Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan

Google Page Creator : Sudah Di Ujung Tanduk



Tulisan ini tidak lepas dari apa yang pernah saya sampaikan sekitar hampir satu setengah tahun yang lalu tentang berakhirnya layanan Google Page Creator. Satu atau dua solusi pernah coba kita cari dan beberapa solusi itu mungkin ada yang cukup melegakan. Tapi ternyata, satu jalan menuju Roma tidak cukup. Masih ada banyak cara yang kita bisa ambil. Termasuk salah satunya adalah solusi migrasi yang ditawarkan Google [Blogger]. Sederhananya, ini adalah berita gembira, namun sekaligus peringatan terakhir sebelum file kawan-kawan yang berada di PageCreator benar-benar hilang nantinya.

Seribu maaf saya sampaikan karena saya tidak menyampaikan cara-cara migrasi secara detil disini. Tapi semoga rujukan yang dibuat Google di halaman ini, sudah sangat jelas dan dapat diaplikasikan langsung oleh kawan-kawan.

Kawan-kawan pengguna blogger (blogspot), yang belum melakukan migrasi (bila memang sempat menggunakan Google PageCreator) tentu mendapati semacam 'peringatan' di halaman Dashboard akun Blogger untuk segera melakukan migrasi.


Tapi hal ini sama sekali tidak perlu dikhawatirkan, karena sebuah alat-bantu bernama Template Fixer akan membantu kita untuk menemukan Blog-blog mana saja yang masih mempunyai 'hubungan' (mempunyai file yang berada) dengan Google PageCreator.



Dari sini, tentu saja setelah kawan-kawan login ke akun Google masing-masing, kita hanya perlu melakukan update referensi alamat baru dari source yang semula di Google PageCreator, ke tempat baru yaitu di Google Sites. Maka, semoga, semua sekam persoalan hosting file untuk blogger yang selama ini masih terombang-ambing bisa terselesaikan.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.


Hak cipta gambar "DEAD-END" ada pada funny-potato.com

[+/-] Selengkapnya...

Jump Break! : Hadiah Ulang Tahun Blogger


Mungkin seharusnya kita tidak perlu menunggu sampai sepuluh tahun untuk mendapatkan 'pertolongan' kecil pemenggal paragraf untuk tulisan kita di halaman posting blog. Istilah yang kita kenal dengan 'read-more' (kata yang sebenarnya tidak tepat) untuk memotong paragraf tulisan kita menjadi dua bagian yang dengannya kita akan dapatkan bagian 'cuplikan'(snippet) tulisan muncul sebagai pengantar menuju tulisan keseluruhan. Jika kawan-kawan pengguna Wordpress sudah bisa menikmatinya sejak awal, bayangkan betapa kawan-kawan pengguna Blogger/Blogspot akan 'terharu' jika baru sekarang mereka bisa menikmatinya. :)

1. What Is?
Apa yang pernah disampaikan Blogger sebelumnya bahwa mereka akan menerima impuls kritik dan saran dari penggunanya sudah sedikitnya terpenuhi. Kemampuan men'cuplik' tulisan yang selama ini hanya mengandalkan kejelian coder/scriptwriter yang memanfaatkan segala yang ada untuk mewujudkan hal ini sepertinya sudah dicukupkan oleh Blogger dengan melahirkan fitur baru yang mereka sebut dengan Jump Break! sebagai Hadiah atas Ulang Tahun Blogger yang ke-10. Tanpa perlu berpusing-pusing tentang apa maksud Jump Break!, kita telah dengan sederhana menyebutnya dengan "read-more" karena dengannya, maka tulisan yang ditampilkan di halaman depan Blog adalah cuplikan dari tulisan keseluruhan yang disertai link (read more..) dibawah tulisan tersebut yang akan membawa kita ke tulisan seluruhnya.

2. How To?
Untuk menggunakannya bisa dengan langsung menikmatinya di barisan editor tool di Blogger Draft atau jika kawan-kawan login dengan Blogger Dashboard biasa maka fasilitas ini bisa kita dapatkan dengan mengaktifkannys terlebih dahulu di bagian bawah halaman Setting >> Basic di Dashboard kita masing-masing dengan memilih "Updated editor".


Maka kemudian kita akan disuguhi dengan editor baru yang juga memuat fasilitas (tombol) baru Jump Break! di bagian paling kanan untuk 'memenggal' tulisan kita.


Untuk kawan-kawan yang terbiasa menggunakan Modus "Edit Html" untuk menulis (bukan Modus "Compose"), maka cukup dengan menambahkan kode berikut tepat di tempat dimana tulisan kawan-kawan harus dipotong.
<!-- more -->


Untuk mengganti kata "read more.." menjadi "Baca selanjutnya.." atau yang lainnya, kawan-kawan bisa mengubahnya di halaman Layout lalu Editlah Widget Blog Posts



3. And Then What..?
Lalu.. Ya, lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Mungkin inilah saat untuk kembali membenahi posting-posting yang telah lalu supaya tampilan blog kita (utamanya Halaman Utama) akan terlihat lebih rapi. Terutama untuk kawan-kawan (terutama saya sendiri) yang pada saat lalu menggunakan script-script lain untuk 'mengatasi' kekurangan Blogger ini. Tentu saja dengan fitur ini akan mengurangi beban penggunaan script yang selama ini sudah membebani halaman blog kita. Jangan khawatirkan feed dari posting kita. Penambahan fitur ini tidak mengubah akan berpengaruh pada kemunculan feed blog kita.

Dan tentu saja satu hal yang bisa kita lihat adalah bagaimana Tim Blogger telah mendengarkan feedback dari kita. Lagipula Jump Break! hanyalah satu dari sekian fitur baru yang Blogger sediakan atas hari jadinya yang ke-10 tahun ini. Blogger, Terimakasih.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

Google: Saudara-saudara, Silahkan Mengungsi!


Ya, evakuasi. Sudah sekitar sebelas bulan sejak pertama kali Tim Google mengumumkan bahwa Page Creator resmi Tidak Lulus Google Labs, dan harus segera dikebumikan. Penggantinya, Google Sites (selanjutnya akan saya sebut dengan "Sites"), sudah selesai diramu sebagai penggantinya. Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, produk baru pengganti 'barang lama' tidak selalu lebih baik (minimal dari satu sudut pandang). Keleluasaan di Google Page Creator yang sebelumnya cukup bisa diandalkan untuk menyimpan (hampir seluruh) jenis file, termasuk script-script tertentu, (sengaja) tidak disematkan Google pada produk penggantinya ini. Memang benar, bahwa banyak penyedia layanan hosting gratisan, yang masih cukup baik mau menerima beberapa kilobyte data script kita, tapi jelas itu TIDAK lebih memudahkan. Lalu bagaimana sebaiknya?

Sebentar saya ajak kembali ke beberapa hari yang lalu [tepatnya 12 hari yang lalu :p]. Sebenarnya ini hanyalah akibat kecerobohan kita (-saya lebih tepatnya) untuk tidak menyiapkan diri sesegera mungkin setelah pengumuman google waktu itu untuk mencari tempat berteduh lain bagi file-file yang sudah 'terlanjur' ter-upload itu. Mungkin kawan-kawan juga mendapat email yang sama dari Google, yang membuat saya mengharuskan diri untuk segera berbenah sebelum Page Creator benar-benar.. mati.

Email itu, singkat, tapi pengaruhnya bisa sangat panjang. Secara umum saja, Google mengatakan bahwa proses migrasi sebenarnya akan berjalan tanpa gangguan JIKA tidak terdapat file yang tidak bisa di-support oleh "Sites". Artinya, proses migrasi, akan secara halus memindahkan seluruh file kita di Page Creator ke "Sites" secara keseluruhan, TETAPI Google TIDAK BERTANGGUNG JAWAB jika file-file yang tidak didukung oleh "Sites" akan berjalan dengan benar a.k.a broken ("Sites" memang TIDAK MENDUKUNG script Java). Jadi, sebelum nanti 'rusak' dan kesulitan mencari penggantinya, lebih baik jika kita rawat baik-baik dulu file-file tersebut, dan kita tempatkan di tempat yang lebih aman. Setidaknya sampai Google mengijinkan "Sites" menerima file-file tersebut.

Tapi,.. Kang Jaloe pernah bilang pada saya, "Semakin dibatasi, semakin kreatif". Nah, mungkin beberapa solusi ini bisa kita pakai sementara (-semoga benar-benar sementara). Sebelumnya, saya hanya punya dua solusi, tapi telusur demi telusur ternyata fernando malah punya 4 solusi. Jadi mungkin inlah yang bisa kita lakukan.

1. Menempatkan script dalam template
Cara ini jelas sudah sering pula kita lakukan. Kelemahannya, tentu saja, template kita akan bertambah panjang dan butuh waktu lebih lama untuk mengaksesnya. Tapi, kata 'lama' tidak berarti memakan waktu sampai berjam-jam kok, dan yang terpenting Script kita masih berjalan sempurna. :)

Mudahnya di bagian header template (sebelum tag </head>, Ubah penautan (linking) script ke URL di hosting (misal, untuk kasus ini PageCreator) yang biasa kita tuliskan dengan :
”<script src='ALAMAT_URL_SCRIPT' type='text/javascript'></script>

script ini kita ganti dengan :
”<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
ISI_SCRIPT
//]]>
</script>


2. Menggunakan Gadget "HTML/Javascript" Bawaan Blogger
Disini kita akan membuat "section" baru untuk gadget di blog kita. Caranya, letakkan kode berikut dibawah tag <body> :
”<b:section class='myscripts' id'myscripts' />

Setelah template disimpan, kita pindah ke halaman Layout > Page Elements. Maka akan muncul 'section' baru untuk menambahkan gadget seperti biasa dengan "Add a Gadget" (Titles/Judul gadget HARUS dikosongkan). Lalu masukkan script tersebut seperti biasa dengan format:
”<script type='text/javascript'>
ISI_SCRIPT
</script>

Tambahan berguna dari fernando: Jika ingin menambahkan beberapa script di gadget yang berbeda maka kita dapat menambahkan syntax berikut sebelum tag </b:skin> (bagian CSS) :
”.scripts-container .widget h2 {display: none; visibility: hidden;}

Perlu diperhatikan bahwa terkadang Blogger 'keliru' menginterpretasikan tanda "<" and ">". Solusinya adalah dengan menambahkan 'spasi' sebelum dan sesudah tanda tersebut setiap kali (dalam script) muncul tanda itu. Sebagai contoh :
sebelum : for(var i=0;i<spans.length;
sesudah : for(var i=0;i < spans.length;

3. Mengubah file .js menjadi .txt
Sebenarnya fakta inilah yang paling menyenangkan. Bahwa sebenarnya file javascript (.js) pada dasarnya hanyalah file teks biasa (.txt). Jadi dengan mengubah ekstensi .js menjadi .txt solusi bisa kita dapatkan.
Cara menggantinya, ya tinggal di-rename saja :P setelah itu (kemungkinan besar) penyedia layanan hosting akan dengan senang hati menerima file "teks" kita tersebut. (Termasuk Google "Sites" ya kan..).
Dan untuk memanggilnya kita gunakan :
”<script type="text/javascript" src="ALAMAT_URL_SCRIPT.TXT" />

Selesai. Dan yang terakhir,

4. Menggunakan AJAX Libraries API milik Google
Beberapa script yang kita gunakan terkadang hanya dapat bekerja dengan menggunakan Library yang sudah disediakan, Seperti jQuery, MooTools, atau yang lainnya. Nah, beruntung kita karena Library API milik google terbilang lengkap. Jadi, kita dapat menggunakannya tanpa harus mengupload library kita sendiri.
Caranya letakkan syntax berikut sebelum tag </head> :
”<script src='http://www.google.com/jsapi'/>
<script>
google.load("library if available", "version");
</script>

Dan.. selesai.

Cara 1-4 diatas saya susun berdasar tingkat kemungkinan dan kemudahan pemakaian. Tapi, jika saja memang bahkan seluruh cara diatas dirasa terlalu merepotkan. maka cara pamungkas ini adalah cara termudah yang bisa dilakukan sebagai pengganti Page Creator. Yaitu,

5. Upload Script kita ke penyedia Hosting :p
Disini, semua perkara selesai. Kecuali, fakta bahwa terkadang provider hosting 'gratisan' (kita berusaha menggunakan gratisan karena toh Page Creator juga gratis) selalu menyimpan udang dibalik batu, maksudnya terkadang pembatasan bandwidth akan cukup mengganggu dan terkadang syarat-syarat menyebalkan lainnya. Kawan-kawan bisa mencarinya dengan Google. Sekedar saran kawan-kawan bisa gunakan fileave atau fileden. Kelebihan dan kekurangan masing-masing bisa kawan-kawan nilai sendiri.

Pyuhh.. Yah mungkin itu yang bisa kita lakukan. Selamat Jalan Page Creator..
Dan untuk Google, yang kita harapkan adalah penggantian yang menguntungkan. Memang Google Sites sama sekali tidak buruk. Kawan-kawan bisa lihat contoh yang telah saya coba buat disini. Memang benar bahwa membuat situs secara utuh akan sangat dimudahkan. Tapi, situs tanpa pernak-pernik bantuan javascript rasanya... kurang mensyukuri. :)

Semoga bermanfaat. Ditulis sebagai pengingat untuk saya dan yang membutuhkan. Terima Kasih.

[+/-] Selengkapnya...

Bahkan Google Sempat Koma Karena MJ


"The King Has Died", mungkin agak familiar dengan pecinta Worldcraft. Tapi kalimat ini, kali ini, bukan menandakan bahwa seorang raja koloni baru saja mangkat, melainkan berita yang benar-benar terjadi dua hari yang lalu. Ini tidak menandakan bahwa saya adalah pecinta berat Michael Jackson. Saya hanya punya 1 CD (dan satu-satunya) album bertajuk "Dangerous" (waktu itu saya beli karena '1 lagu yang diiringi gitar Slash'), dan beberapa kawan yang benar-benar 'fans' penyanyi bersuara 'countertenor' ini.

Google dengan lebih dari satu juta server (SATU JUTA!!) sebenarnya memang dipersiapkan untuk ledakan pengunjung yang "tiba-tiba" (dalam waktu singkat -red) secara bersamaan 'mencari' sesuatu. Meninggalnya "The King of Pop", dan "King.." lainnya tentu sudah diperkirakan akan menyebabkan Search Engine kalang kabut memenuhi 'querry keyword' pada satu waktu. Tapi mungkin, yang Google tidak antisipasi adalah bahwa intensitas pencarian yang se-melimpah itu. Blog resmi Google sampai harus 'agak malu' menceritakan bahwa sekitar pukul 2-3 sore tanggal 25 Juni 2009 yang lalu, selama sekitar 25 menit Google News sempat 'koma' dan tidak berhasil melayani rombongan pengunjung.

Michael Jackson Queries
Jadi mungkin Lain kali Google harus lebih banyak bersiap diri. Server sebanyak SATU JUTA itu ternyata masih saja kurang. Memang tidak akan terjadi setiap hari 'ledakan' semacam ini, hanya saja, sudah sebuah kepastian bahwa setiap jiwa pasti akan pergi.

Ini sekaligus pelajaran berharga untuk Facebook yang masih saja 'pelit' mengeluarkan dananya untuk memperbesar jumlah Servernya. Padahal kita tahu betul Facebook sekarang, sama sekali berbeda dengan Facebook 1 atau 2 tahun yang lalu. Ehm.. soal Social Network satu ini mungkin akan kita bahas selanjutnya.

So Google, prepare yourself. But Thank You Anyways :) And For you KING, Farewell...


[+/-] Selengkapnya...

Tim Blogger Ikut Program Adsense (?!)


Belum bisa saya pastikan kapan dimulainya dan dengan sebab apa Tim Blogger juga mendaftarkan halaman administrasi kita di blog*spot, tapi yang pasti Blogger yang diasuh Google ini seperti yang sudah sadar bahwa dia (google) telah membuat banyak orang mampu me-regenerasi dana mati menjadi aliran yang (seperti) tanpa henti dengan Adsense. Karena tidak ter-eksploitasi dengan terbuka, Iklan Adsense di halaman yang muncul setelah kita mempublikasi sebuah tulisan membuat gelagat ini tidak terlalu mencuri pandangan mata.


Mungkin Tim Blogger juga mengikuti saran dari beberapa Master Publisher Adsense yang seringkali mengatakan "Letakkan blok adsense tersebar merata di halaman posting maupun halaman utama". :)

Kalau saja Google, bahkan harus menyelipkan 'usaha' terbaiknya untuk memenuhi halaman dengan APAPUN yang berguna (Economically) itu berarti kita-pun jauh lebih berhak memanfaatkan APAPUN yang coba Google berikan.

Yup, selamat bergerilya Tim. Kita berharap saja supaya meningkatnya pendapatan akan juga meningkatkan tingkat 'pendengaran' atas feedback-feedback yang selama ini telah kita sarankan pada Tim Blogger. Semoga saja.

[+/-] Selengkapnya...

Lagi, dari Blogger in Draft


Bloggger In DraftJika memang saya tidak salah lihat. Bahkan tadi malam, belum ada yang berubah dari tampilan dashboard blogger. Tapi siang ini, muncul 'selipan kecil' di sebelah kiri daftar nama blog yang kita buat di dashboard saya. Selidik punya selidik, ternyata memang Blogger in Draft baru saja 'meluluskan' dua dari sekian 'murid didiknya'. Tapi sayang, sejujurnya, setidaknya oleh saya, fitur baru ini tidak se-menggelegar lulusan lainnya semacam "embedded-comment form" yang pernah Blogger luncurkan.

Mungkin, untuk yang memang membutuhkan, fitur ini dinilai cukup membantu. Produk pertama, yang tentunya langsung tampak di halaman utama dashboard kita adalah munculnya dua ikon di sebelah nama blog kita, untuk memfasilitasi penulisan blog melalui media e-mail dan handphone (mobile). Jelas sekali Blogger seperti hanya mengeluarkan 5% dari kemampuan peningkatan fiturnya (terutama pada penambahan fitur kali ini). Kenapa, karena sebenarnya, ikon yang muncul ini hanyalah 'shortcut' yang sebenarnya bisa kita akses di ruang setting blog kita sebelumnya. Blogger Buzz menyebutnya "Post On The Go". Tentu istilah ini tidak lagi asing. Secara sederhana, fitur ini (berusaha) membantu pengguna blog yang ingin melakukan posting dengan perangkat apapun, selain PC yang lazim kita gunakan, sehingga diharapkan muncul banyak kesempatan untuk tetap 'melanggengkan' penulisan blog itu. Saya pribadi, menggunakan fasilitas ini untuk blog foto yang tentu dengan sangat mudah masuk akal, akan membantu karena potongan-potongan gambar yang saya temui di jalan, akan dengan mudah terabadikan di tempat ini. Itu untuk fitur pertama.

Lalu produk kedua adalah 'tampilan' hasil pendapatan Google AdSense (live earning data) yang sudah kawan-kawan dapatkan dari blog ini. Memanfaatkan AdSense API, dashboard kita akan dibubuhi tampilan secara langsung, seberapa besar pendapatan kita sampai dengan hari ini. Memang, fitur ini hanya muncul pada blog-blog yang memang di monetisasi dengan Google Adsense. Karena 'kebetulan' saya tidak melakukannya, maka dashboard saya tidak dijejali kemunculan tulisan indah ini. :P

Lalu, jika memang harus menyimpulkan lagi (untuk kedua kali). Tetap saja masih sangat dirasakan bahwa INI hanyalah sedikit dari banyak kemampuan yang masih bisa dilakukan pihak Google (blogger). Antrian panjang menunggu 'Spam Counter' semacam Akismet di Wordpress, atau harapan (entah berlebihan atau tidak) diberikannya 'Permalink Custom' untuk tiap-tiap posting blog setidaknya sampai saat HARUS jadi PR penting untuk Google dan/atau Blogger.

Google.. selamat mengerjakan. :)

[+/-] Selengkapnya...

Integritas yang (semoga) menguntungkan


Ini bukan salah satu upaya penggalangan suara supaya kita bisa duduk di kursi parlemen. Tapi mungkin setidaknya akan agak serupa juga upaya yang pihak blog*spot atau Google lakukan dengan (yang saya hormati) para calon legislatif yang sedang berusaha menjadi yang terpilih untuk memanjangkan suara yang terwakilkan padanya. Hanya saja jika menjadi anggota legislatif adalah tugas ang terlalu berat untuk dijalankan (oleh saya tentunya), tapi sekiranya mengumpulkan suara sekedarnya untuk gadget yang akan kita bicarakan ini tentu tidak se-berat menjadi calon anggota legislatif. Karena menjadi representasi adalah perkara rumit.

Jika sekitar bulan agustus 2008 tahun lalu Blog*spot mengeluarkan Followers Gadget untuk membantu pembaca blog mengetahui tulisan-tulisan terbaru dari blog yang ia "ikuti", maka mulai 2 hari yang lalu (tentu sejak saat itu ada yang berubah dengan 'Followers Gadget' kita) blog*spot "menggantinya" dengan Gadget yang sebenarnya juga telah ada sebelumnya, Google Friend Connect. Sama saja seperti halnya calon anggota dewan pilihan kita yang tidak ingin kehilangan suara hanya karena sedikit perubahan metode kampanye, maka begitu pula dengan Gadget ini. Lebih tepatnya adalah Follower Gadget terintegrasi dengan Google Friend Connect. Karena followers (Khusus blog ini saya menyebutnya "FELLOW"ers) yang telah lalu pun juga ikut 'terboyong'.

Baik atau buruknya, tentu akan lebih mendekati kebenaran jika kawan-kawan sendiri yang menjawab. Satu alasan ter'baik' (mungkin) yang ingin blog*spot/Google usahakan adalah melebarkan daya jangkau pembaca yang juga ingin mengikuti perkembangan tulisan blog tersebut tapi bukan dari partai platform blog yang sama, bahkan platform akun bukan blog sekalipun. Lalu apa, seolah seluruh suara (minimal) bisa ditampung. Kuncinya ada pada OpenId tentunya. Wordpress, Typepad bahkan AOL, Yahoo! jelas tidak akan lagi harus bersusah payah mencari cara mem-bookmark blog yang ingin diikuti.

..

Tapi,.. sesungguhnya ini yang ingin menjadi poin tergaris bawahi oleh saya. Sebuah pertanyaan (yang sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan). Jika program (GFC) ini sukses -menggabungkan pembaca dalam sebuah wadah (yang dibuat oleh Google juga). Apakah tidak mungkin, luasnya kesempatan yang ia (you-know-who) berikan menggunakan SATU perangkat, adalah sempitnya ruang gerak kita di web. Media bookmarking yang lain.. stumbleupon, Digg, LintasBerita atau yang lainnya apa masih diperlukan?. Yah,.. semoga saja ini baik.

ps: sebagai tambahan (yang mungkin bisa dianggap 'baik'nya fitur ini), lihat apa yang bisa Google Friend Connect terhadap Sistem Komentar untuk blog kita, dari tulisan Antonio.


[+/-] Selengkapnya...

Google Page Creator Tutup Usia


Saran saya, gunakan Googlepages, yang menyediakan space untuk menyimpan file. Relatif lebih mudah bagi kita pengguna blogger, karena (seperti sudah pernah saya bilang) Googlepages, menggunakan Google ID juga, yang tentunya sudah dimiliki kawan-kawan pengguna Blogspot
Google SitesEntah sejak kapan, mungkin saya ketinggalan zaman. Tempat yang sering saya andalkan, terutama ketika kita sedang belajar. Ketika kita sedang membutuhkan hosting "kecil-kecilan" untuk sekedar menempatkan 1-2 file kecil untuk blog kita, ternyata telah menutup usianya lebih dini. Google Page Creator, yang pasti hari ini dan seterusnya, tidak akan menerima pendaftaran pengguna baru. Eksperimentasi Google yang mungkin lebih kita kenal dengan Googlepages ini, akan terus berda dalam Google Labs dan tidak akan pernah "lulus" dari "penggodokannya". Kata-kata yang saya kutip diatas, tak lain adalah kata-kata saya, yang dengan semangat juang 45 menawarkan sebuah opsi untuk tidak mengkhawatirkan kesulitan menyimpan file-file kecil, karena Google menyediakan tempatnya. Jika saja waktu itu, yang belum membuat akun baru, langsung mendaftar, maka mungkin kawan-kawan belum terlambat. (setidaknya saat ini masih berguna)

Tapi ini semua bukan tanpa sebab. Mengenai hal ini, Google mengutarakan bahwa Page Creator berhenti hanya sampai "kawah-candradimuka" (baca: Google Labs), karena Google ingin berkonsentrasi pada penggantinya, yang sebenarnya sudah juga bisa kita pergunakan, yaitu Google Sites. Perkenalan awal saya dengan Google sites, sekilas mengingatkan saya pada interface iGoogle. Karena belum terjelajahi dengan baik, maka pembicaraan tentang Google Sites, tidak bisa kita lanjutkan sekarang, mungkin lain kali.

Lalu bagaimana dengan pengguna Googlepages yang lama? Resapi saja kata-kata google berikut :
If you are currently a Page Creator user, you can continue to use Page Creator and your pages will automatically be transitioned to Google Sites later this year. We are committed to making this transition as smooth and easy as possible, and we will post more details as we get closer to the transition time. You can also manually move your web pages from Page Creator to Google Sites or other service providers at any time.

Diusirkah kita..? entah. Tapi semoga nanti pada akhir tahun, jangan sampai ada keluhan jika sampai diusir paksa. Karena penggusuran paksa seperti ini tidak pernah mudah direlakan begitu saja.


Mungkin manajemen pemindahan layanan oleh Google ini sedikit boleh dicontoh. Setidaknya, Google sudah menyediakan tempat lain untuk relokasi setelah "penggusuran". Dan jika dihitung sejak bulan ini, itu berarti tenggang waktu yang diberikan adalah sekitar lima bulan, sebelum kita harus rela "barang-barang" kita "dikemasi" dengan Buldozer.

[+/-] Selengkapnya...

Bahkan Tanpa Judul Pun Tak Apa-apa


twistori

Rencana awal memang hanya ingin sekedar mencari cara paling efektif meletakkan "microblog" berlabel twitter di salah satu ruang di sidebar, sambil sedikit minta pendapat mas riasmaja dan Jovie. Sembari "rerembug" atau "rembugan" kecil-kecilan saya menyengajakan diri membolak-balik Google hanya dengan satu kata kunci yaitu "Twitter Widget". Memang sebelumnya sudah ada di bawah, hanya ingin mencoba mencari yang lain lagi.

Ternyata memang Google memberi terlalu banyak dan sampailah mata ini tertuju pada satu situ bertajuk "twistori.com". Sangking uniknya langsung saya hentikan pencarian itu dan ingin berbagi tentang ini. Ide dasarnya simpel saja yaitu mengumpulkan semua tweet dari banyak user twitter yang diawali dengan kata "i love","i hate","i think", "i believe", "i feel" dan "i wish". Ternyata dari ide sederhana ini muncul (di pikiran saya) semacam streaming perasaan dan harapan dari (anggap saja) seluruh belahan dunia. Atau jika mau dipersempit, belahan dunia yang menggunakan bahasa inggris tentunya.

Terasa betul konsep Web2.0 disini. Tidak perlu panjang lebar. Silahkan melihat jika ingin melihat. Sampai disana nanti, klik saja satu dari ke-enam "persoalan" tadi, maka beberapa saat kemudian akan muncul sederetan tweet.

Twistori

Sudah itu saja



#PS : Tapi jika ada dari kawan-kawan yang ingin memberi solusi untuk saya. soal twitter. Pasti akan dipertimbangkan.

[+/-] Selengkapnya...

Mungkin Seperti Ini Cara Dia Melihat : SEO


Lynx Browser Michael Corleone : "Keep your friends close, but your enemies closer".

Itu bukan kata-kata saya, tapi kata michael yang dinilai sebagian orang sebagai contoh kentalnya budaya sisilia. Tapi itu juga cuma ada di The Godfather. Sembari simpang siur sekaligus ingin saya bercerita bahwa yang sedang saya gunakan untuk menulis ini adalah Windows Live Writer yang saya mendapat rekomendasi (secara moral) dari kang jaloe di salah satu posting di blog beliau. Tapi untuk kali ini, bukan itu yang sedang ingin saya ceritakan. Alih-alih mencoba WLM, saya teringat bahwa pernah di posting yang lalu mengenai cara Google menilik isi situs/blog kita, dengan membandingkan dua layout yang berbeda. Ini yang kemudian mengingatkan saya pada LYNX Browser. Sebuah Browser keluaran the Lynx-Dev Group yang sama fungsi dengan browser macam FOX atau IE. Hanya saja Lynx tidak menampilkan bagian lain dari sebuah situs, selain teks-nya saja. Lalu apa nikmatnya browsing dengan Lynx??..


 

Ada, walaupun mungkin akan menjadi terlalu tidak realistis, jika bandingannya adalah kenyamanan berselancar yang akan jauh berkurang karena warna-warni itu kemudian hilang. Sekedar mencoba mengerti, apa dan siapa yang menjadi “musuh” atau “kawan” kita. Asumsi ini, seakan muncul terutama untuk kita yang sedang berusaha semaksimal mungkin untuk memberi umpan Spiderbot milik search engine (Google terutama) untuk melahap semua isi situs/blognya. Siapa lagi nih Spiderbot?? Sudah jangan terlalu ambil pusing, bisa-bisa nanti kawan-kawan sakit. Anggap jika Google adalah kantor pencatatan sipil, maka Spiderbot inilah persona (orang) yang melakukan sensus, mengetuk satu-persatu pintu rumah situs/blog kita. Sayangnya, Si petugas ini agak saklek :) banyak maunya dan agak rewel. Sebentar saja tidak dibukakan pintu, lewaat.. langsung ketuk pintu rumah sebelah. Begitu kira-kira sikap mereka. Bukan hanya itu, sebelum berangkat ke medan per-sensus-an. Spiderbot juga sudah dibekali penataran oleh Bos Besarnya (baca: Google). Semua yang tidak dianggap penting untuk proses indexing, disingkirkan jauh-jauh. Nah, gambar, javascript, flash dan sebagainya itu termasuk yang tidak mampu mereka indera.

 

Sedikit kembali ke kata-kata michael, ya sudah, kalau begitu ada baiknya kita mencoba melihat apa yang Spiderbot lihat. Menurut keterangan Google sendiri, Crawler (nama lain Spiderbot) mereka melihat sebuah situs, kurang lebihnya sama seperti cara Lynx ini melihat sebuah situs/blog. Supaya tidak terlalu pusing, berikut adalah screen shoot dari bagaimana “kira-kira” Crawler (bukan hanya milik Google) melihat. Kalau biasanya kita melihat ini :

Google

Kalau ini cara LYNX Melihat Google. Ya.. mirip-mirip laaah…. :)

 Lynx Browser

Beginilah crawler melihat http://www.google.co.id (rumahnya sendiri). Cuma ada beberapa warna yang tentu kita akan sangat mudah membedakannya. Silahkan konsentrasi pada dua warna saja, yaitu HITAM dan BIRU. Kedua warna inilah yang akan masuk ke daftar catatan Crawler untuk nanti siap dilaporkan ke Google untuk dilakukan indexing. Khusus untuk warna biru, adalah teks yang menyimpan hyperlink ke halaman lain. Nah, ini yang kemudian masuk ke catatan khusus lain yang nantinya akan menjadi bekal crawler lain untuk juga mendatangi situs/blog yang kita link. Begitu juga dengan pemicu lain, seperti Teks yang dipertebal, di garis bawahi atau juga yang terus berulang-ulang dan satu lagi adalah, biasakan mencantumkan “ALT Text” untuk tiap-tiap image/gambar yang kita pergunakan. Contoh diatas adalah buktinya. Logo Google yang sudah kita kenal itu, tetap muncul di LYNX dengan digantikan oleh teks “Google”. Itu disebabkan karena Image Google, disertai dengan ALT text. Ini mungkin memang bukan faktor terbesar, tapi setidaknya mendukung bagi mereka yang berkentingan. Semoga teringat saja dengan kata-kata saya tadi, yang sebenarnya adalah terjemahan kasar dari kata-kata pihak Google sendiri. “Crawler itu saklek”. Jadi untuk yang berkepentingan, ya berbaik-baiklah terhadap mereka. Mungkin Lynx bisa menjadi salah satu cara yang bisa dicoba. Jika spiderbot kesulitan membaca isi situs/blog kita, maka akan dengan sendirinya, situs/blog kita juga akan kesulitan untuk masuk ke daftar indeks Google atau search engine yang lainnya. Mungkin hanya sampai disini dulu. Jika Tuhan mengijinkan, nanti kita akan lanjutkan pembicaraan ini.

 

 

#PS :

  • Jadi apa gunanya kita mengerti cara Crawler melihat Blog kita untuk SEO (Search Engine Optimization) ? Jawabannya ada di pertanyaan itu sendiri, dan ada di kata-kata michael diatas. Masihkah ada cara yang lain. Ada. Add-on firefox contohnya. atau bisa juga mencoba ke situs ini. Selamat mencoba, untuk yang ingin mencoba.

[+/-] Selengkapnya...

Google Ganti Logo (Lagi) : Marc Chagall


Hari ini, Google mengganti logo "sambutannya" (lagi). Entah sejak pukul berapa, tapi saya baru mendapati perubahan ini baru saja. Seperti halnya penggantian logo yang lalu, dimana Google "memperingati" kelahiran Diego Rodrigues da Silva y Velázquez, kali ini Google juga menempelkan karya pelukis lain sebagai logo "selebrasi"nya. Dia adalah Marc Chagall (7 July 1887 – 28 March 1985). Lahir di Belarusia, yang ketika itu masih masuk dalam hirarki kepemimpinan Rusia. Lengkapnya, kawan-kawan bisa kenyangkan kepenasaran kawan-kawan di wikipedia tentunya. Atau jika inginmelihat karyanya yang lain silahkan merujuk ke Marc Chagall Online

Entah kenapa, Google selalu mengganti logonya disaat saya sedang tidak enak badan. Dasar Google. Mungkin inilah wujud apresiasi Google, terhadap seniman, terutama pelukis (update: seolah tahu benar bahwa saya sama sekali tidak mahir melukis).

Google LogoPertanyaan yang muncul dari saya pribadi. Kenapa harus memperingati? Kenapa harus seniman? dan kenapa pelukis (lagi)? Mungkin memang Google tertarik dengan Lukisan? Entah dari lukisan yang mana Google men'comot' lukisan Marc. Hanya saja ada sebuah lukisan beliau yang diabadikan pada selembar stained-glass yang kemudian di'pajang' di Markas PBB di New York (nun jauh disana) yang mencuri perhatian saya. Bagian lukisan tersebut menggantikan huruf "G" klasik milik Google yang biasanya menghiasi halaman depan Google.co.id Di browser saya. Sebagai informasi saja, saya menggunakan FOX3 (Moxilla Firefox 3) yang baru saja memecahkan rekor dunia Guinness itu. Dibawah inilah, karya beliau yang saya maksudkan.

U.Njangan lihat dua orang tersebut, tapi lihat latar belakangnya :)

Gambar utuhnya adalah ini :
Stainned-Glass
Jujur saya tidak berani berkata-kata lebih banyak tentang lukisannya. Karena pertama, saya bukan kurator lukisan. Dan kedua, saya mendapati kata-katanya "If a symbol should be discovered in a painting of mine, it was not my intention. It is a result I did not seek. It is something that may be found afterwards, and which can be interpreted according to taste.".

Ya sudah saja. Selamat menikmati, Entah kawan-kawan mengerti atau tidak tentang lukisan, Saya sendiri... Sama sekali tidak. :)

# PS :
  • Saya juga mendapati David Naylor menuliskan tentang ini, dan tentu saja ternyata dia sudah lebih dulu.

[+/-] Selengkapnya...

Mungkin Ini Pelipur Lara : Search Engine Optimization


Bukanlah sebuah optimalisasi penampakan pada mesin pencari, atau yang sering dikenal dengan SE-Optimization atau SEO yang serius, walau juga tidak bisa disebut, main-main. Jika kita ingat (itupun jika sudah pernah menyambah kemari), layout yang digunakan di blognya firdaus ini adalah sebuat layout berformat 3 Kolom bernama "Tropical-Retreat" yang dibuat oleh se7en. Tiga kolom tersebut terdiri atas 2 kolom sidebar, tempat seringnya kita menyematkan "Widget", dan 1 kolom Outter-wrapper (istilah yang dipakai bloggger.com untuk wilayah tulis atau Posting-Area). Tentu Juga dilengkapi oleh Header berpasangan dengan Footer-nya.

Jika kita lihat dari segi kenyamanan mata, tentulah saya juga akan setuju, jika penulisan posting yang ditempatkan di tengah halaman akan lebih nyaman terbaca. itu oleh mata kita, tapi tidak oleh pantauan Googlebot, dan Search-Engine Bot lainnya. Penulisan script HTML yang sedang kita pakai menggunakan alir satu arah dengan mengambil jalur kiri-kanan. Artinya ketika posisi posting tulisan berada di sebelah kanan sidebar, maka script HTML akan menempatkan posting-area di "bawah" script sidebar. Sedangkan sidebar paling kanan (sidebar-2) akan di lacak "setelah" posting-area. Dan yang paling akhir terendus Bot adalah Footer.

Selain untuk keperluan SEO (khususnya untuk blog dengan Host Blogger.com), pembaca blog yang ingin membaca postingan blog berlayout sejenis dengan blog ini (sekarang), akan mempunyai prioritas pertama sebelum browser mencerna seluruh script yang berada di Sidebar-area. Mengingat Widget yang umumnya kita pasang, adalah widget dengan kode bahasa javascript atau yang lainnya, yang akan menyebabkan waktu muat dipastikan melambat. Dengan cara ini, posting sebagai porsi utama penulisan Blog, akan muncul lebih dari bidang lain, kecuali header. Karena header jelas harus didahulukan, mengingat ia menyimpan sejumlah data sebagai penunjuk awal situs atau blog kepada Browser.

Berikut diagram alir pembacaan script untuk format 3 kolom, sebelum dan sesudah perubahan tata letak.

Sebelum Perubahan :
(Klik Untuk Memperbesar)


Setelah Perubahan :
(Klik Untuk Memperbesar)

Angka Romawi I -IV berserta gambar tanda panah, menunjukan alir "cara pandang" Search-Engine dalam meninjau script, begitu pula dengan Browser yang kita gunakan. Panah terakhir, adalah alir baca menuju Footer (tidak ditampilkan). Konsentrasi saja pada layout secara makro karena itu yang sedang kita bahas. Artinya hanya satu bagian yang saya tukar posisinya, yaitu sidebar 1 dan posting-area. Dari kedua aliran tersebut, jelas Alir Kedua (gambar bawah) akan memberikan kecepatan muat yang lebih tinggi. Jadi ini, bukanlah semata-mata SEO. Tapi juga, pemuatan posting-area yang lebih optimal bagi kita yang membaca. Lalu bagaimana dengan layout dengan 2 Kolom saja?. Jelas, itu lebih baik, tapi secara fundamental, kita mengerti beginilah mereka (-SearchEngine) mengintip halaman kita. Silahkan mencoba (bagi yang belum mencoba).

#PS :
  • Hanya sebagai pelipur lara.

[+/-] Selengkapnya...

Memancing "ikan" EURO di "laut" Google


Tadi malam, sekitar dua jam sebelum pertandingan final euro 2008 dimulai, terlintas ide untuk "mendahului" hasil yang memang belum ada. Sekedar perkiraan, sebelumnya sudah terkira bahwa, persis setelah pertandingan menunjukkan hasil, berjuta blogger (yang berkonsentrasi pada penyampaian berita tentunya) akan siap menuliskan "cerita" seputarnya. Dan prediksi itu (sepertinya) benar. Lihat saja sekarang, silahkan cari dengan "keyword" apapun yang berbau final, euro, result, hasil euro, atau apapun. Maka google siap menampilkan update-blog terbaru yang jumlahnya bukan satu-dua.

Alih-alih ikut memanaskan suasana, semalan saya menulis sebuah catatan prematur dengan judul/title "UEFA EURO 2008 Final Result" (postingan sebelum ini). Isinya, tentulah bukan 'hasil' yang sebenarnya (karena toh memang belum ADA hasilnya waktu itu). Dan hasilnya, pukul 9 pagi tadi saya sudah berusaha mendapatkan akses ke maya dan langsung menuju Google dan mengetikkan judul/title blogging semalam saya sebagai keywordnya dan hasilnya cukup membuat saya tersenyum-senyum sendiri.

Untuk pencarian "web" :


Untuk pencarian "blog" :


Pertama, untuk pencarian "web", saya menggunakan kata kunci yang sangat spesifik tepat seperti saya menuliskan judul. Dan hasilnya adalah 14 dari sekitar 230.000 situs yang juga terkait dengan kata kunci yang sama. Cukup bagus, untuk saat ini saja. "Pesaing" saya hanya tabloid-tabloid yang memang konsentrasi pada perkara ini. Sedangkan untuk Blog, mungkin sudah banyak, tapi tidak akan sebanyak siang ini.

Kedua, untuk pencarian "blog", hasil yang didapat lebih menggelikan. Dengan menggunakan kata kunci yang lebih "lebar", artinya tidak lebih spesifik yaitu "euro 2008 final result", blog ini malah duduk santai di posisi 2 dari 21.054 blog dengan penulisan katakunci yang sama.

Saya tahu betul bahwa hasil ini akan terus menurun dan akhirnya hilang termakan angin. Karena kita semua tahu saingannya adalah seriibu lebih majalah olahraga digital yang santer mengalirkan beritanya, plus SEO yang tentunya akan jauh lebih baik dari blog kacangan seperti ini.

Sebagai informasi, Googlebot (Tim "SAR" google) sempat memunguti data dari blog ini sekitar pukul 2, saat pertandingan sudah dimulai. Dan kebetulan (yang bukan benar-benar kebetulan), "sesajen" untuk mbah Google sudah saya siapkan di depan pintu. Hasilnya,... "sesajen" saya disikat juga. :)

Artinya,
"Googlebot tidak ikut menonton final EURO".
Kasihan.




#PS:
  • "Viva Espagnola" Bob. Semoga berdampak pada kinerja server Blog GSSTF.
  • Terimakasih semuasayangeko atas beritanya.


[+/-] Selengkapnya...

Model 3D Masjid Al-Haram Makkah di Google Earth


Namanya Omar Mougharbel -dalam ejaan bahasa inggris. Tahun 2006 tanggal 1 Desember, dia mengunggah (upload) sebuah model 3-Dimensi Masjid Al-Haram Makkah, ke Google SketchUp yang kemudian digabungkan dengan Google Earth. Entah mengapa gambarnya-lah yang di'terima' oleh komunitas Google karena 'kandidat' model yang lainpun cukup banyak. Mungkin, Google juga melihat reputasi Omar yang juga sebelumnya sudah cukup sering membuat Model 3D yang lainnya (lihat portofolio-nya).

Saya tidak tahu harus bersikap apa, menanggapi berita "basi" yang buat saya pribadi malah masih sangat "segar". Jika melihat tanggal peng-unggahan, 1 Desember 2006, berarti itu sudah 2 tahun yang lalu. Tapi saya baru tahu, padahal (kalau tidak salah) saya juga pernah "mampir" kesana setelah tanggal tersebut, tapi belum ada "pembangunan" model 3D-nya. Tapi supaya lebih adilnya, saya simpulkan, sudah saja mungkin memang saya yang belum pernah "kesana" lagi setelah 1 Desember 2006.

Gambar ini saya capture dengan Earth dari arah utara (menghadap selatan) ke arah Abraj Tower yang berada di selatan Ka'bah Masjidil Haram [berurutan dari atas ke bawah].

  1. Model 3D Masjid Al-Haram Makkah 1
  2.  Model 3D Masjid Al-Haram Makkah 2
  3. Model 3D Masjid Al-Haram Makkah 3
  4. Model 3D Masjid Al-Haram Makkah 4
Sebelum mengakhiri dan (jika ada yang mau) berkomentar, ingin saya sampaikan dulu sesuatu. Omar Mougharbel, tanggal 1 Desember 2006 saat dia mempulikasi model 3D-nya di Google Earth, mengaku berusia 13 tahun. Kurang percaya, sudah percaya saja, anggap Ia berkata jujur di situsnya.

[+/-] Selengkapnya...

Google ganti logo lagi. Firdaus jatuh sakit


Sekedar memberi saran jangan dulu terkecoh judul. Judul diatas terdiri dari dua judul yang sama sekali tidak saling berhubungan. Tapi judul diatas sangat erat dengan apa yang sudah saya ceritakan pada posting yang lalu. Ini mengenai dua hal yang sudah terjadi, yaitu perubahan logo oleh google dan perubahan suhu oleh saya he..he..

Mari kita mulai dengan yang pertama [semoga tidak terlalu panjang].
  1. Google mengganti logo : Sebenarnya Google bukan benar-benar mengganti logo [kesayangan]nya, lebih tepatnya adalah ikut memperingati seperti yang sudah pernah saya sampaikan pada tulisan yang lalu. Kali ini Google menggunakan lukisan karya Diego Velázquez atau lengkapnya Diego Rodrigues da Silva y Velázquez yang berjudul Las Meninas atau dalam bahasa inggris diberi judul The Maids of Honour, tentu saja Bahasa Indonesianya lebih baik Anda terjemahkan sendiri. Lukisan ini sering dianggap orang sebagai karya puncak Velázquez. Lukisan ini dibuatnya empat tahun sebelum ia meninggal. Mungkin karena saya tidak mengerti tentang lukisan jadi saya tidak pernah tahu dimana letak keistimewaan Velázquez. Tapi kalau boleh menebak. Ada satu yang saya anggap cukup 'berarti' [setidaknya oleh saya]. Yaitu munculnya cermin di dalam lukisannya, kalau diperhatikan lagi ternyata didalamnya juga tersimpan sebuah obyek lain yang juga seperti sedang menyampaikan makna dengan gestur tubuhnya. Ah, entahlah saya jelas-jelas bukan kurator lukisan. Silakan di 'lihat' dengan kacamata kita masing-masing. Tapi tetap menghargai kode etik lukisan itu sendiri tentu saja.Ini dia logo yang saya maksudkan. Gambar diatas adalah logo yang Google pakai pada hari Jumat 6 Juni 2008, sebagai peringatan atas pelukis lukisan ini, yang lahir tanggal 6 Juni 1599 M di Seville, Spanyol. Dan gambar dibawahnya adalah lukisan yang sebagiannya di'ambil Google sebgai logo 'selebrasi'nya. Entah esok siapa lagi ?!.
  2. Firdaus jatuh sakit : Ini dia bahasan yang lebih menarik dari sekedar urusan Google. Kalau google berubah logo, maka tubuh saya tiba-tiba berubah suhu. Mulanya sepulang dari Jatinangor malam itu, memang udara terasa lebih dingin dari biasanya, tapi saya fikir itu hal biasa, yang saya lupa adalah tempat duduk yang saya dapat di dalam elf waktu itu cukup bisa dibilang 'menghangatkan', tapi entah rasanya seperti duduk di dekat pintu dengan angin yang menderu dera [bahasa mana itu??]. Memang disadari sebelumnya tubuh sudah terasa 'berbeda' tapi tidak terlalu 'berbeda' sampai membawa ke keadaan sakit. Ah, mungkin tidak baik menceritakan sebuah kesakitan. Tapi singkatnya saya dinyatakan sakit oleh seorang laki-laki berjubah putih, rambut cepak rapih, janggut tipis, dan di pintu menuju ruangannya tertulis ""Dr. Alan". Orang yang terpaksa saya kenal, meski tidak pernah ingin kenal sebelumnya. Singkatnya dua gejala menghinggapi tubuh saya yaitu demam dan radang. Seperti biasa [yang saya tidak suka dari konsultasi ke dokter] menebus resep. Seharga Rp.37.500,- berisikan 4 macam obat generik yang ke-empat-empatnya bertakaran 500mg untuk masing-masing kapletnya. Dan baru kali ini, saya mendapat obat yang diminum 4 kali sehari. jadi minimalnya saya melarutkan 4x4x500mg atau 4 gram obat ke dalam darah saya. Lebih untuk membuat saya terus tidur seharian. Dan membuat tulisan ini terlambat terbit, juga tulisan seorang Carstensz Dove tidak jadi terbit malam kemarin. Entah malam ini bisa muncul atau tidak bergantung pada siapa yang menang malam ini. Saya atau dokter itu.

[+/-] Selengkapnya...

Dasar Google : cuma ganti favicon baru, dibahas di banyak blog


Iya itu dia. Dasar Google. Maksud saya tak lain atas pernyataan diatas cuma permasalahan favicon Google. Favicon itu icon yang muncul pada tab internet browser kita sebagai "logo" halaman situs yang sedang kita baca [sudah tau!!].

Coba perhatikan favicon google yang muncul [saya lihatnya baru sekarang dan kebetulan saya pakai Firefox 2]. Memang sudah biasa Google mengganti favicon sekaligus logo Google itu sendiri di search engine-nya. Tapi biasanya.. [biasanya ya..], penggantian itu adalah bentuk Google memperingati atau mendukung Hari "apa" Sedunia. Misalnya saat kampanye "Global-warming", Google juga mengganti tema logon dan favicon-nya dengan yang lebih "matching" mungkin supaya tidak disebut salah kostum.

Karena penasaran, searching-lah saya dengan Google juga :D dengan keyword "favicon google", diurutan kedua muncul alamat blog yang saya anggap bisa memuaskan kepenasaran saya. Alamatnya ada di sini. Setelah baca-baca, ternyata mereka juga kebingungan, dan muncul opini macam-macam, ada yang bilang "Ini pasti browser Firefox-nya", pendapat ini bisa jadi benar, karena memang jika kita menggunakan Microsoft IE6 atau 7 untuk browsing, favicon Google 'biasa aja tuh' [KOREKSI : sekarang favicon Google yang baru juga muncuk di Internet Explorer 7]. Tapi ada juga yang berpendapat "Mungkin Google sedang pindah kepemilikan". Waah, pusing. dan ini sepertinya baru hari pertama, mungkin besok sudah berratus-ratus blogger menulis tentang perubahan favicon Google ini.

Sampai saat saya menulis ini, belum saya temukan 'penjelasan' dari Google sendiri. Entah jika sebenarnya ada, tapi saya tidak berhasil menemukannya. Sebenarnya sederhana saja, bisa jadi, pihak Google sudah bosan dengan favicon yang lama dan ingin mengganti dengan yang baru. Ya kan!. Atau tidak Ya kan! :D

Tapi ya begitulah Google. Sulit untuk tidak banyak dibicarakan. Dasar Google. :D

[+/-] Selengkapnya...

 
Terima Kasih Dunia Atas Segala Inspirasi dan Warna Suara . DuaRibuDuaBelas. MMXII . Firdaus™
Subscribe with Bloglines Blog