan HTML tag yang berlebihan. Dan setahu saya, bagi yang menggunakan sistem komentar standar (bukan “plug-in” atau script tambahan), maka fasilitas ini akan selalu aktif.
  2. Semua link yang diberikan, akan dengan sendirinya di beri label/tag tambahan rel="nofollow". yang akan menghentikan laju spiderbot atau crawler untuk mengikuti link yang kita maksud. Apa itu crawler, sudah sempat kita bahas di “Mungkin Seperti Ini Cara Dia Melihat : SEO”. Sebenarnya ini sangat tidak bermasalah kecuali kawan-kawan yang memang menghilangkan tag tersebut supaya ingin juga memberikan backlink kepada siapapun yang berkenan memberikan komentar. Pembahasan ini, mungkin bukan disini tempatnya, banyak yang harus dibicarakan lebih lanjut.
  3. Notifikasi berupa e-mail untuk setiap komentar yang dberikan. Dengan begitu, kawan-kawan bisa dengan mudah mengetahui siapa saja yang telah melakukan komentar. Dan jika ditemukan SPAM, maka hapus komentar tersebut. Ya, untuk blog dengan lalu lintas rendah seperti blog saya ini, cara ini masih cukup efektif. Tapi untuk blog dengan lalu lintas tinggi, maka notifikasi seperti ini hanya akan membuat kotak surat e-mail kita penuh, dan harus dengan lapang dada, dihapus satu demi satu.
  4. Menggunakan CAPTCHA atau Verifikasi Kata yang akan langsung menghalangi komentar dari SPAM. Tapi selain itu –terus terang saja, sangat menganggu. Walau begitu, sampai saat ini, inilah filter terbaik yang bisa kita lakukan. Ya, setidaknya sampaikan maaf untuk pembaca blog kawan-kawan yang akan mengisi komentar, karena telah menyiapkan “pagar” yang terlalu tinggi.
  5. Menggunakan Moderasi Komentar, yang akan “menahan” komentar kawan-kawan untuk kemudian masuk ke dalam daftar moderasi yang setelah disetujui oleh penulis blog, barulah komentar kawan-kawan akan muncul. Cara ini yang akan kita bahas bersama-sama. Model ini bukan tanpa kekurangan, moderasi akan menghalangi pembaca untuk melakukan instant feedback, yang buat saya itu menggembirakan. Pertama, moderasi seperti semacam pembenaran atas posting kita, komentar akan ditahan dan di “seleksi” kelayakannya. Ah, menggelikan rasanya (ini untuk saya yang rasanya tidak pantas untuk melakukan moderasi komentar kawan-kawan). Lagi pula model moderasi yang diberikan Blogger tidak sama dengan model moderasi yang diberikan Wordpress. Wordpress menyajikannya dengan elegance yang tinggi.


Cukupkah lima poin ini ? Tentu belum. Kita yang menggunakan Blogspot sebagai hosting blog, masih sangat memimpikan penghalau lain untuk SPAM layaknya wordpress dengan Akismet-nya. Ya mungkin suatu saat. Toh permintaan kita (secara moral) kepada Blogger untuk menambahkan Inline Commenting System (Komentar langsung di bawah Posting), sudah ditambahkan oleh blogger, meski masih dimasukkan kedalam fasilitas draft dan sekarang sudah bisa kita nikmati.


Nah, jika memang kawan-kawan merasa bahwa moderasi komentar adalah cara terbaik, ada sebuah opsi baru yang ditawarkan oleh blogger yang mungkin sedikit lebih “sopan”, yaitu dengan mengaktifkan moderasi khusus untuk posting yang sudah lama. Dengan begitu, tidak setiap komentar akan di”tahan” dan menunggu persetujuan dari penulis blog, tapi hanya untuk posting-posting yang sudah lama. Cara seperti ini menurut saya cukup “masuk akal” (tolong di tanggapi dengan santai saja maksud kata-kata “masuk akal” ini). Begini, posting yang masih relatif baru, akan dengan dengan sendirinya muncul di halaman pertama. Otomatis, juga akan lebih mudah untuk melakukan pemantauan komentar, karena toh muncul di halaman awal. Maka dengan moderasi justru akan merepotkan kita sendiri. Tapi untuk posting lama, ya, itu perlu, karena posting ini akan “tersembunyi” dibalik halaman utama, dan memerlukan perhatian lebih. Saya kira ini adalah jawaban yang “terbaik” untuk bermacam keluhan (setidaknya sampai saat ini).


Dari Dashboard > Layout > Setting > Comments, kawan-kawan akan menemui form berikut


Moderasi Komentar Blogger


Saya tidak tahu, apakah angka “14 hari” ini tepat atau tidak, hanya saja angka ini muncul sebagai standard atau default dari blogger. Kurang atau lebihnya silahkan kawan-kawan tentukan sendiri. Terakhir, Save Setting. Saya ucapkan selamat dan terimakasih atas sedikit “kesopanan” yang bisa kita berikan. Selamat mencoba, bagi kawan-kawan yang ingin mencoba.



#PS : Meski begitu, saya tetap keukeuh untuk mengatakan,...


“Blogger (or Google)… Please… Give us Akismet or something like that”


[+/-] Selengkapnya...

Kode Beta Ping.fm


Ping.fm

Apalah lagi maksudnya sekarang? Kode beta ping.fm? Yup. Supaya tidak terlalu “kusut”, kita urai saja secara kontekstual judul diatas yang terdiri dari tiga kata yaitu Kode, Beta dan Ping.fm. Kata “kode” dan “beta”, sementara bisa kita sisihkan terlebih dulu. Sekarang kita tinjau dulu apa itu “Ping.fm”. Ping.fm adalah sebuah layanan ala “one-stop shopping”, yang kemudian bisa dengan serta merta kita “beri” sebuah julukan plesetan, tapi tetap sesuai konteks, yaitu “one-stop posting” :) . Nah mungkin dengan arti ini, kawan-kawan dan saya, lebih mudah mengerti apa yang Ping.fm sediakan. Kita lihat saja tag-line yang diusung oleh Ping.fm ini.

Ping.fm is a simple service that makes updating your social networks a snap.

Saya tidak memungkiri, terkadang.. ada saja kesulitan kita untuk melakukan posting di blog kita, ataupun sekedar update di layanan microblogging lainnya. Ping.fm mencoba memberi jalan keluar dengan merangkum seluruh kunci yang kita punya untuk memasuki layanan blog/social-network yang kita miliki untuk kemudian di buatkan satu kunci, yang dengannya, kita bisa masuki seluruh pintu-pintu blog/social-network tadi. Dengan begitu, proses update blog/social-network lainnya bisa dengan mudah kita lakukan dari satu tempat saja. Ping.fm. Tertarik??


Ping.fm, pertama kali saya lihat di sebuah status twitter seorang kawan. Disitu disebutkan bahwa posting status dilakukan melalui Ping.fm. Ini yang kemudian membuat saya ingin mencari tahu. Dan saya diantar oleh Google ke salah satu blog milik blogger yang kawan-kawan juga tentunya sudah mengenalnya, Kang Agus Hery atau yang kita kenal dengan edittag. Pada posting beliau beberapa pekan yang lalu, kang “edittag” menjelaskan tentang layanan ini, khususnya untuk cara posting di Blogspot. Saya harap sebelum melanjutkan, kawan-kawan juga menuju ke sana. Kang Edittag juga menjelaskan lebih lanjut mengenai cara posting di blogspot, dengan cukup padat. Sehingga setelah menyimak penjelasan beliau, saya tertarik untuk melakukan pendaftaran ke ping.fm. Hanya saja satu ganjalan teknis yang mengganggu adalah ketika kita mulai melakukan registrasi. Di awal registrasi, kita akan dihadapkan pada form seperti berikut ini.


Ping.fm Registration

Seperti biasa kita harus mengisi form tersebut. Tidak ada masalah untuk tiga baris pertama. Tapi apa maksud dari baris isian “Beta Code”?. Harus diisi dengan apa? Sedikit melirik ke atas, ternyata terdapat hyperlink menuju request beta-code form. Dan kita akan berhadapan (lagi) dengan format isian seperti dibawah ini.

BetaCode Request


Nah inilah yang dimaksud dengan Kode Beta. Tampaknya mudah. Tapi ternyata (yang saya alami) tidak semudah yang dibayangkan awalnya. e-mail akan dikirim langsung, ke inbox e-mail kita, lengkap dengan beta-code/Kode Beta yang kita inginkan. Sebagai informasi saja, saya melakukan request beta-code dan sampai hari ini, saya belum mendapatkannya. Nah itulah sebabnya pada posting beliau, Kang Agus Hery/Edittag memberikan kode yang beliau dapat yaitu “dreamofping” (tanpa tanda petik) supaya proses sign-up lebih cepat. Sayangnya, kode yang beliau berikan itu, sudah tidak valid lagi saat ini. Karena saya terlambat membaca postingan beliau, sekaligus sudah terlambat juga untuk menggunakan kode beta tersebut. Searching di google (saat itu) tidak mudah, banyak kode beta yang sudah saya coba, tapi ternyata sudah tidak valid. Sampai saya menemukan kode “pingadactyl”. Dan dari sini lah baru saya bisa melakukan registrasi/sign-up layanan ping.fm. (sampai saat ini kode ini masih valid).


Semakin kedalam, semakin saya mengerti maksud kata kang Agus dengan

Hanya dibutuhkan keuletan untuk menyetel hal tersebut.

Yup. Itu dia. Banyak layanan yang mampu di’tangani’ oleh Ping.fm. Dan supaya optimal, memang dibutuhkan keuletan melakukan setting untuk menggabungkan seluruh layanan blog/social network yang kita punya. Terhitung dari Layanan microblogging semacam twitter atau blogging layaknya Blogger, Wordpress.com, Tumblr, LiveJournal. Atau juga social-network seperti MySpace, hi5 dan Facebook semuanya bisa kita “kendalikan” dari Ping.fm (untuk update atau posting). Bukan hanya sampai disini, Instan Messaging seperti Yahoo! Messenger, Windows Live Messenger atau GTalk diklaim bisa dijadikan sebagai remote untuk mengontrol update atau posting ke layanan-layanan tadi. Untuk kali ini, memang tidak kita bahas, dengan sangat detil cara-cara posting melaluinya. Posting dari Kang Edittag yang padat tadi kiranya sudah cukup sebagai pengenalan kita terhadap bagaimana cara posting dengan Ping.fm. Tapi sebagai contoh sederhana, saya akan bawakan contoh bagaimana mengupdate status twitter dengan Ping.fm. Tentunya setelah proses registrasi selesai.


twitter Pada kolom pilihan “Social Service”, kita pilih layanan mana yang akan kita update status-nya (misalnya, saat ini saya akan update status Twitter saya), maka kita harus lakukan pengaturan untuk akun twitter.



Jika kita klik “Not Setup”, maka kita akan dibawa menuju ke form dibawah ini.

twitter 2

Setelah mengisikan Username dan Password, maka saat itu juga kita sudah bisa melakukan update status twitter melalui ping.fm di dashboardnya seperti yang terlihat dibawah ini.

twitter 3

Setelah selesai memilih layanan apa yang ingin kita update, menuliskan pesan/isi update, dan menekan tombol “Ping It”, maka selanjutnya kita bisa melakukan crosscheck apakah update status kita berhasil. Dan Ternyata…

twitter 4

Ya, berhasil terupdate. Bisa dilihat yang saya lingkari warna merah menandakan bahwa update status dilakukan dengan Ping.fm. Untuk layanan yang lain, tentu sedikit berbeda, tapi setidaknya (semoga) kawan-kawan mendapat gambaran bagaimana cara melakukan update status, atau bahkan posting blog. Jika Klaim Ping.fm mengatakan mereka mampu malakukan itu, maka sekarang tinggal kita, mau atau tidak menggunakan layanan ini.


Sengaja khusus untuk posting ini saya fokuskan untuk melestarikan update kode beta (beta-code) untuk registrasi/sign-up. Yang Jelas, sampai saat ini kode beta berikut masih valid.

pingadactyl


Jika kawan-kawan sudah mendapati kode beta ini sudah tidak valid, silahkan beri komentar, dan akan saya usahakan meng-update kode beta yang masih valid. Atau jika ada kawan-kawan yang mendapati kode-beta yang masih valid, silahkan di share disini. Terimakasih dan silahkan mencoba bagi yang ingin mencoba.




#PS :
  • Saya memanggil kang Agus Hery dengan panggilan Kang “Edittag” setelah pertanyaan saya melalui ShoutBox “Saya manggilnya apa ya? Kang Agus? Kang Hery? atau..” dijawab dengan sebuah jawaban bersahaja “panggil saja edittag :)”.


[+/-] Selengkapnya...

Efisiensi Sudut Ruang Blog di Blogspot


Tak perlulah dijelaskan lagi sebabnya pemilihan judul aneh diatas, postingan yang lalu sudah sempat saya ungkapkan sebabnya. Tapi jika ingin jelas, yang pasti kali ini kita akan berbicara tentang TabView Widget. Salam hormat setinggi-tingginya kali ini untuk Kang Agus Ramadhani (O-om) dengan TabView Widget buatan beliau, yang secara tidak langsung juga memacu keinginan saya untuk menulis ini. Untuk itu, sebelum "menggunakan" TabView Widget disini, tidak bosan bagi saya untuk menyarankan kawan-kawan untuk lebih dulu mencoba Widget dari O-om. (Again and again) Buatlah Blog saya ini menjadi Prioritas terakhir.

TabView Widget ini adalah buah dari salah satu library JavaScript, bernama jQuery, yang sekarang kemudian teradaptasi menjadi jQuery UI. Banyak yang bisa dilakukan dengan jQuery ini. Salah satunya adalah untuk membuat TabView Widget. Untuk yang belum mengerti apa itu "TabView Widget", bisa melihat hasil karya O-OM, atau Hoctro atau bisa melihat di hasil akhir nanti dibawah. Memang jalur yang ditempuh bisa bermacam-macam. Untuk jQuery seperti ini mulanya adalah ide Klaus Hartl, yang sekarang termasuk bagian dari jQuery UI project. Sebenarnya kita bisa saja meng-aplikasikan langsung dari situsnya (saya juga merekomendasikan). Hanya saja, saya khawatir Blog kita akan terlalu berat, mengingat effect yang dihasilkannya juga cukup beragam. Sehingga harus saya lakukan "pemadatan", dan sedikit modifikasi supaya lebih mudah kita pergunakan. Semoga TabView Widget ini dapat diterima dan ikut menghiasi kreasi kita. Tapi sekali lagi saya ingatkan "Selalu dahulukan efisiensi, daripada penampilan. Penggunaan javascript yang terlalu berlebihan, PASTI membuat blog kita semakin berat. Jangan buru-buru dipraktekkan, pertimbangkan dulu baik buruknya".

Sebelumnya harap bersiap-siap, pembicaraan kita kali ini akan sangat panjang.

Langkah ke-nol. Download file-file berikut, simpan, lalu upload ke server kawan-kawan :
Tenang, tidak perlu risau, file-file ini kecil ukurannya. File-file diatas, sebenarnya bisa saja langsung digunakan (saya mempersilahkan), hanya saja saya merekomendasikan agar kawan-kawan menggunakan server sendiri supaya (nantinya) tidak overload, karena dipakai bersamaan. Saran saya, gunakan Googlepages, yang menyediakan space untuk menyimpan file. Relatif lebih mudah bagi kita pengguna blogger, karena (seperti sudah pernah saya bilang) Googlepages, menggunakan Google ID juga, yang tentunya sudah dimiliki kawan-kawan pengguna Blogspot. Tapi sebagai contoh saya menggunakan alamat ini, jika kawan-kawan sudah meng-upload file tersebut, silahkan ganti URL-nya dengan alamat kawan-kawan sendiri (ingat, tempatkan di folder yang sama).

Yup, here there are...
  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard, Klik Layout > Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates". BACKUP templates kawan-kawan, lalu cari kode </head> dan letakkan kode dibawah ini diatasnya/sebelumnya :
    ”<!-- script tabview --><link href='http://eosscript.googlepages.com/ui.tabs.css' rel='stylesheet' type='text/css'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/jquery-1.2.6.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/ui.core.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/ui.tabs.js' type='text/javascript'/>
    <script type='text/javascript'>
    $(function() {
    $('#container-1 > ul').tabs({ event: 'mouseover' });
    $('#container-2 > ul').tabs({ fx: { opacity: 'toggle' } });
    $('#rotate > ul').tabs({ fx: { opacity: 'toggle' } }).tabs('rotate', 2000);
    });</script>
    <!-- script tabview ends -->

    (yang saya tandai warna merah itu, bisa diubah sesuai tempat kawan-kawan menyimpan file-file tersebut)
    Kemudian "save template". (jika gagal, ulang lagi dengan lebih hati-hati)

  2. Script sudah, sekarang tinggal memasukkan widget-nya itu itu sendiri. Klik Layout > Page Element lalu Add Page Element di tempat kawan-kawan ingin menempatkan widget ini. Biasanya sidebar lebih cocok. Pilih HTML/JavaScript kemudian Add To Blog. Di jendela pop-up HTML ini, masukkan salah satu dari tiga kode berikut :

    Kode A (Mouse Hover Trigger) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="container-1">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-1"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-2"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-3"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-1">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-2">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-3">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr></table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>

    Kode B (Fade Effect) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="container-2">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-4"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-5"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-6"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-4">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-5">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-6">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr></table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>


    Kode C (Auto-Rotate) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="rotate">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-7"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-8"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-9"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-7">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-8">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-9">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr>
    </table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>

    Setelah itu, lalu Save.

  3. Nikmati hasilnya. Proses belajar tidak pernah sia-sia kawan. Tidak percaya? Lihat hasilnya di bawah ini

{live-preview sudah dipindah}

(Preview disini hanya sementara, dan akan dihapus. Jika kawan-kawan sudah tidak mendapati contoh TabView disini atau tampilan yang tidak sesuai, silahkan lihat di sini, lalu lihat source halaman tersebut)

Fyuhh. Apakah sudah selesai? Bisa sudah bisa belum. Yang sekarang harus kita lakukan adalah mengisinya (mengubah Judul dan isi tab). Yang perlu kawan-kawan lakukan hanya mengubah Judul Tab (Satu, Dua, atau Tiga) dan Isi Tab (Isi Tab Satu, Isi Tab Dua, atau Isi Tab Tiga) pada masing-masing kode A, B maupun C.

Untuk Isi Tab, itu semua terserah kawan-kawan bisa diisi dengan apa saja. Gambar, Blogroll, atau sekedar teks. Tampilan bisa diubah, terutama bagi kawan-kawan yang mengerti css. Itulah sebabnya, ada baiknya file diatas tadi di download kawan-kawan sendiri, sehingga memungkinkan untuk melakukan modifikasi lebih luas. Jika gagal (sekali lagi) jangan panik. Lakukan restore template dengan backup-an kawan-kawan lalu mulai lagi dari awal, dan lebih berhati-hati.

Terimakasih sudah sudi meluangkan waktu sampai di ujung akhir tulisan ini. Saya mohon untuk memberi applause bagi O-OM dan Klaus. Selamat mencoba (bagi yang ingin mencoba).

#PS:
  • Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya MEMPERBOLEHKAN kawan-kawan untuk menghapus Link credit untuk Saya dan Klaus di bawah TabView Widget Ini. Hal ini adalah wujud komitment saya untuk tidak membuat "Hak Karya Cipta" milik saya. Kode diatas, diperbolehkan untuk diubah oleh kawan-kawan, termasuk Link Ke Blog Saya ini, juga BOLEH dihilangkan.
  • Ini sama sekali bukan kampanye untuk menghilangkan "Hak Karya Cipta". Saya berusaha tetap menghormati "Hak Karya Cipta" orang lain. Maka saya juga menghimbau kawan-kawan untuk tetap menghargai "Hak Karya Cipta" orang lain selain saya.

[+/-] Selengkapnya...

 
Terima Kasih Dunia Atas Segala Inspirasi dan Warna Suara . DuaRibuDuaBelas. MMXII . Firdaus™
Subscribe with Bloglines Blog