Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Jump Break! : Hadiah Ulang Tahun Blogger


Mungkin seharusnya kita tidak perlu menunggu sampai sepuluh tahun untuk mendapatkan 'pertolongan' kecil pemenggal paragraf untuk tulisan kita di halaman posting blog. Istilah yang kita kenal dengan 'read-more' (kata yang sebenarnya tidak tepat) untuk memotong paragraf tulisan kita menjadi dua bagian yang dengannya kita akan dapatkan bagian 'cuplikan'(snippet) tulisan muncul sebagai pengantar menuju tulisan keseluruhan. Jika kawan-kawan pengguna Wordpress sudah bisa menikmatinya sejak awal, bayangkan betapa kawan-kawan pengguna Blogger/Blogspot akan 'terharu' jika baru sekarang mereka bisa menikmatinya. :)

1. What Is?
Apa yang pernah disampaikan Blogger sebelumnya bahwa mereka akan menerima impuls kritik dan saran dari penggunanya sudah sedikitnya terpenuhi. Kemampuan men'cuplik' tulisan yang selama ini hanya mengandalkan kejelian coder/scriptwriter yang memanfaatkan segala yang ada untuk mewujudkan hal ini sepertinya sudah dicukupkan oleh Blogger dengan melahirkan fitur baru yang mereka sebut dengan Jump Break! sebagai Hadiah atas Ulang Tahun Blogger yang ke-10. Tanpa perlu berpusing-pusing tentang apa maksud Jump Break!, kita telah dengan sederhana menyebutnya dengan "read-more" karena dengannya, maka tulisan yang ditampilkan di halaman depan Blog adalah cuplikan dari tulisan keseluruhan yang disertai link (read more..) dibawah tulisan tersebut yang akan membawa kita ke tulisan seluruhnya.

2. How To?
Untuk menggunakannya bisa dengan langsung menikmatinya di barisan editor tool di Blogger Draft atau jika kawan-kawan login dengan Blogger Dashboard biasa maka fasilitas ini bisa kita dapatkan dengan mengaktifkannys terlebih dahulu di bagian bawah halaman Setting >> Basic di Dashboard kita masing-masing dengan memilih "Updated editor".


Maka kemudian kita akan disuguhi dengan editor baru yang juga memuat fasilitas (tombol) baru Jump Break! di bagian paling kanan untuk 'memenggal' tulisan kita.


Untuk kawan-kawan yang terbiasa menggunakan Modus "Edit Html" untuk menulis (bukan Modus "Compose"), maka cukup dengan menambahkan kode berikut tepat di tempat dimana tulisan kawan-kawan harus dipotong.
<!-- more -->


Untuk mengganti kata "read more.." menjadi "Baca selanjutnya.." atau yang lainnya, kawan-kawan bisa mengubahnya di halaman Layout lalu Editlah Widget Blog Posts



3. And Then What..?
Lalu.. Ya, lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Mungkin inilah saat untuk kembali membenahi posting-posting yang telah lalu supaya tampilan blog kita (utamanya Halaman Utama) akan terlihat lebih rapi. Terutama untuk kawan-kawan (terutama saya sendiri) yang pada saat lalu menggunakan script-script lain untuk 'mengatasi' kekurangan Blogger ini. Tentu saja dengan fitur ini akan mengurangi beban penggunaan script yang selama ini sudah membebani halaman blog kita. Jangan khawatirkan feed dari posting kita. Penambahan fitur ini tidak mengubah akan berpengaruh pada kemunculan feed blog kita.

Dan tentu saja satu hal yang bisa kita lihat adalah bagaimana Tim Blogger telah mendengarkan feedback dari kita. Lagipula Jump Break! hanyalah satu dari sekian fitur baru yang Blogger sediakan atas hari jadinya yang ke-10 tahun ini. Blogger, Terimakasih.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

Google: Saudara-saudara, Silahkan Mengungsi!


Ya, evakuasi. Sudah sekitar sebelas bulan sejak pertama kali Tim Google mengumumkan bahwa Page Creator resmi Tidak Lulus Google Labs, dan harus segera dikebumikan. Penggantinya, Google Sites (selanjutnya akan saya sebut dengan "Sites"), sudah selesai diramu sebagai penggantinya. Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, produk baru pengganti 'barang lama' tidak selalu lebih baik (minimal dari satu sudut pandang). Keleluasaan di Google Page Creator yang sebelumnya cukup bisa diandalkan untuk menyimpan (hampir seluruh) jenis file, termasuk script-script tertentu, (sengaja) tidak disematkan Google pada produk penggantinya ini. Memang benar, bahwa banyak penyedia layanan hosting gratisan, yang masih cukup baik mau menerima beberapa kilobyte data script kita, tapi jelas itu TIDAK lebih memudahkan. Lalu bagaimana sebaiknya?

Sebentar saya ajak kembali ke beberapa hari yang lalu [tepatnya 12 hari yang lalu :p]. Sebenarnya ini hanyalah akibat kecerobohan kita (-saya lebih tepatnya) untuk tidak menyiapkan diri sesegera mungkin setelah pengumuman google waktu itu untuk mencari tempat berteduh lain bagi file-file yang sudah 'terlanjur' ter-upload itu. Mungkin kawan-kawan juga mendapat email yang sama dari Google, yang membuat saya mengharuskan diri untuk segera berbenah sebelum Page Creator benar-benar.. mati.

Email itu, singkat, tapi pengaruhnya bisa sangat panjang. Secara umum saja, Google mengatakan bahwa proses migrasi sebenarnya akan berjalan tanpa gangguan JIKA tidak terdapat file yang tidak bisa di-support oleh "Sites". Artinya, proses migrasi, akan secara halus memindahkan seluruh file kita di Page Creator ke "Sites" secara keseluruhan, TETAPI Google TIDAK BERTANGGUNG JAWAB jika file-file yang tidak didukung oleh "Sites" akan berjalan dengan benar a.k.a broken ("Sites" memang TIDAK MENDUKUNG script Java). Jadi, sebelum nanti 'rusak' dan kesulitan mencari penggantinya, lebih baik jika kita rawat baik-baik dulu file-file tersebut, dan kita tempatkan di tempat yang lebih aman. Setidaknya sampai Google mengijinkan "Sites" menerima file-file tersebut.

Tapi,.. Kang Jaloe pernah bilang pada saya, "Semakin dibatasi, semakin kreatif". Nah, mungkin beberapa solusi ini bisa kita pakai sementara (-semoga benar-benar sementara). Sebelumnya, saya hanya punya dua solusi, tapi telusur demi telusur ternyata fernando malah punya 4 solusi. Jadi mungkin inlah yang bisa kita lakukan.

1. Menempatkan script dalam template
Cara ini jelas sudah sering pula kita lakukan. Kelemahannya, tentu saja, template kita akan bertambah panjang dan butuh waktu lebih lama untuk mengaksesnya. Tapi, kata 'lama' tidak berarti memakan waktu sampai berjam-jam kok, dan yang terpenting Script kita masih berjalan sempurna. :)

Mudahnya di bagian header template (sebelum tag </head>, Ubah penautan (linking) script ke URL di hosting (misal, untuk kasus ini PageCreator) yang biasa kita tuliskan dengan :
”<script src='ALAMAT_URL_SCRIPT' type='text/javascript'></script>

script ini kita ganti dengan :
”<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
ISI_SCRIPT
//]]>
</script>


2. Menggunakan Gadget "HTML/Javascript" Bawaan Blogger
Disini kita akan membuat "section" baru untuk gadget di blog kita. Caranya, letakkan kode berikut dibawah tag <body> :
”<b:section class='myscripts' id'myscripts' />

Setelah template disimpan, kita pindah ke halaman Layout > Page Elements. Maka akan muncul 'section' baru untuk menambahkan gadget seperti biasa dengan "Add a Gadget" (Titles/Judul gadget HARUS dikosongkan). Lalu masukkan script tersebut seperti biasa dengan format:
”<script type='text/javascript'>
ISI_SCRIPT
</script>

Tambahan berguna dari fernando: Jika ingin menambahkan beberapa script di gadget yang berbeda maka kita dapat menambahkan syntax berikut sebelum tag </b:skin> (bagian CSS) :
”.scripts-container .widget h2 {display: none; visibility: hidden;}

Perlu diperhatikan bahwa terkadang Blogger 'keliru' menginterpretasikan tanda "<" and ">". Solusinya adalah dengan menambahkan 'spasi' sebelum dan sesudah tanda tersebut setiap kali (dalam script) muncul tanda itu. Sebagai contoh :
sebelum : for(var i=0;i<spans.length;
sesudah : for(var i=0;i < spans.length;

3. Mengubah file .js menjadi .txt
Sebenarnya fakta inilah yang paling menyenangkan. Bahwa sebenarnya file javascript (.js) pada dasarnya hanyalah file teks biasa (.txt). Jadi dengan mengubah ekstensi .js menjadi .txt solusi bisa kita dapatkan.
Cara menggantinya, ya tinggal di-rename saja :P setelah itu (kemungkinan besar) penyedia layanan hosting akan dengan senang hati menerima file "teks" kita tersebut. (Termasuk Google "Sites" ya kan..).
Dan untuk memanggilnya kita gunakan :
”<script type="text/javascript" src="ALAMAT_URL_SCRIPT.TXT" />

Selesai. Dan yang terakhir,

4. Menggunakan AJAX Libraries API milik Google
Beberapa script yang kita gunakan terkadang hanya dapat bekerja dengan menggunakan Library yang sudah disediakan, Seperti jQuery, MooTools, atau yang lainnya. Nah, beruntung kita karena Library API milik google terbilang lengkap. Jadi, kita dapat menggunakannya tanpa harus mengupload library kita sendiri.
Caranya letakkan syntax berikut sebelum tag </head> :
”<script src='http://www.google.com/jsapi'/>
<script>
google.load("library if available", "version");
</script>

Dan.. selesai.

Cara 1-4 diatas saya susun berdasar tingkat kemungkinan dan kemudahan pemakaian. Tapi, jika saja memang bahkan seluruh cara diatas dirasa terlalu merepotkan. maka cara pamungkas ini adalah cara termudah yang bisa dilakukan sebagai pengganti Page Creator. Yaitu,

5. Upload Script kita ke penyedia Hosting :p
Disini, semua perkara selesai. Kecuali, fakta bahwa terkadang provider hosting 'gratisan' (kita berusaha menggunakan gratisan karena toh Page Creator juga gratis) selalu menyimpan udang dibalik batu, maksudnya terkadang pembatasan bandwidth akan cukup mengganggu dan terkadang syarat-syarat menyebalkan lainnya. Kawan-kawan bisa mencarinya dengan Google. Sekedar saran kawan-kawan bisa gunakan fileave atau fileden. Kelebihan dan kekurangan masing-masing bisa kawan-kawan nilai sendiri.

Pyuhh.. Yah mungkin itu yang bisa kita lakukan. Selamat Jalan Page Creator..
Dan untuk Google, yang kita harapkan adalah penggantian yang menguntungkan. Memang Google Sites sama sekali tidak buruk. Kawan-kawan bisa lihat contoh yang telah saya coba buat disini. Memang benar bahwa membuat situs secara utuh akan sangat dimudahkan. Tapi, situs tanpa pernak-pernik bantuan javascript rasanya... kurang mensyukuri. :)

Semoga bermanfaat. Ditulis sebagai pengingat untuk saya dan yang membutuhkan. Terima Kasih.

[+/-] Selengkapnya...

Mengaktifkan Kembali Comment Pagination


Mungkin senyum disamping inilah yang mewakili kegembiraan saya ketika akhirnya persoalan yang pernah meluap di twitter saya beberapa hari lalu terselesaikan sudah (atau setidaknya terobati setengahnya). Bermula dari banyaknya yang mendaftarkan blognya dalam Daftar Blog Do Follow Indonesia yang telah kita buat sebelumnya (terimakasih sebanyak-banyaknya), karena untuk memasukkan nama blog yang ingin didaftarkan saya mengharuskan pendaftaran melalui cara komentar seperti biasa maka tidak lagi dapat dielakkan komentar (sekaligus pendaftaran) yang dilakukan mencapai angka lebih dari 200. Padahal sudah diketahui bahwa untuk Blog dengan mesin Blogger (blog*spot) hanya mengijinkan maksimum jumlah komentar sebanyak 200 untuk tiap halamannya, dan untuk templates yang sudah banyak di'acak-acak' seperti template yang saya gunakan ini, maka komentar ke-201 dan seterusnya tidak dapat dilihat dengan mudah. Cara paling memungkinkan adalah dengan menggunakan komentar model lama, dan bukan 'embedded-comment form' yang sudah saya pakai sebelumnya.

Tapi ini tidak selalu terjadi pada setiap template. Hanya beberapa template saja yang sebelumnya telah banyak di kustomisasi yang akan kehilangan 'kemampuan' ini. Dan sayangnya, sejauh saya bisa mendapatkan informasi tentang ini, belum ada penjelasan yang jelas dari blogger yang menjelaskan masalah ini. Titik terang baru saya dapatkan (walau tidak sepenuhnya) setelah membaca komentar Amanda mengenai permasalahan ini.

Dan memang cara tebaik adalah dengan menelusuri satu persatu script yang hilang pada template saya, dibandingkan dengan template minima default yang masih 'bersih'. Yup, dan ternyata memang benar ada script yang (entah mengapa) hilang dari tempatnya, yaitu script yang menampilkan halaman komentar apabila komentar yang diberikan melebihi angka tertentu (dan blogger menetapkan angka 200).


Telusur demi telusur, ternyata terdapat beberapa baris script yang hilang. Dan setelah trial and error akhirnya berhasil ditemukan letak permasalahannya. Ternyata barisan script berikutlah yang tidak terdapat di beberapa templates yang sebelumnya sudah pernah terutak-atik (terutama sebelum embedded comment form dikeluarkan oleh blogger) :

”<b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>
<span class='paging-control-container'>
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>&#160;<data:post.commentRangeText/>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>
</span>

Jadi, jika kawan-kawan mengalami hal yang serupa dengan saya, maka yang harus dilakukan hanyalah mencari script berikut :
”<p class='comment-footer'>
<b:if cond='data:post.embedCommentForm'>
. . .

dan letakkan script yang saya sebutkan sebelumnya tepat diatasnya. Dan.. selesai.

Tapi tidak menutup kemungkinan kawan-kawan ingin meletakkan script tersebut di bagian selain dibawah blok komentar. Bisa jadi kawan-kawan ingin meletakkannya juga di bagian atas blok komentar. Yang paling penting harus dipahami adalah bahwa script/kode berikut ini:

”<b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>
<span class='paging-control-container'>
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>&#160;<data:post.commentRangeText/>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>
</span>

akan menghasilkan munculnya :

Jadi, peletakan ini tidak 'saklek' di tempat yang sudah saya sebutkan. Pertimbangan tempat terbaik yang tepat untuk menempatkan munculnya tampilan comment-pagination ini. Ada baiknya kawan-kawan memeriksa apakah syntax tersebut masih ada di tubuh script blog kawan-kawan. Jika memang masih ada, maka tidak ada yang perlu dirisaukan. Tapi jika syntax itu tidak ada, maka ini adalah solusi yang mungki kawan-kawan butuhkan jika suatu waktu jumlah komentar yang masuk lebih dari batas 200.

Yah, sekian saja dulu. Jika ada yang ingin dipertanyakan, semoga dapat saya jawab secepatnya. Atau jika malah ada yang sudah berhasil memodifikasinya menjadi sesuatu yang jauh lebih indah, tentunya akan sangat kita nantikan. Terimakasih dan Semoga membantu. :)

Hak cipta gambar "A Pleasant Child's Smile by Juca" ada pada www.dpchallenge.com

[+/-] Selengkapnya...

LaTeX Equation Editor untuk HTML


Tentu bukan satu atau dua kali sebenarnya saya sempat mengernyitkan dahi karena keingintahuan untuk menulis persamaan matematika dan/atau lainnya di tulisan blog atau halaman tertentu sebuah situs. Terlebih rasanya kurang lengkap jika pembahasan tentang cara penulisan referensi yang lalu tidak dibarengi dengan apa yang akan kita bahas sekarang. Bagi kita yang 'familiar' dengan penulisan tugas, makalah atau bahkan jurnal ilmiah (utamanya bidang sains dan teknologi) tentu tidak lagi mendapat kesulitan berarti untuk menuliskan persamaan-persamaan matematis (ehm... atau mungkin lebih mudah didengar sebagai.. "rumus") di software-software pengolah kata baik Microsoft Office atau OpenOffice sekalipun.

Kedua perangkat lunak yang sangat kita cintai ini (dengan sangat mengerti) telah memasukkan fitur equation editor untuk memudahkan kita menulis 'rumus-rumus' tadi dalam tulisan yang memang 'memaksa' persamaan ini untuk masuk kedalamnya. Kemudahan yang bisa kita dapatkan di software pengolah kata ini tentu membuat mereka (rumus-rumus ini) lebih sering muncul dalam file-file offline atau kalaupun terbuka online tulisan-tulisan indah ini akan dibundel dalam satu kemasan file yang terlebih dulu harus di-download. Dan biasanya tidak dalam ukuran file yang dapat dinikmati oleh pengguna layanan internet 'narrowband' (kebalikan broadband :P) yang koneksinya 'habis gelap terbitlah terang' (maksudnya, kalau mau sedikit lebih cepat, tunggu sampai malam tiba dan tidak semua orang berdesakan menggunakan internet) seperti saya. :)

Kemudian yang membuat kernyitan dahi ini tidak segera turun adalah persoalan bagaimana jika sesekali kita ingin menyematkan 1 atau 2 persamaan yang memang dirasa penting muncul di halaman blog atau situs kita? dan persamaan ini muncul online layaknya jika kita mencari tahu soal beberapa persamaan matematis di ensiklopedia bebas wikipedia itu. Persamaan-persamaan ini muncul persis seperti jika kita menuliskannya di file-file word-processor biasanya.

Usut punya usut dan telusur punya telusur, Alhamdulillah, akhirnya beberapa saat yang lalu saya mendapati (tentu saja atas kerja keras google semata) sebuah halaman berisikan 'online latex equation editor' yang tentunya serta-merta membuat saya segera kegirangan karena tercapainya keinginan menuliskan 'rumus-rumus' di blog atau situs tertentu sudah didepan mata. Memang sudah sangat dimaklumi bahwa penggunaan LATEX-script sudahlah menjadi kelaziman bagi mereka yang memang sering membenamkan hati dan pikiran mereka untuk menulis makalah, jurnal atau bahwa thesis yang selalu melibatkan persamaan-persamaan tertentu dalam tulisannya. Tapi sekali lagi, yang istimewa dari apa yang disuguhkan oleh Will Bateman dan Steve Mayer ini adalah fasilitas online editor yang tanpa harus meng-install script-script tertentu, penulisan persamaan tersebut langsung dapat digunakan.

Menuliskan persamaan semisal persamaan Schrödinger bergantung-waktu berikut, akan sangat mudah (meski jelas solusi-nya sendiri tidak kemudian ikut jadi mudah :P ) :



Atau ingin menuliskannya secara khusus untuk kasus partikel bebas dalam daerah satu dimensi dibawah pengaruh potensial V:



Tentu saja, contoh diatas sama sekali tidak menunjukkan bahwa hanya persamaan tertentu saja yang yang dapat kita buat. Persamaan apapun, baik itu matematis atau reaksi kimia sekalipun dengan mudah dapat kita buat. Halaman tersebut dapat diakses di sini. Sampai disana, kawan-kawan tidak akan disuguhkan 'ucapan selamat datang' yang bertele-tele, kawan kawan hanya akan dihadapkan pada 'selembar' halaman bersih dengan tools ala equation editor yang tentunya sudah sangat familiar. Jika sudah selesai dengan penulisan persamaan yang perlu dilakukan hanyalah menyalin seluruh HTML-script (atau bahkan script selain HTML) di bagian bawah dan letakkan di bagian tulisan yang kawan-kawan inginkan. Sebagai contoh persamaan Schrödinger diatas saya dapat dengan menyematkan script berikut tepat di tempat kawan-kawan bisa melihat persamaan itu berada.
”<a href="http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)@plus; V(x)\Psi(x,\,t) \," target="_blank"><img src="http://latex.codecogs.com/gif.latex?\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," title="\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," /></a>

Atau jika tidak ingin menautkan (me-link) persamaan tersebut ke halaman equation-editor ini, maka yang bisa kita lakukan hanya dengan membuang script berwarna merah dan meninggalkan script berwarna biru saja. Artinya kita hanya mengambil gambar persamaan yang kita butuhkan saja, sehingga menjadi
”<img src="http://latex.codecogs.com/gif.latex?\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," title="\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," />

Mudah... semoga mudah. Setidaknya ini memang memudahkan. Selamat mencoba kawan-kawan.

Aku tunduk pada kesempurnaanNya.

[+/-] Selengkapnya...

Penulisan Referensi dan Citasi : (AIP Style)


Jika pada pembahasan penulisan referensi atau citasi sebelumnya kita sedikit berbicara mengenai bagaimana (menurut Buku panduan penulisan oleh APA) seharusnya penulisan sebuah rujukan yang dinukil ke dalam tulisan kita, yang pada penggunaannya mencakup bidang ilmu-ilmu sosial, edukasi, engineering (keahlian tehnik) dan bisnis, maka rincian dibawah ini adalah sebagian dari modus-modus penulisan referensi khusus untuk bidang ilmu Fisika. Pilihan metoda penulisan ini disesuaikan dengan Panduan Manual AIP (American Institute of Physics), edisi ke-4, tahun 1990.

Meskipun terkesan merepotkan, dan setidaknya terlihat dari beberapa tanggapan kawan-kawan pada bahasan sebelumya, akan tetapi ini adalah bentuk usaha 'mencoba ilmiah', yang bisa kita lakukan. Konvensi (yang seperti) sepihak ini, pada dasarnya adalah upaya standardisasi metode penulisan. Kalaupun memang terlalu sulit, secara pribadi saya tidak akan memaksakan. Karena mungkin itu berarti bahwa memang baru sampai disinilah ke'ampuhan' blog kita untuk dijadikan rujukan se'kaliber' makalah/paper. Tapi sayang, khusus kepada mereka yang sedianya ingin berlaku sesuai 'norma' (terutama jika tulisan kawan-kawan berada pada jalur edukasi atau bahkan lebih luas lagi), maka modus-modus penulisan referensi, atau kutipan yang kawan-kawan ambil, harus ber'sistem'.

Perbedaan yang paling tampak untuk penulisan referensi menurut AIP dibanding dengan APA yang telah kita bahas sebelumnya adalah penomoran (indeks) untuk masing-masing artikel, buku atau yang lainnya pada daftar referensi atau daftar pustaka. Jurnal-jurnal fisika lazimnya menuliskan urutan referensi sesuai dengan urutan munculnya notasi (yang paling sering digunakan adalah bilangan/angka) referensi yang sedang dirujuk. Tidak dijelaskan (pada manual AIP) modus penulisan "in-text" atau "dalam-teks".



» Book, One authors
Buku, satu penulis

[#] P. Phillips, Advanced Solid State Physics (Westview, Boulder, CO, 2003).



» Book, Multiple authors
Buku, lebih dari satu penulis

[#] J. E. Marsden and T. S. Ratiu, Introduction to Mechanics and Symmetry (Springer, New York, 1994).

» AIP Style Manual tidak menerangkan seberapa banyak penulis yang namanya harus dicantumkan. Jika nama-nama penulis ini terlalu panjang, maka hanya dicantumkan nama penulis pertama dan selanjutnya ditambahkan "et al."



» Chapter in book
Bab, bagian dalam buku

[#] W. Riddle and H. Lee, in Biomedical Uses of Radiation, edited by W. R. Hendee (Wiley-VCH, Weinheim, Germany, 1999).

» Perbedaan terutama pada lokasi penukilan yang tidak langsung merujuk judul buku melainkan dengan pengantar kata "in" atau "dalam" [judul buku]



» Database
Basis data

[#] National Institutes of Standards and Technology, Physics Laboratory, Physical Reference Base. <http://physics.nist.gov/PhysRefData/contents.html>.



» Journal article
Artikel Jurnal

[#] D. Groom et al., Euro. Phys. J. C 15, 1 (2000).
[#] J. Wisdom, Nucl. Phys. B 2 (Proc. Suppl.), 391 (1987).

» Judul artikel tidak dicantumkan, Judul/nama Jurnal disingkat dan tidak dicetak miring
» Jilid (Volume) Publikasi, nomor terbitan (issue number) dan seri jurnal dicetak tebal. Sebagai contoh, pengambilan referensi pada artikel dalam "Physical Letters B, issue number 466, halaman 415", maka dituliskan Phys. Lett. B 466, 415 (1999).



» Journal article, online
Artikel Jurnal, online

[#] Y. Nakayama and S. Akita, New J. Phys. 5, 128 (2003). <http://ej.iop.org/links/57/Hd+yfND0zFMnm2H8Q0yUKA/njp3_1_128.pdf>.

» Penulisan ini untuk jurnal yang hanya tersedia untuk versi online



» Preprint
Pracetak

[#] F. Zantow, O. Kaczmarek, F. Karsch, P. Petreczky, preprint,hep-lat/0301015 (2003). <http://www.thphys.uni-heidelberg.de/hep-lat/0301.html>.
[#] A. J. M. Medved, preprint, hep-th/0301010J (2003).<http://arxiv.org/abs/hep-th/0301010>. Published in High Energy Phys. 5, 008 (2003). <http://www.iop.org/EJ/abstract/1126-6708/2003/05/008/>.



Ditulis sebagai pengingat untuk diri sendiri dan siapapun yang membutuhkan.
Semoga bermangpaat :)

Sebagai pengingat bahwa mode AIP ini, adalah khusus untuk bidang keilmuan FISIKA dan MATEMATIKA. Modus penulisan yang digunakan untuk bidang keilmuan lainnya, telah dibahas pada bahasan Citasi, Referensi dan Penulisannya (APA-Style)


[+/-] Selengkapnya...

Citasi, Referensi dan Penulisannya : (APA STYLE)


Tidak mungkin dipungkiri bahwa munculnya sebuah ide adalah berasal dari ide-ide lain yang telah lahir sebelumnya. Sejauh kita masih bisa mencapai asal munculnya sebuah perkataan atau perbuatan seseorang, tentu kebiasaan merunut penukilan dari mana datangnya perkataan atau perbuatan tersebut adalah wujud pelestarian yang sangat baik. Jika saja kita mau dengan jujur mengakui, maka belum pernah ada proses pemetaan data perkataan yang begitu lestari, selain penjagaan kualitas perkataan dalam islam (Musthalah Hadist). Bukan dalam bentuk pelestarian kertas-kertas yang mungkin saja hilang, tetapi lebih kepada bagaimana ketatnya kriteria huruf per huruf yang sampai juga berasal dari siapa deretan kalimat tersebut. Apa yang diterima bukanlah berdasar atas apa yang disuka. Walau pahit sekalipun, jika benar ia berasal dari sumber perkataan itu, niscaya seharusnya ia diterima. Ujungnya, tentu pada terbangunnya sebuah sistem database dengan tingkat keotentikan yang sangat tinggi sampai-sampai saya berani menjamin bahwa Oracle, DB2 dan mySQL sekalipun bukan lagi tandingannya.

Kemudian jika kita kembali melihat pada apa yang sudah sempat kita tuliskan. Apakah sudah baik cara kita menyampaikan perkataan sumber referensi kita?. Meski yang baik belum tentu benar, tapi setidaknya masih tersedia lahan berbuat baik yang sangat luas yang jika saja keteguhan atas itu sanggup kita jaga, bukan tidak mungkin cara-cara yang benar akan muncul sebagai gantinya. :)

Untuk itu, sekedar mengingatkan, terutama jika kita ingin menjadikan blog sebagai sumber referensi yang diakui, maka sudah seharusnya penulis blog juga ikut patuh pada apa yang sudah berjalan sebagai adab (secara ilmiah) tentang bagaimana kita menyampaikan kembali (penukilan) artikel yang telah muncul sebelumnya. Berikut ini adalah sebagian contoh format penulisan referensi dan citasi yang sering digunakan (Lipson, 2006) menurut panduan publikasi APA (American Psychological Association) yang dikeluarkan pada tahun 2001 yang penggunaannya lebih banyak pada Ilmu-ilmu sosial, edukasi, engineering (keahlian tehnik) dan bisnis.



» Book, One author:
Buku, satu penulis

Daftar Pustaka :
     Smirnov, V.A. (2006). Feynman Integral Calculus. New York: Springer.

Dalam teks :
(Smirnov, 2006)



» Book, Multiple authors:
Buku, dengan lebih dari satu penulis

Daftar Pustaka :
     Atkins, P. & Friedman, R. (2005). Molecular Quantum Mechanics (4th ed.). New York: Oxford University Press Inc.

» Untuk buku edisi pertama, tidak perlu dicantumkan (1st ed.)
» Penulis lebih dari lima orang, dituliskan nama penulis pertama, kedua, ketiga, kemudian selanjutnya ditulis "et al."

Dalam teks :
(Atkins & Friedman. 2005)



» Book, Online:
Buku, online

Daftar Pustaka :
     Reed, J. (1922). Ten days that shook the world. Project Gutenberg. Etext 3076. Retrieved January 12, 2004, from ftp://ibiblio.org/pub/docs/books/gutenberg/etext02/10daz10.txt

» Setelah URL (alamat web) tidak diakhiri dengan tanda titik (.)

Dalam teks :
(Reed, 1922)



» Chapter or section in a book (online & print):
Bab atau Pasal dalam buku

Daftar Pustaka :
     Beers, M. H., & Berkow, R. (1999). Mood disorders. In The Merck manual of diagnosis and therapy (17th ed., sec. 15, chap. 189). Retrieved January 17, 2003, from http://www.merck.com/pubs/manual/section15/chapter189/189a.htm

     Stephan, W. G. (1985). Intergroup relations. In G. Lindzey & E. Aronson (Eds.), The handbook of social psychology (3rd ed., Vol. 2, pp. 599-658). New York: Random House.

Dalam teks :
(Beers & Berkow, 1999, chap. 189)
(Stephan, 1985)



» Dictionary, hard copy, online, and CD-ROM :
Kamus

Daftar Pustaka :
     Protest, v. (1971). Compact edition of the Oxford English dictionary (Vol. 2, p. 2335). Oxford: Oxford University Press.

     Class, n. (2003). Dictionary.com. Retrieved January 4, 2004, from http://dictionary.reference.com/search?q=class

Dalam teks :
(Protest, 1971)
(Class, 2003)



» Encyclopedia, hard copy, online and CD-ROM :
Ensiklopedia

Daftar Pustaka :
     Balkans: History. (1987). In Encyclopaedia Britannica (15th ed., Vol. 14, pp. 570–588). Chicago: Encyclopaedia Britannica.

     Balkans. (2003). Encyclopaedia Britannica [online]. Retrieved December 28, 2003, from http://search.eb.com/eb/article?eu=119645

Dalam teks :
(Balkans: History, 1987)
(Balkans, 2003)



» Film :
Film

Daftar Pustaka :
     Huston, J. (Director/Writer). (1941). The Maltese falcon [Motion picture]. Perf. Humphrey Bogart, Mary Astor, Peter Lorre, Sydney Greenstreet, Elisha Cook Jr. Based on novel by Dashiell Hammett. Warner Studios. U.S.: Warner Home Video, DVD (2000).

» Harus menyertakan judul, sutradara, rumah produksi dan tahun rilis. Jika perlu sertakan pula nama aktor.

Dalam teks :
(Maltese falcon, 1941)



» Figures, map, chart, graph, or table :
Ilustrasi (gambar), peta, bagan, grafik atau tabel

Citasi (penukilan) atas referensi untuk peta, bagan, grafik atau tabel dapat langsung dimunculkan tepat dibawah ilustrasi yang digunakan. Modus ini lebih sering digunakan daripada modus "Dalam-Teks".

Catatan Langsung dibawah Ilustrasi :
Note: Electoral vote map (2000), Election 2000. Retrieved August 30, 2004, from http://www.usatoday.com/news/vote2000/electfront.htm.

Note: From Daryl G. Press (2001), The myth of air power in the Persian GulfWar and the future of warfare, International Security 26 (Fall): 17, fig. 2.

Note: Seluruh ilustrasi dibulatkan menjadi seperseratus(%) terdekat

» Berikan Judul yang deskriptif terhadap peta, bagan, grafik atau tabel yang diambil sebagai referensi. Pembaca harus mengerti apa maksud ilustrasi tersebut tanpa harus mengacu pada teks..
» Contoh penulisan bentuk terakhir diatas adalah catatan umum untuk menjelaskan informasi pada Tabel.

Daftar Pustaka :
     Electoral vote map (2000). Election 2000. Retrieved August 30, 2004, from http://www.usatoday.com/news/vote2000/electfront.htm

Press, Daryl G. (2001). The myth of air power in the Persian Gulf War and the future of warfare. International Security 26 (Fall): 5–44.

Dalam teks :
(Electoral vote map [2000], 2004)
(Press, 2001)



» Journal article, one or multiple author:
Artikel jurnal, satu atau lebih penulis

Daftar Pustaka :
     Lipson, C. (1991). Why are some international agreements informal? International organization, 45, 495–538.

     Ovechko, V., Schur, O., Myagashko, V. (2008). Optical properties of the porous glass composite material Optica Applicata, XXXVIII, 75–82.

» Perhatikan bahwa JUDUL artikel tidak dituliskan dalam tanda kutip (".."), nomor VOLUME jurnal dicetak miring tanpa menyertakan kata "Vol." atau "Volume."
» Penulis lebih dari enam orang, dituliskan nama penulis pertama-keenam kemudian selanjutnya ditulis "et al."

Dalam teks :
(Lipson, 1991)
(Ovechko, Schur & Myagashko, 2008)



» Journal article, online:
Artikel jurnal, Online

Daftar Pustaka :
     Mitchell, T. (2002). McJihad: Islam in the U.S. global order. Social Text, 20(4), 1–18. Retrieved December 28, 2003, from JSTOR database: http://muse.jhu.edu/journals/xsocial text/v020/20.4mitchell.html

Dalam teks :
(Mitchell, 2002)



» Newspaper or magazine article, with author
Artikel surat kabar atau majalah, disertai nama penulis

Daftar Pustaka :
     Bruni, F. (2003, December 26). Pope pleads for end to terrorism and war. New York Times [national ed.], p. A21.

» Untuk surat kabar, perlu dituliskan "p." atau "pp." untuk menunjukkan halaman, sedangkan untuk majalah tidak perlu.

Dalam teks :
(Bruni, 2003) atau bila perlu (Bruni, 2003, December 26)



» Newspaper or magazine article, without author
Artikel surat kabar atau majalah, tanpa disertai nama penulis

Daftar Pustaka :
     Strong aftershocks continue in California. (2003, December 26). New York Times [national ed.], p. A23.

Dalam teks :
(Strong aftershocks, 2003)



» Personal Communication
Komunikasi personal

Daftar Pustaka :
Komunikasi personal yang tidak dapat diterima atau disaksikan oleh pihak ketiga tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka, melainkan dijelaskan dalam teks.

Dalam teks :
(David A. Grossberg, personal communication, May 6, 2005)

» Dapat dalam bentuk e-mail, perbincangan, surat, faksimili, pembicaraan melalui telepon, atau catatan kecil



» Photograph :
Fotografi

Daftar Pustaka :
     Adams, Ansel. (1927). Monolith, the face of Half Dome, Yosemite National Park [photograph]. Art Institute, Chicago.

Dalam teks :
(Adams, 1927)



» Software
Perangkat lunak

Daftar Pustaka :
     Dreamweaver MX 2004 [Computer software]. (2003). San Francisco: Macromedia.

     SPSS regression models (12.0 for Windows) [Computer software]. (2003). Chicago: SPSS.

Dalam teks :
(Dreamweaver MX 2004, 2003)
(SPSS Regression Models, 2003)



» Speech, academic talk, or course lecture
Pidato, seminar akademis, ceramah kuliah (kelas)

Daftar Pustaka :
     Szelenyi, I. (2003, August 17). Presidential address. American Sociological Association. Annual convention. Atlanta, GA.

     Santoso, Budi (2009, April 14). Course Lecture (Statistical Physics). Universitas Nasional. Jakarta, ID

Dalam teks :
(Szelenyi, 2003)
(Santoso,2009)



» Television program
Program televisi

Daftar Pustaka :
     Long, T. (Writer), & Moore, S. D. (Director). (2002). Bart vs. Lisa vs. 3rd Grade [Television series episode]. In B. Oakley & J. Weinstein (Producers), The Simpsons. Episode: 1403 F55079. Fox.

Dalam teks :
(Simpsons, 2002) atau (Bart vs. Lisa, 2002)



» Unpublished paper, poster session, dissertation, or thesis
Makalah (paper) yang belum dipublikasi, poster, disertasi atau tesis

Daftar Pustaka :
     Tsygankov, A. (2004, February). Russia’s identity and foreign policy choices. Paper presented at the Program on International Politics, Economics, and Security, University of Chicago.

     Cheng, D. T., Smith, C. N., Thomas, T. L., Richards, J. A., Knight, D. C., Rao, S. M., et al. (2003, June). Differential reinforcement of stimulus dimensions during human Pavlovian fear conditioning. Poster session presented at the 9th Annual Meeting of the Organization for Human Brain Mapping, New York, NY.

     Gomez, C. (2003). Identifying early indicators for autism in self-regulatory difficulties. Unpublished doctoral dissertation. Auburn University, AL.

» Untuk makalah (paper) yang baru saja di-seminarkan, belum dipublikasi, gunakan bulan dan tahun saja.

Dalam teks :
(Tsygankov, 2004)
(Cheng et al., 2003)
(Gomez, 2003)



» Web site, entire
Situs Web, keseluruhan

Daftar Pustaka :
     Internet Public Library (IPL) (2003, November 17). Retrieved January 5, 2004, from http://www.ipl.org

     Yale University, History Department home page.(2003). Retrieved January 6, 2004, from http://www.yale.edu/history/

» Jika pada halaman situs tidak terdapat tanggal 'copyright' situs, maka dituliskan "(n.d)"

Dalam teks :
(Internet Public Library, 2003) atau (IPL, 2003)
(Yale History Department home page, 2003)



» Web page, with author
Halaman web, disertai nama penulis (asli maupun julukan/'nick')

Daftar Pustaka :
     Lipson, C. (2004). Advice on getting a great recommendation. Retrieved February 1, 2004, from http://www.charleslipson.com/courses/Getting-a-good-recommendation.htm

Dalam teks :
(Lipson, 2004)



» Web page, without author
Halaman web, tanpa disertai nama penulis

Daftar Pustaka :
     I Love Lucy: Series summary (2004).Sitcoms Online. Retrieved May 4, 2005, from http://www.sitcomsonline.com/ilovelucy.html

Dalam teks :
(I Love Lucy: Series summary, 2004)



» Weblog, entry or comment
Blog, posting atau komentar

Daftar Pustaka :
     Jaloe (2008, February 1). Mendaftarkan Blog di Search Engine Yahoo [Entry post]. Retrieved April 6, 2009, from http://catalog-tutorial.blogspot.com

     firdaus.a (2009, April 6). Membuat Halaman Blog Dinamis, bag kedua [Comment post]. Retrieved April 6, 2009, from http://catalog-tutorial.blogspot.com

» Untuk posting dan komentar tanpa nama, maka penulis disebut sebagai "anonim"

Dalam teks :
(Jaloe, 2008)
(firdaus.a [Comment post], 2009)



» Abbreviations
Singkatan untuk daftar referensi

chapterchap. pagespp. supplementSuppl.
editioned. partPt. translated byTrans.
editorEd. revised editionRev. ed. volumeVol.
numberNo. second edition2nd ed. volumesVols.
pagep.      


Untuk masing-masing jenis referensi, terdapat dua bentuk penulisan. Penulisan yang saya maksud dalam "Daftar Pustaka" adalah jika setiap referensi yang dijadikan rujukan dikumpulkan menjadi satu dalam tempat khusus (misal 'catatan kaki') atau bahkan lembar khusus. Sedangkan istilah "Dalam teks" adalah jika referensi yang dimaksud dicantumkan langsung dalam kalimat yang berkenaan dengannya.

Ditulis sebagai pengingat untuk diri sendiri dan siapapun yang membutuhkan.
Semoga membantu.

Khusus untuk bidang keilmuan FISIKA dan MATEMATIKA. Penulisan Citasi atau Referensi TIDAK menggunakan modus-modus diatas. Modus penulisan yang digunakan untuk bidang keilmuan ini didasarkan pada AIP Style Manual, dan dapat disimak pada Penulisan Referensi dan Citasi : (AIP Style).

[+/-] Selengkapnya...

Kode Error Blogger : bX-Codes


Terkadang, bisa menjadikan komentar seseorang sebagai pemicu bagaimana kita menulis, adalah sebuah kebaikan. Seringkali saya mendapati Abang Andi Mujahidin mengkomentari tulisan-tulisan kawan-kawan yang lain dengan kata-kata "Crucial Post..". Atau dengan kata lain, abang kita ini seperti ingin menyampaikan "betapa, sebuah tulisan pendek tapi tidak se'pendek' kegunaannya". Setidaknya inilah "pesan tersembunyi" yang mampu tertangkap oleh saya. Pesan ini yang kemudian membuat saya ingin berbagi masalah ini.

Mungkin pernah sesekali kawan-kawan mendapati pesan error dari blogger ketika kawan-kawan melakukan peng"edit"an templates pada layout, atau sekedar menambah widget. Biasanya pesan ini di awali dengan kode (prefix) "bX-...".


Sekedar bercerita, satu-satunya yang bisa dilakukan oleh saya ketika mendapati kode error ini adalah "Melongo..". Karena apa?, karena memang kita tidak pernah tahu apa yang coba disampaikan oleh Blogger dengan kode-kode ini, selain pengertian bahwa telah terjadi kesalahan atau error. sudah, itu saja. Tapi masalahnya, entah di sebelah mana kesalahan itu.

Inilah sebab kita butuh semacam "blueprint" atau "cheatsheet" dari developer blogger, yang akan membantu kita menganalisis dimana letak kesalahan yang kita lakukan pada templates blog kita.

Memang tidak akan sepenuhnya membereskan masalah begitu saja. Tapi mungkin jika terjadi kesamaan kesalahan dengan blogger lain (yang sudah melaporkan kode error tersebut kepada blogger/blogspot), masalah akan menjadi lebih cepat teratasi.

Blogger Error Codes (http://bx-codes.blogspot.com/), adalah sebuah basis data tempat menampung kode-kode error, yang sebenarnya juga hasil dari laporan kawan-kawan juga kepada blogger. Jadi, saran saya, jika suatu waktu kawan-kawan mendapati kode error (bX-codes) setelah melakukan "penggubahan" pada layout kawan-kawan, coba kawan-kawan telusuri kode error tersebut di blog ini.

Atau jika tidak ditemukan juga, Blogger Help Group (http://groups.google.vu/group/blogger-help), bisa kita jadikan tempat untuk mendapatkan solusi. Karena Google Group adalah layanan berbentuk forum, maka kita tidak perlu sungkan untuk bertanya langsung, jika memang jawaban atas pertanyaan kita belum saja kita dapatkan. Terlebih, Grup ini tidak hanya membicarakan tentang kode error, tapi lebih luas lagi tentang semua permasalahan Blogger atau Blogspot.

Semoga membantu kawan-kawan. Jikapun tidak, ini cukup mengobati rindu saya bertemu kawan-kawan... di saat yang memang sempit ini. Disaat yang jika harus saya datangi blog kawan-kawan saya di blogroll saya (baca: "Beruntunglah kalian ada disini"), niscaya waktu sesempit ini tidak akan cukup. Maafkan, maafkan, maafkan.

[+/-] Selengkapnya...

Memberi Nomor Urut Pada Komentar di Blogspot


Nomor Urut Pada KomentarHilanglah satu kepenasaran untuk memberi nomor urut pada komentar / menomori komentar sesuai dengan urutan komentar dari pembaca pada tulisan kita, khususnya kita yang menggunakan Blogspot. Pada Platform Blog Wordpress sering kita temui pada kolom komentar terdapat nomor urut untuk masing-masing pemberi komentar, sesuai dengan datangnya komentar tersebut. Lalu apakah penomoran ini bisa dilakukan di blogger a.k.a blogspot (itu gaya bicara adik saya, jika menyebut kata "alias"). Maka jawabnya bisa.

Tulisan berikut adalah terjemahan bebas dari tulisan Fernandooo1 di blog miliknya Randomness. Kawan-kawan bisa langsung merujuk kesana jika menginginkan. Setelah saya baca dan praktekkan, kemudian yang saya lakukan adalah mencari dengan Google dengan keyword "Memberi Nomor Urut Pada Komentar". Harapan saya adalah menemukan tutorial tersebut dalam bahasa indonesia. Sebuah blog memang ada, di urutan pertama pula, yaitu blog Tito-Kun. Tapi sayang malah keterangan "Page not found" muncul. Maka sampailah saya pada penulisan ini. Tulisan ini tak lain hanyalah usaha pembelajaran.

Menurut Fernandooo1, cara ini punya kelebihan juga kekurangan. Jangan mengerutkan dahi dulu, sekarang lihat alasan yang dia kemukakan
Advantages:
• It is a nice way of differencing each comment.
• It allows you to get the permalink of each comment, and this may work for future references (e.g.: “You should read this comment [URL goes here], I found it very interesting”).
• Indispensible for design purposes.

Possible disadvantage:
• If you’re lazy, you may find it too long and difficult, though that’s exactly how styling your blog is always going to be. Patience is the clue!
Ternyata itu alasannya kekurangannya. Huruf yang saya tebali "permalink of each comment" maksudnya adalah, memberi alamat/URL unik untuk tiap-tiap komentar. Sebagai contohnya adalah permalink berikut:
http://randomnessf1.blogspot.com/2008/08/translation-numbering-comments.html?showComment=1218148560000#comment-2725052588975512324

Alamat diatas adalah URL Unik milik komentar saya di Blog milik Fernandooo1. Jadi ketika di klik maka kita akan langsung dibawa ke blog dia, sekaligus langsung ke kolom komentar yang saya berikan. Sebenarnya untuk templates standar, permalink untuk masing-masing komentar juga telah ada, yaitu pada "tanggal/waktu" komentar. Nah untuk yang menggunakan templates modifikasi, bisa jadi permalink ini dihilangkan, maka cara ini akan sekaligus mengembalikan permalink pada komentar di blog kawan-kawan.

Jadi jika kawan-kawan ingin mengutak-atik blog kawan-kawan dan juga merasa bukan pemalas, maka silahkan melanjutkan. Tapi jika sebaliknya.. atau memang ragu atau tidak mau maka saya pun tidak bisa memaksa :)

Kita mulai saja
  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard >> Layout >> Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates".
  2. BACKUP templates kawan-kawan sebelum memulai pengeditan . Harap perhatikan karena ini penting, dan jadikanlah perilaku ini sebagai kebiasaan, sebelum melakukan perubahan pada templates kita.
  3. Cari kode dibawah ini dan tambahkan kode yang saya beri warna merah. Agar lebih mudah gunakan fasilitas "find" atau "search" pada browser kawan-kawan :
    ”<dl id='comments-block'>

    <script type='text/javascript'>var CommentsCounter=0;</script>

    <b:loop values='data:post.comments' var='comment'>

    <div class='' expr:id='data:comment.id'>

    <dt class='comment-author' expr:id='"comment-" + data:comment.id'>
    <a expr:name='"comment-" + data:comment.id'/>
    <b:if cond='data:comment.authorUrl'>
    <a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'>
    <data:comment.author/>
    </a>
    <b:else/>
    <data:comment.author/>
    </b:if>
    <data:commentPostedByMsg/> <!-- Mungkin saja baris ini tidak terdapat
    pada templates kawan-kawan. Tapi itu tidak masalah -->


    <span class='numberingcomments'>
    <a expr:href='"#comment-" + data:comment.id' title='Comment Link'>
    <script type='text/javascript'>
    CommentsCounter=CommentsCounter+1;
    document.write(CommentsCounter)
    </script>
    </a>
    </span>

    </dt>

    <dd class='comment-body'>
    .......
    </dd>

    </div>
    </b:loop>
    </dl>
  4. Selanjutnya kita tinggal menambahkan kode berikut pada bagian CSS templates kita. Letakkan kode berikut tepat diatas kode ]]></b:skin> :
    ”/*Mulai css Comments Numbering*/
    .numberingcomments{
    float: right;
    display: block;
    width: 50px;
    margin-right: 5px;
    margin-top: -35px; /*POSISI NOMOR URUT KOMENTAR*/
    text-align: right;
    font-family: 'Century Gothic','Lucida Grande',Arial,Helvetica,Sans-Serif;
    font-size: 30px;
    font-weight: normal;
    }

    /*since the numbers are actually links, we need to force the color properties*/
    .numberingcomments a:link, .numberingcomments a:visited {color: #445566 !important; text-decoration: none !important;}/*selesai css Comments Numbering*/

    .numberingcomments a:hover, .numberingcomments a:active {color: #FF9933 !important; text-decoration: none !important;}/*selesai css Comments Numbering*/
  5. Save Templates dan Selesai.

Nomor urut komentarJika ingin mengubah bentuk font, warna atau mungkin posisi nomor urut tersebut, tentu seperti yang kita ketahui yang perlu dilakukan hanyalah dengan mengganti kode pada poin ke 4. Sekaligus mengingatkan, bahwa bentuk templates yang berbeda-beda menyebabkan letak kemunculan nomor urut pada komentar ini berlainan pula, sekali lagi, ubah kode yang diperlukan pada kode css saja (poin ke-4).

Yup, kita bisa melakukannya. lakukan dengan teliti. Jika terjadi sesuatu, kembalikan templates kawan-kawan dengan file Back-up tadi. Kemudian ulangi sekali lagi. Contohnya bisa kawan-kawan lihat di blog ini. Selamat mencoba bagi yang ingin mencoba.

#PS :
  • Ijin dari Fernandooo1 melalui komentar bisa dilihat di sini.
  • Berhubung menurut Fernandooo1, script ini didapat dari seorang kawan, maka saya sampaikan juga terimakasih kepada JMiur dari Vagabundia.
  • Terimakasih juga untuk Amanda, karena lewat informasinya saya bisa menemukan tulisan ini.
  • Setelah mencari-cari lagi, saya menemukan review posting diatas, telah ditulis oleh o-om pada tanggal 6 kemarin. Saya sarankan untuk menuju ke blog o-om untuk membaca tulisan beliau.

[+/-] Selengkapnya...

Sedikit Lebih Sopan : Moderasi Komentar di Blogger


Moderasikan Komentar Blog Jika saja Blogger memiliki penghalau SPAM sebaik yang Wordpress miliki, niscaya cara seperti yang akan kita bahas ini, juga akan saya tinggalkan. Bagaimana tidak, sejujurnya saya katakan bahwa “pagar betis” yang dipersiapkan oleh Blogger untuk menghalau SPAM terkadang membuat kita (saya pribadi khususnya) harus sedikit bersusah payah untuk sekedar memberi komentar. Tapi bukan sepenuhnya buruk. Usaha Blogger ini akan terasa kebaikannya bila suatu saat blog kawan-kawan sudah mendatangkan trafik yang sangat tinggi. Memang jika laju pembaca masih sedikit, seperti di blog ini, tentu tidak akan banyak terasa gunanya “pagar” tadi. Kita juga sadar betul, bahwa membiarkan SPAM berada di Blog kita, sama dengan membiarkan Search Engine untuk tidak mengindeks Isi blog kita. Blogger sampai saat ini belum bisa membedakan komentar yang identik (akibat penggunaan Automated SPAM). Penting atau tidaknya kekhawatiran itu muncul, jawabannya ada pada diri kita sendiri.


Setidaknya ada lima tindakan preventif yang Blogger sediakan untuk kawan-kawan beserta uraian singkatnya :

  1. Blogger hanya menerima lima HTML Tag untuk komentar :
    ”<a> (untuk membuat hyperlink)
    <strong> dan <b> (untuk mempertebal teks/font)
    <em> dan <i> (untuk membuat teks dicetak miring)
    selain tag diatas, tidak akan diterima (untuk saat ini). Ini yang mungkin tidak akan banyak mengganggu, karena toh untuk melakukan komentar, tak perlulah rasanya menggunakan HTML tag yang berlebihan. Dan setahu saya, bagi yang menggunakan sistem komentar standar (bukan “plug-in” atau script tambahan), maka fasilitas ini akan selalu aktif.
  2. Semua link yang diberikan, akan dengan sendirinya di beri label/tag tambahan rel="nofollow". yang akan menghentikan laju spiderbot atau crawler untuk mengikuti link yang kita maksud. Apa itu crawler, sudah sempat kita bahas di “Mungkin Seperti Ini Cara Dia Melihat : SEO”. Sebenarnya ini sangat tidak bermasalah kecuali kawan-kawan yang memang menghilangkan tag tersebut supaya ingin juga memberikan backlink kepada siapapun yang berkenan memberikan komentar. Pembahasan ini, mungkin bukan disini tempatnya, banyak yang harus dibicarakan lebih lanjut.
  3. Notifikasi berupa e-mail untuk setiap komentar yang dberikan. Dengan begitu, kawan-kawan bisa dengan mudah mengetahui siapa saja yang telah melakukan komentar. Dan jika ditemukan SPAM, maka hapus komentar tersebut. Ya, untuk blog dengan lalu lintas rendah seperti blog saya ini, cara ini masih cukup efektif. Tapi untuk blog dengan lalu lintas tinggi, maka notifikasi seperti ini hanya akan membuat kotak surat e-mail kita penuh, dan harus dengan lapang dada, dihapus satu demi satu.
  4. Menggunakan CAPTCHA atau Verifikasi Kata yang akan langsung menghalangi komentar dari SPAM. Tapi selain itu –terus terang saja, sangat menganggu. Walau begitu, sampai saat ini, inilah filter terbaik yang bisa kita lakukan. Ya, setidaknya sampaikan maaf untuk pembaca blog kawan-kawan yang akan mengisi komentar, karena telah menyiapkan “pagar” yang terlalu tinggi.
  5. Menggunakan Moderasi Komentar, yang akan “menahan” komentar kawan-kawan untuk kemudian masuk ke dalam daftar moderasi yang setelah disetujui oleh penulis blog, barulah komentar kawan-kawan akan muncul. Cara ini yang akan kita bahas bersama-sama. Model ini bukan tanpa kekurangan, moderasi akan menghalangi pembaca untuk melakukan instant feedback, yang buat saya itu menggembirakan. Pertama, moderasi seperti semacam pembenaran atas posting kita, komentar akan ditahan dan di “seleksi” kelayakannya. Ah, menggelikan rasanya (ini untuk saya yang rasanya tidak pantas untuk melakukan moderasi komentar kawan-kawan). Lagi pula model moderasi yang diberikan Blogger tidak sama dengan model moderasi yang diberikan Wordpress. Wordpress menyajikannya dengan elegance yang tinggi.


Cukupkah lima poin ini ? Tentu belum. Kita yang menggunakan Blogspot sebagai hosting blog, masih sangat memimpikan penghalau lain untuk SPAM layaknya wordpress dengan Akismet-nya. Ya mungkin suatu saat. Toh permintaan kita (secara moral) kepada Blogger untuk menambahkan Inline Commenting System (Komentar langsung di bawah Posting), sudah ditambahkan oleh blogger, meski masih dimasukkan kedalam fasilitas draft dan sekarang sudah bisa kita nikmati.


Nah, jika memang kawan-kawan merasa bahwa moderasi komentar adalah cara terbaik, ada sebuah opsi baru yang ditawarkan oleh blogger yang mungkin sedikit lebih “sopan”, yaitu dengan mengaktifkan moderasi khusus untuk posting yang sudah lama. Dengan begitu, tidak setiap komentar akan di”tahan” dan menunggu persetujuan dari penulis blog, tapi hanya untuk posting-posting yang sudah lama. Cara seperti ini menurut saya cukup “masuk akal” (tolong di tanggapi dengan santai saja maksud kata-kata “masuk akal” ini). Begini, posting yang masih relatif baru, akan dengan dengan sendirinya muncul di halaman pertama. Otomatis, juga akan lebih mudah untuk melakukan pemantauan komentar, karena toh muncul di halaman awal. Maka dengan moderasi justru akan merepotkan kita sendiri. Tapi untuk posting lama, ya, itu perlu, karena posting ini akan “tersembunyi” dibalik halaman utama, dan memerlukan perhatian lebih. Saya kira ini adalah jawaban yang “terbaik” untuk bermacam keluhan (setidaknya sampai saat ini).


Dari Dashboard > Layout > Setting > Comments, kawan-kawan akan menemui form berikut


Moderasi Komentar Blogger


Saya tidak tahu, apakah angka “14 hari” ini tepat atau tidak, hanya saja angka ini muncul sebagai standard atau default dari blogger. Kurang atau lebihnya silahkan kawan-kawan tentukan sendiri. Terakhir, Save Setting. Saya ucapkan selamat dan terimakasih atas sedikit “kesopanan” yang bisa kita berikan. Selamat mencoba, bagi kawan-kawan yang ingin mencoba.



#PS : Meski begitu, saya tetap keukeuh untuk mengatakan,...


“Blogger (or Google)… Please… Give us Akismet or something like that”


[+/-] Selengkapnya...

Kode Beta Ping.fm


Ping.fm

Apalah lagi maksudnya sekarang? Kode beta ping.fm? Yup. Supaya tidak terlalu “kusut”, kita urai saja secara kontekstual judul diatas yang terdiri dari tiga kata yaitu Kode, Beta dan Ping.fm. Kata “kode” dan “beta”, sementara bisa kita sisihkan terlebih dulu. Sekarang kita tinjau dulu apa itu “Ping.fm”. Ping.fm adalah sebuah layanan ala “one-stop shopping”, yang kemudian bisa dengan serta merta kita “beri” sebuah julukan plesetan, tapi tetap sesuai konteks, yaitu “one-stop posting” :) . Nah mungkin dengan arti ini, kawan-kawan dan saya, lebih mudah mengerti apa yang Ping.fm sediakan. Kita lihat saja tag-line yang diusung oleh Ping.fm ini.

Ping.fm is a simple service that makes updating your social networks a snap.

Saya tidak memungkiri, terkadang.. ada saja kesulitan kita untuk melakukan posting di blog kita, ataupun sekedar update di layanan microblogging lainnya. Ping.fm mencoba memberi jalan keluar dengan merangkum seluruh kunci yang kita punya untuk memasuki layanan blog/social-network yang kita miliki untuk kemudian di buatkan satu kunci, yang dengannya, kita bisa masuki seluruh pintu-pintu blog/social-network tadi. Dengan begitu, proses update blog/social-network lainnya bisa dengan mudah kita lakukan dari satu tempat saja. Ping.fm. Tertarik??


Ping.fm, pertama kali saya lihat di sebuah status twitter seorang kawan. Disitu disebutkan bahwa posting status dilakukan melalui Ping.fm. Ini yang kemudian membuat saya ingin mencari tahu. Dan saya diantar oleh Google ke salah satu blog milik blogger yang kawan-kawan juga tentunya sudah mengenalnya, Kang Agus Hery atau yang kita kenal dengan edittag. Pada posting beliau beberapa pekan yang lalu, kang “edittag” menjelaskan tentang layanan ini, khususnya untuk cara posting di Blogspot. Saya harap sebelum melanjutkan, kawan-kawan juga menuju ke sana. Kang Edittag juga menjelaskan lebih lanjut mengenai cara posting di blogspot, dengan cukup padat. Sehingga setelah menyimak penjelasan beliau, saya tertarik untuk melakukan pendaftaran ke ping.fm. Hanya saja satu ganjalan teknis yang mengganggu adalah ketika kita mulai melakukan registrasi. Di awal registrasi, kita akan dihadapkan pada form seperti berikut ini.


Ping.fm Registration

Seperti biasa kita harus mengisi form tersebut. Tidak ada masalah untuk tiga baris pertama. Tapi apa maksud dari baris isian “Beta Code”?. Harus diisi dengan apa? Sedikit melirik ke atas, ternyata terdapat hyperlink menuju request beta-code form. Dan kita akan berhadapan (lagi) dengan format isian seperti dibawah ini.

BetaCode Request


Nah inilah yang dimaksud dengan Kode Beta. Tampaknya mudah. Tapi ternyata (yang saya alami) tidak semudah yang dibayangkan awalnya. e-mail akan dikirim langsung, ke inbox e-mail kita, lengkap dengan beta-code/Kode Beta yang kita inginkan. Sebagai informasi saja, saya melakukan request beta-code dan sampai hari ini, saya belum mendapatkannya. Nah itulah sebabnya pada posting beliau, Kang Agus Hery/Edittag memberikan kode yang beliau dapat yaitu “dreamofping” (tanpa tanda petik) supaya proses sign-up lebih cepat. Sayangnya, kode yang beliau berikan itu, sudah tidak valid lagi saat ini. Karena saya terlambat membaca postingan beliau, sekaligus sudah terlambat juga untuk menggunakan kode beta tersebut. Searching di google (saat itu) tidak mudah, banyak kode beta yang sudah saya coba, tapi ternyata sudah tidak valid. Sampai saya menemukan kode “pingadactyl”. Dan dari sini lah baru saya bisa melakukan registrasi/sign-up layanan ping.fm. (sampai saat ini kode ini masih valid).


Semakin kedalam, semakin saya mengerti maksud kata kang Agus dengan

Hanya dibutuhkan keuletan untuk menyetel hal tersebut.

Yup. Itu dia. Banyak layanan yang mampu di’tangani’ oleh Ping.fm. Dan supaya optimal, memang dibutuhkan keuletan melakukan setting untuk menggabungkan seluruh layanan blog/social network yang kita punya. Terhitung dari Layanan microblogging semacam twitter atau blogging layaknya Blogger, Wordpress.com, Tumblr, LiveJournal. Atau juga social-network seperti MySpace, hi5 dan Facebook semuanya bisa kita “kendalikan” dari Ping.fm (untuk update atau posting). Bukan hanya sampai disini, Instan Messaging seperti Yahoo! Messenger, Windows Live Messenger atau GTalk diklaim bisa dijadikan sebagai remote untuk mengontrol update atau posting ke layanan-layanan tadi. Untuk kali ini, memang tidak kita bahas, dengan sangat detil cara-cara posting melaluinya. Posting dari Kang Edittag yang padat tadi kiranya sudah cukup sebagai pengenalan kita terhadap bagaimana cara posting dengan Ping.fm. Tapi sebagai contoh sederhana, saya akan bawakan contoh bagaimana mengupdate status twitter dengan Ping.fm. Tentunya setelah proses registrasi selesai.


twitter Pada kolom pilihan “Social Service”, kita pilih layanan mana yang akan kita update status-nya (misalnya, saat ini saya akan update status Twitter saya), maka kita harus lakukan pengaturan untuk akun twitter.



Jika kita klik “Not Setup”, maka kita akan dibawa menuju ke form dibawah ini.

twitter 2

Setelah mengisikan Username dan Password, maka saat itu juga kita sudah bisa melakukan update status twitter melalui ping.fm di dashboardnya seperti yang terlihat dibawah ini.

twitter 3

Setelah selesai memilih layanan apa yang ingin kita update, menuliskan pesan/isi update, dan menekan tombol “Ping It”, maka selanjutnya kita bisa melakukan crosscheck apakah update status kita berhasil. Dan Ternyata…

twitter 4

Ya, berhasil terupdate. Bisa dilihat yang saya lingkari warna merah menandakan bahwa update status dilakukan dengan Ping.fm. Untuk layanan yang lain, tentu sedikit berbeda, tapi setidaknya (semoga) kawan-kawan mendapat gambaran bagaimana cara melakukan update status, atau bahkan posting blog. Jika Klaim Ping.fm mengatakan mereka mampu malakukan itu, maka sekarang tinggal kita, mau atau tidak menggunakan layanan ini.


Sengaja khusus untuk posting ini saya fokuskan untuk melestarikan update kode beta (beta-code) untuk registrasi/sign-up. Yang Jelas, sampai saat ini kode beta berikut masih valid.

pingadactyl


Jika kawan-kawan sudah mendapati kode beta ini sudah tidak valid, silahkan beri komentar, dan akan saya usahakan meng-update kode beta yang masih valid. Atau jika ada kawan-kawan yang mendapati kode-beta yang masih valid, silahkan di share disini. Terimakasih dan silahkan mencoba bagi yang ingin mencoba.




#PS :
  • Saya memanggil kang Agus Hery dengan panggilan Kang “Edittag” setelah pertanyaan saya melalui ShoutBox “Saya manggilnya apa ya? Kang Agus? Kang Hery? atau..” dijawab dengan sebuah jawaban bersahaja “panggil saja edittag :)”.


[+/-] Selengkapnya...

Efisiensi Sudut Ruang Blog di Blogspot


Tak perlulah dijelaskan lagi sebabnya pemilihan judul aneh diatas, postingan yang lalu sudah sempat saya ungkapkan sebabnya. Tapi jika ingin jelas, yang pasti kali ini kita akan berbicara tentang TabView Widget. Salam hormat setinggi-tingginya kali ini untuk Kang Agus Ramadhani (O-om) dengan TabView Widget buatan beliau, yang secara tidak langsung juga memacu keinginan saya untuk menulis ini. Untuk itu, sebelum "menggunakan" TabView Widget disini, tidak bosan bagi saya untuk menyarankan kawan-kawan untuk lebih dulu mencoba Widget dari O-om. (Again and again) Buatlah Blog saya ini menjadi Prioritas terakhir.

TabView Widget ini adalah buah dari salah satu library JavaScript, bernama jQuery, yang sekarang kemudian teradaptasi menjadi jQuery UI. Banyak yang bisa dilakukan dengan jQuery ini. Salah satunya adalah untuk membuat TabView Widget. Untuk yang belum mengerti apa itu "TabView Widget", bisa melihat hasil karya O-OM, atau Hoctro atau bisa melihat di hasil akhir nanti dibawah. Memang jalur yang ditempuh bisa bermacam-macam. Untuk jQuery seperti ini mulanya adalah ide Klaus Hartl, yang sekarang termasuk bagian dari jQuery UI project. Sebenarnya kita bisa saja meng-aplikasikan langsung dari situsnya (saya juga merekomendasikan). Hanya saja, saya khawatir Blog kita akan terlalu berat, mengingat effect yang dihasilkannya juga cukup beragam. Sehingga harus saya lakukan "pemadatan", dan sedikit modifikasi supaya lebih mudah kita pergunakan. Semoga TabView Widget ini dapat diterima dan ikut menghiasi kreasi kita. Tapi sekali lagi saya ingatkan "Selalu dahulukan efisiensi, daripada penampilan. Penggunaan javascript yang terlalu berlebihan, PASTI membuat blog kita semakin berat. Jangan buru-buru dipraktekkan, pertimbangkan dulu baik buruknya".

Sebelumnya harap bersiap-siap, pembicaraan kita kali ini akan sangat panjang.

Langkah ke-nol. Download file-file berikut, simpan, lalu upload ke server kawan-kawan :
Tenang, tidak perlu risau, file-file ini kecil ukurannya. File-file diatas, sebenarnya bisa saja langsung digunakan (saya mempersilahkan), hanya saja saya merekomendasikan agar kawan-kawan menggunakan server sendiri supaya (nantinya) tidak overload, karena dipakai bersamaan. Saran saya, gunakan Googlepages, yang menyediakan space untuk menyimpan file. Relatif lebih mudah bagi kita pengguna blogger, karena (seperti sudah pernah saya bilang) Googlepages, menggunakan Google ID juga, yang tentunya sudah dimiliki kawan-kawan pengguna Blogspot. Tapi sebagai contoh saya menggunakan alamat ini, jika kawan-kawan sudah meng-upload file tersebut, silahkan ganti URL-nya dengan alamat kawan-kawan sendiri (ingat, tempatkan di folder yang sama).

Yup, here there are...
  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard, Klik Layout > Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates". BACKUP templates kawan-kawan, lalu cari kode </head> dan letakkan kode dibawah ini diatasnya/sebelumnya :
    ”<!-- script tabview --><link href='http://eosscript.googlepages.com/ui.tabs.css' rel='stylesheet' type='text/css'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/jquery-1.2.6.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/ui.core.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/ui.tabs.js' type='text/javascript'/>
    <script type='text/javascript'>
    $(function() {
    $('#container-1 > ul').tabs({ event: 'mouseover' });
    $('#container-2 > ul').tabs({ fx: { opacity: 'toggle' } });
    $('#rotate > ul').tabs({ fx: { opacity: 'toggle' } }).tabs('rotate', 2000);
    });</script>
    <!-- script tabview ends -->

    (yang saya tandai warna merah itu, bisa diubah sesuai tempat kawan-kawan menyimpan file-file tersebut)
    Kemudian "save template". (jika gagal, ulang lagi dengan lebih hati-hati)

  2. Script sudah, sekarang tinggal memasukkan widget-nya itu itu sendiri. Klik Layout > Page Element lalu Add Page Element di tempat kawan-kawan ingin menempatkan widget ini. Biasanya sidebar lebih cocok. Pilih HTML/JavaScript kemudian Add To Blog. Di jendela pop-up HTML ini, masukkan salah satu dari tiga kode berikut :

    Kode A (Mouse Hover Trigger) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="container-1">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-1"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-2"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-3"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-1">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-2">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-3">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr></table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>

    Kode B (Fade Effect) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="container-2">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-4"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-5"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-6"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-4">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-5">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-6">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr></table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>


    Kode C (Auto-Rotate) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="rotate">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-7"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-8"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-9"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-7">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-8">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-9">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr>
    </table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>

    Setelah itu, lalu Save.

  3. Nikmati hasilnya. Proses belajar tidak pernah sia-sia kawan. Tidak percaya? Lihat hasilnya di bawah ini

{live-preview sudah dipindah}

(Preview disini hanya sementara, dan akan dihapus. Jika kawan-kawan sudah tidak mendapati contoh TabView disini atau tampilan yang tidak sesuai, silahkan lihat di sini, lalu lihat source halaman tersebut)

Fyuhh. Apakah sudah selesai? Bisa sudah bisa belum. Yang sekarang harus kita lakukan adalah mengisinya (mengubah Judul dan isi tab). Yang perlu kawan-kawan lakukan hanya mengubah Judul Tab (Satu, Dua, atau Tiga) dan Isi Tab (Isi Tab Satu, Isi Tab Dua, atau Isi Tab Tiga) pada masing-masing kode A, B maupun C.

Untuk Isi Tab, itu semua terserah kawan-kawan bisa diisi dengan apa saja. Gambar, Blogroll, atau sekedar teks. Tampilan bisa diubah, terutama bagi kawan-kawan yang mengerti css. Itulah sebabnya, ada baiknya file diatas tadi di download kawan-kawan sendiri, sehingga memungkinkan untuk melakukan modifikasi lebih luas. Jika gagal (sekali lagi) jangan panik. Lakukan restore template dengan backup-an kawan-kawan lalu mulai lagi dari awal, dan lebih berhati-hati.

Terimakasih sudah sudi meluangkan waktu sampai di ujung akhir tulisan ini. Saya mohon untuk memberi applause bagi O-OM dan Klaus. Selamat mencoba (bagi yang ingin mencoba).

#PS:
  • Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya MEMPERBOLEHKAN kawan-kawan untuk menghapus Link credit untuk Saya dan Klaus di bawah TabView Widget Ini. Hal ini adalah wujud komitment saya untuk tidak membuat "Hak Karya Cipta" milik saya. Kode diatas, diperbolehkan untuk diubah oleh kawan-kawan, termasuk Link Ke Blog Saya ini, juga BOLEH dihilangkan.
  • Ini sama sekali bukan kampanye untuk menghilangkan "Hak Karya Cipta". Saya berusaha tetap menghormati "Hak Karya Cipta" orang lain. Maka saya juga menghimbau kawan-kawan untuk tetap menghargai "Hak Karya Cipta" orang lain selain saya.

[+/-] Selengkapnya...

 
Terima Kasih Dunia Atas Segala Inspirasi dan Warna Suara . DuaRibuDuaBelas. MMXII . Firdaus™
Subscribe with Bloglines Blog