Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan

Google Page Creator : Sudah Di Ujung Tanduk



Tulisan ini tidak lepas dari apa yang pernah saya sampaikan sekitar hampir satu setengah tahun yang lalu tentang berakhirnya layanan Google Page Creator. Satu atau dua solusi pernah coba kita cari dan beberapa solusi itu mungkin ada yang cukup melegakan. Tapi ternyata, satu jalan menuju Roma tidak cukup. Masih ada banyak cara yang kita bisa ambil. Termasuk salah satunya adalah solusi migrasi yang ditawarkan Google [Blogger]. Sederhananya, ini adalah berita gembira, namun sekaligus peringatan terakhir sebelum file kawan-kawan yang berada di PageCreator benar-benar hilang nantinya.

Seribu maaf saya sampaikan karena saya tidak menyampaikan cara-cara migrasi secara detil disini. Tapi semoga rujukan yang dibuat Google di halaman ini, sudah sangat jelas dan dapat diaplikasikan langsung oleh kawan-kawan.

Kawan-kawan pengguna blogger (blogspot), yang belum melakukan migrasi (bila memang sempat menggunakan Google PageCreator) tentu mendapati semacam 'peringatan' di halaman Dashboard akun Blogger untuk segera melakukan migrasi.


Tapi hal ini sama sekali tidak perlu dikhawatirkan, karena sebuah alat-bantu bernama Template Fixer akan membantu kita untuk menemukan Blog-blog mana saja yang masih mempunyai 'hubungan' (mempunyai file yang berada) dengan Google PageCreator.



Dari sini, tentu saja setelah kawan-kawan login ke akun Google masing-masing, kita hanya perlu melakukan update referensi alamat baru dari source yang semula di Google PageCreator, ke tempat baru yaitu di Google Sites. Maka, semoga, semua sekam persoalan hosting file untuk blogger yang selama ini masih terombang-ambing bisa terselesaikan.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.


Hak cipta gambar "DEAD-END" ada pada funny-potato.com

[+/-] Selengkapnya...

Jump Break! : Hadiah Ulang Tahun Blogger


Mungkin seharusnya kita tidak perlu menunggu sampai sepuluh tahun untuk mendapatkan 'pertolongan' kecil pemenggal paragraf untuk tulisan kita di halaman posting blog. Istilah yang kita kenal dengan 'read-more' (kata yang sebenarnya tidak tepat) untuk memotong paragraf tulisan kita menjadi dua bagian yang dengannya kita akan dapatkan bagian 'cuplikan'(snippet) tulisan muncul sebagai pengantar menuju tulisan keseluruhan. Jika kawan-kawan pengguna Wordpress sudah bisa menikmatinya sejak awal, bayangkan betapa kawan-kawan pengguna Blogger/Blogspot akan 'terharu' jika baru sekarang mereka bisa menikmatinya. :)

1. What Is?
Apa yang pernah disampaikan Blogger sebelumnya bahwa mereka akan menerima impuls kritik dan saran dari penggunanya sudah sedikitnya terpenuhi. Kemampuan men'cuplik' tulisan yang selama ini hanya mengandalkan kejelian coder/scriptwriter yang memanfaatkan segala yang ada untuk mewujudkan hal ini sepertinya sudah dicukupkan oleh Blogger dengan melahirkan fitur baru yang mereka sebut dengan Jump Break! sebagai Hadiah atas Ulang Tahun Blogger yang ke-10. Tanpa perlu berpusing-pusing tentang apa maksud Jump Break!, kita telah dengan sederhana menyebutnya dengan "read-more" karena dengannya, maka tulisan yang ditampilkan di halaman depan Blog adalah cuplikan dari tulisan keseluruhan yang disertai link (read more..) dibawah tulisan tersebut yang akan membawa kita ke tulisan seluruhnya.

2. How To?
Untuk menggunakannya bisa dengan langsung menikmatinya di barisan editor tool di Blogger Draft atau jika kawan-kawan login dengan Blogger Dashboard biasa maka fasilitas ini bisa kita dapatkan dengan mengaktifkannys terlebih dahulu di bagian bawah halaman Setting >> Basic di Dashboard kita masing-masing dengan memilih "Updated editor".


Maka kemudian kita akan disuguhi dengan editor baru yang juga memuat fasilitas (tombol) baru Jump Break! di bagian paling kanan untuk 'memenggal' tulisan kita.


Untuk kawan-kawan yang terbiasa menggunakan Modus "Edit Html" untuk menulis (bukan Modus "Compose"), maka cukup dengan menambahkan kode berikut tepat di tempat dimana tulisan kawan-kawan harus dipotong.
<!-- more -->


Untuk mengganti kata "read more.." menjadi "Baca selanjutnya.." atau yang lainnya, kawan-kawan bisa mengubahnya di halaman Layout lalu Editlah Widget Blog Posts



3. And Then What..?
Lalu.. Ya, lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Mungkin inilah saat untuk kembali membenahi posting-posting yang telah lalu supaya tampilan blog kita (utamanya Halaman Utama) akan terlihat lebih rapi. Terutama untuk kawan-kawan (terutama saya sendiri) yang pada saat lalu menggunakan script-script lain untuk 'mengatasi' kekurangan Blogger ini. Tentu saja dengan fitur ini akan mengurangi beban penggunaan script yang selama ini sudah membebani halaman blog kita. Jangan khawatirkan feed dari posting kita. Penambahan fitur ini tidak mengubah akan berpengaruh pada kemunculan feed blog kita.

Dan tentu saja satu hal yang bisa kita lihat adalah bagaimana Tim Blogger telah mendengarkan feedback dari kita. Lagipula Jump Break! hanyalah satu dari sekian fitur baru yang Blogger sediakan atas hari jadinya yang ke-10 tahun ini. Blogger, Terimakasih.

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.

[+/-] Selengkapnya...

Google: Saudara-saudara, Silahkan Mengungsi!


Ya, evakuasi. Sudah sekitar sebelas bulan sejak pertama kali Tim Google mengumumkan bahwa Page Creator resmi Tidak Lulus Google Labs, dan harus segera dikebumikan. Penggantinya, Google Sites (selanjutnya akan saya sebut dengan "Sites"), sudah selesai diramu sebagai penggantinya. Seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya, produk baru pengganti 'barang lama' tidak selalu lebih baik (minimal dari satu sudut pandang). Keleluasaan di Google Page Creator yang sebelumnya cukup bisa diandalkan untuk menyimpan (hampir seluruh) jenis file, termasuk script-script tertentu, (sengaja) tidak disematkan Google pada produk penggantinya ini. Memang benar, bahwa banyak penyedia layanan hosting gratisan, yang masih cukup baik mau menerima beberapa kilobyte data script kita, tapi jelas itu TIDAK lebih memudahkan. Lalu bagaimana sebaiknya?

Sebentar saya ajak kembali ke beberapa hari yang lalu [tepatnya 12 hari yang lalu :p]. Sebenarnya ini hanyalah akibat kecerobohan kita (-saya lebih tepatnya) untuk tidak menyiapkan diri sesegera mungkin setelah pengumuman google waktu itu untuk mencari tempat berteduh lain bagi file-file yang sudah 'terlanjur' ter-upload itu. Mungkin kawan-kawan juga mendapat email yang sama dari Google, yang membuat saya mengharuskan diri untuk segera berbenah sebelum Page Creator benar-benar.. mati.

Email itu, singkat, tapi pengaruhnya bisa sangat panjang. Secara umum saja, Google mengatakan bahwa proses migrasi sebenarnya akan berjalan tanpa gangguan JIKA tidak terdapat file yang tidak bisa di-support oleh "Sites". Artinya, proses migrasi, akan secara halus memindahkan seluruh file kita di Page Creator ke "Sites" secara keseluruhan, TETAPI Google TIDAK BERTANGGUNG JAWAB jika file-file yang tidak didukung oleh "Sites" akan berjalan dengan benar a.k.a broken ("Sites" memang TIDAK MENDUKUNG script Java). Jadi, sebelum nanti 'rusak' dan kesulitan mencari penggantinya, lebih baik jika kita rawat baik-baik dulu file-file tersebut, dan kita tempatkan di tempat yang lebih aman. Setidaknya sampai Google mengijinkan "Sites" menerima file-file tersebut.

Tapi,.. Kang Jaloe pernah bilang pada saya, "Semakin dibatasi, semakin kreatif". Nah, mungkin beberapa solusi ini bisa kita pakai sementara (-semoga benar-benar sementara). Sebelumnya, saya hanya punya dua solusi, tapi telusur demi telusur ternyata fernando malah punya 4 solusi. Jadi mungkin inlah yang bisa kita lakukan.

1. Menempatkan script dalam template
Cara ini jelas sudah sering pula kita lakukan. Kelemahannya, tentu saja, template kita akan bertambah panjang dan butuh waktu lebih lama untuk mengaksesnya. Tapi, kata 'lama' tidak berarti memakan waktu sampai berjam-jam kok, dan yang terpenting Script kita masih berjalan sempurna. :)

Mudahnya di bagian header template (sebelum tag </head>, Ubah penautan (linking) script ke URL di hosting (misal, untuk kasus ini PageCreator) yang biasa kita tuliskan dengan :
”<script src='ALAMAT_URL_SCRIPT' type='text/javascript'></script>

script ini kita ganti dengan :
”<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
ISI_SCRIPT
//]]>
</script>


2. Menggunakan Gadget "HTML/Javascript" Bawaan Blogger
Disini kita akan membuat "section" baru untuk gadget di blog kita. Caranya, letakkan kode berikut dibawah tag <body> :
”<b:section class='myscripts' id'myscripts' />

Setelah template disimpan, kita pindah ke halaman Layout > Page Elements. Maka akan muncul 'section' baru untuk menambahkan gadget seperti biasa dengan "Add a Gadget" (Titles/Judul gadget HARUS dikosongkan). Lalu masukkan script tersebut seperti biasa dengan format:
”<script type='text/javascript'>
ISI_SCRIPT
</script>

Tambahan berguna dari fernando: Jika ingin menambahkan beberapa script di gadget yang berbeda maka kita dapat menambahkan syntax berikut sebelum tag </b:skin> (bagian CSS) :
”.scripts-container .widget h2 {display: none; visibility: hidden;}

Perlu diperhatikan bahwa terkadang Blogger 'keliru' menginterpretasikan tanda "<" and ">". Solusinya adalah dengan menambahkan 'spasi' sebelum dan sesudah tanda tersebut setiap kali (dalam script) muncul tanda itu. Sebagai contoh :
sebelum : for(var i=0;i<spans.length;
sesudah : for(var i=0;i < spans.length;

3. Mengubah file .js menjadi .txt
Sebenarnya fakta inilah yang paling menyenangkan. Bahwa sebenarnya file javascript (.js) pada dasarnya hanyalah file teks biasa (.txt). Jadi dengan mengubah ekstensi .js menjadi .txt solusi bisa kita dapatkan.
Cara menggantinya, ya tinggal di-rename saja :P setelah itu (kemungkinan besar) penyedia layanan hosting akan dengan senang hati menerima file "teks" kita tersebut. (Termasuk Google "Sites" ya kan..).
Dan untuk memanggilnya kita gunakan :
”<script type="text/javascript" src="ALAMAT_URL_SCRIPT.TXT" />

Selesai. Dan yang terakhir,

4. Menggunakan AJAX Libraries API milik Google
Beberapa script yang kita gunakan terkadang hanya dapat bekerja dengan menggunakan Library yang sudah disediakan, Seperti jQuery, MooTools, atau yang lainnya. Nah, beruntung kita karena Library API milik google terbilang lengkap. Jadi, kita dapat menggunakannya tanpa harus mengupload library kita sendiri.
Caranya letakkan syntax berikut sebelum tag </head> :
”<script src='http://www.google.com/jsapi'/>
<script>
google.load("library if available", "version");
</script>

Dan.. selesai.

Cara 1-4 diatas saya susun berdasar tingkat kemungkinan dan kemudahan pemakaian. Tapi, jika saja memang bahkan seluruh cara diatas dirasa terlalu merepotkan. maka cara pamungkas ini adalah cara termudah yang bisa dilakukan sebagai pengganti Page Creator. Yaitu,

5. Upload Script kita ke penyedia Hosting :p
Disini, semua perkara selesai. Kecuali, fakta bahwa terkadang provider hosting 'gratisan' (kita berusaha menggunakan gratisan karena toh Page Creator juga gratis) selalu menyimpan udang dibalik batu, maksudnya terkadang pembatasan bandwidth akan cukup mengganggu dan terkadang syarat-syarat menyebalkan lainnya. Kawan-kawan bisa mencarinya dengan Google. Sekedar saran kawan-kawan bisa gunakan fileave atau fileden. Kelebihan dan kekurangan masing-masing bisa kawan-kawan nilai sendiri.

Pyuhh.. Yah mungkin itu yang bisa kita lakukan. Selamat Jalan Page Creator..
Dan untuk Google, yang kita harapkan adalah penggantian yang menguntungkan. Memang Google Sites sama sekali tidak buruk. Kawan-kawan bisa lihat contoh yang telah saya coba buat disini. Memang benar bahwa membuat situs secara utuh akan sangat dimudahkan. Tapi, situs tanpa pernak-pernik bantuan javascript rasanya... kurang mensyukuri. :)

Semoga bermanfaat. Ditulis sebagai pengingat untuk saya dan yang membutuhkan. Terima Kasih.

[+/-] Selengkapnya...

Tim Blogger Ikut Program Adsense (?!)


Belum bisa saya pastikan kapan dimulainya dan dengan sebab apa Tim Blogger juga mendaftarkan halaman administrasi kita di blog*spot, tapi yang pasti Blogger yang diasuh Google ini seperti yang sudah sadar bahwa dia (google) telah membuat banyak orang mampu me-regenerasi dana mati menjadi aliran yang (seperti) tanpa henti dengan Adsense. Karena tidak ter-eksploitasi dengan terbuka, Iklan Adsense di halaman yang muncul setelah kita mempublikasi sebuah tulisan membuat gelagat ini tidak terlalu mencuri pandangan mata.


Mungkin Tim Blogger juga mengikuti saran dari beberapa Master Publisher Adsense yang seringkali mengatakan "Letakkan blok adsense tersebar merata di halaman posting maupun halaman utama". :)

Kalau saja Google, bahkan harus menyelipkan 'usaha' terbaiknya untuk memenuhi halaman dengan APAPUN yang berguna (Economically) itu berarti kita-pun jauh lebih berhak memanfaatkan APAPUN yang coba Google berikan.

Yup, selamat bergerilya Tim. Kita berharap saja supaya meningkatnya pendapatan akan juga meningkatkan tingkat 'pendengaran' atas feedback-feedback yang selama ini telah kita sarankan pada Tim Blogger. Semoga saja.

[+/-] Selengkapnya...

Mengaktifkan Kembali Comment Pagination


Mungkin senyum disamping inilah yang mewakili kegembiraan saya ketika akhirnya persoalan yang pernah meluap di twitter saya beberapa hari lalu terselesaikan sudah (atau setidaknya terobati setengahnya). Bermula dari banyaknya yang mendaftarkan blognya dalam Daftar Blog Do Follow Indonesia yang telah kita buat sebelumnya (terimakasih sebanyak-banyaknya), karena untuk memasukkan nama blog yang ingin didaftarkan saya mengharuskan pendaftaran melalui cara komentar seperti biasa maka tidak lagi dapat dielakkan komentar (sekaligus pendaftaran) yang dilakukan mencapai angka lebih dari 200. Padahal sudah diketahui bahwa untuk Blog dengan mesin Blogger (blog*spot) hanya mengijinkan maksimum jumlah komentar sebanyak 200 untuk tiap halamannya, dan untuk templates yang sudah banyak di'acak-acak' seperti template yang saya gunakan ini, maka komentar ke-201 dan seterusnya tidak dapat dilihat dengan mudah. Cara paling memungkinkan adalah dengan menggunakan komentar model lama, dan bukan 'embedded-comment form' yang sudah saya pakai sebelumnya.

Tapi ini tidak selalu terjadi pada setiap template. Hanya beberapa template saja yang sebelumnya telah banyak di kustomisasi yang akan kehilangan 'kemampuan' ini. Dan sayangnya, sejauh saya bisa mendapatkan informasi tentang ini, belum ada penjelasan yang jelas dari blogger yang menjelaskan masalah ini. Titik terang baru saya dapatkan (walau tidak sepenuhnya) setelah membaca komentar Amanda mengenai permasalahan ini.

Dan memang cara tebaik adalah dengan menelusuri satu persatu script yang hilang pada template saya, dibandingkan dengan template minima default yang masih 'bersih'. Yup, dan ternyata memang benar ada script yang (entah mengapa) hilang dari tempatnya, yaitu script yang menampilkan halaman komentar apabila komentar yang diberikan melebihi angka tertentu (dan blogger menetapkan angka 200).


Telusur demi telusur, ternyata terdapat beberapa baris script yang hilang. Dan setelah trial and error akhirnya berhasil ditemukan letak permasalahannya. Ternyata barisan script berikutlah yang tidak terdapat di beberapa templates yang sebelumnya sudah pernah terutak-atik (terutama sebelum embedded comment form dikeluarkan oleh blogger) :

”<b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>
<span class='paging-control-container'>
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>&#160;<data:post.commentRangeText/>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>
</span>

Jadi, jika kawan-kawan mengalami hal yang serupa dengan saya, maka yang harus dilakukan hanyalah mencari script berikut :
”<p class='comment-footer'>
<b:if cond='data:post.embedCommentForm'>
. . .

dan letakkan script yang saya sebutkan sebelumnya tepat diatasnya. Dan.. selesai.

Tapi tidak menutup kemungkinan kawan-kawan ingin meletakkan script tersebut di bagian selain dibawah blok komentar. Bisa jadi kawan-kawan ingin meletakkannya juga di bagian atas blok komentar. Yang paling penting harus dipahami adalah bahwa script/kode berikut ini:

”<b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>
<span class='paging-control-container'>
<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>&#160;<data:post.commentRangeText/>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>&#160;<a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>
</span>

akan menghasilkan munculnya :

Jadi, peletakan ini tidak 'saklek' di tempat yang sudah saya sebutkan. Pertimbangan tempat terbaik yang tepat untuk menempatkan munculnya tampilan comment-pagination ini. Ada baiknya kawan-kawan memeriksa apakah syntax tersebut masih ada di tubuh script blog kawan-kawan. Jika memang masih ada, maka tidak ada yang perlu dirisaukan. Tapi jika syntax itu tidak ada, maka ini adalah solusi yang mungki kawan-kawan butuhkan jika suatu waktu jumlah komentar yang masuk lebih dari batas 200.

Yah, sekian saja dulu. Jika ada yang ingin dipertanyakan, semoga dapat saya jawab secepatnya. Atau jika malah ada yang sudah berhasil memodifikasinya menjadi sesuatu yang jauh lebih indah, tentunya akan sangat kita nantikan. Terimakasih dan Semoga membantu. :)

Hak cipta gambar "A Pleasant Child's Smile by Juca" ada pada www.dpchallenge.com

[+/-] Selengkapnya...

LaTeX Equation Editor untuk HTML


Tentu bukan satu atau dua kali sebenarnya saya sempat mengernyitkan dahi karena keingintahuan untuk menulis persamaan matematika dan/atau lainnya di tulisan blog atau halaman tertentu sebuah situs. Terlebih rasanya kurang lengkap jika pembahasan tentang cara penulisan referensi yang lalu tidak dibarengi dengan apa yang akan kita bahas sekarang. Bagi kita yang 'familiar' dengan penulisan tugas, makalah atau bahkan jurnal ilmiah (utamanya bidang sains dan teknologi) tentu tidak lagi mendapat kesulitan berarti untuk menuliskan persamaan-persamaan matematis (ehm... atau mungkin lebih mudah didengar sebagai.. "rumus") di software-software pengolah kata baik Microsoft Office atau OpenOffice sekalipun.

Kedua perangkat lunak yang sangat kita cintai ini (dengan sangat mengerti) telah memasukkan fitur equation editor untuk memudahkan kita menulis 'rumus-rumus' tadi dalam tulisan yang memang 'memaksa' persamaan ini untuk masuk kedalamnya. Kemudahan yang bisa kita dapatkan di software pengolah kata ini tentu membuat mereka (rumus-rumus ini) lebih sering muncul dalam file-file offline atau kalaupun terbuka online tulisan-tulisan indah ini akan dibundel dalam satu kemasan file yang terlebih dulu harus di-download. Dan biasanya tidak dalam ukuran file yang dapat dinikmati oleh pengguna layanan internet 'narrowband' (kebalikan broadband :P) yang koneksinya 'habis gelap terbitlah terang' (maksudnya, kalau mau sedikit lebih cepat, tunggu sampai malam tiba dan tidak semua orang berdesakan menggunakan internet) seperti saya. :)

Kemudian yang membuat kernyitan dahi ini tidak segera turun adalah persoalan bagaimana jika sesekali kita ingin menyematkan 1 atau 2 persamaan yang memang dirasa penting muncul di halaman blog atau situs kita? dan persamaan ini muncul online layaknya jika kita mencari tahu soal beberapa persamaan matematis di ensiklopedia bebas wikipedia itu. Persamaan-persamaan ini muncul persis seperti jika kita menuliskannya di file-file word-processor biasanya.

Usut punya usut dan telusur punya telusur, Alhamdulillah, akhirnya beberapa saat yang lalu saya mendapati (tentu saja atas kerja keras google semata) sebuah halaman berisikan 'online latex equation editor' yang tentunya serta-merta membuat saya segera kegirangan karena tercapainya keinginan menuliskan 'rumus-rumus' di blog atau situs tertentu sudah didepan mata. Memang sudah sangat dimaklumi bahwa penggunaan LATEX-script sudahlah menjadi kelaziman bagi mereka yang memang sering membenamkan hati dan pikiran mereka untuk menulis makalah, jurnal atau bahwa thesis yang selalu melibatkan persamaan-persamaan tertentu dalam tulisannya. Tapi sekali lagi, yang istimewa dari apa yang disuguhkan oleh Will Bateman dan Steve Mayer ini adalah fasilitas online editor yang tanpa harus meng-install script-script tertentu, penulisan persamaan tersebut langsung dapat digunakan.

Menuliskan persamaan semisal persamaan Schrödinger bergantung-waktu berikut, akan sangat mudah (meski jelas solusi-nya sendiri tidak kemudian ikut jadi mudah :P ) :



Atau ingin menuliskannya secara khusus untuk kasus partikel bebas dalam daerah satu dimensi dibawah pengaruh potensial V:



Tentu saja, contoh diatas sama sekali tidak menunjukkan bahwa hanya persamaan tertentu saja yang yang dapat kita buat. Persamaan apapun, baik itu matematis atau reaksi kimia sekalipun dengan mudah dapat kita buat. Halaman tersebut dapat diakses di sini. Sampai disana, kawan-kawan tidak akan disuguhkan 'ucapan selamat datang' yang bertele-tele, kawan kawan hanya akan dihadapkan pada 'selembar' halaman bersih dengan tools ala equation editor yang tentunya sudah sangat familiar. Jika sudah selesai dengan penulisan persamaan yang perlu dilakukan hanyalah menyalin seluruh HTML-script (atau bahkan script selain HTML) di bagian bawah dan letakkan di bagian tulisan yang kawan-kawan inginkan. Sebagai contoh persamaan Schrödinger diatas saya dapat dengan menyematkan script berikut tepat di tempat kawan-kawan bisa melihat persamaan itu berada.
”<a href="http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)@plus; V(x)\Psi(x,\,t) \," target="_blank"><img src="http://latex.codecogs.com/gif.latex?\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," title="\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," /></a>

Atau jika tidak ingin menautkan (me-link) persamaan tersebut ke halaman equation-editor ini, maka yang bisa kita lakukan hanya dengan membuang script berwarna merah dan meninggalkan script berwarna biru saja. Artinya kita hanya mengambil gambar persamaan yang kita butuhkan saja, sehingga menjadi
”<img src="http://latex.codecogs.com/gif.latex?\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," title="\large i {\partial \over \partial t} \Psi(x,\,t)= -{1 \over 2m} {\partial^2 \over \partial x^2} \Psi(x,\,t)+ V(x)\Psi(x,\,t) \," />

Mudah... semoga mudah. Setidaknya ini memang memudahkan. Selamat mencoba kawan-kawan.

Aku tunduk pada kesempurnaanNya.

[+/-] Selengkapnya...

Lagi, dari Blogger in Draft


Bloggger In DraftJika memang saya tidak salah lihat. Bahkan tadi malam, belum ada yang berubah dari tampilan dashboard blogger. Tapi siang ini, muncul 'selipan kecil' di sebelah kiri daftar nama blog yang kita buat di dashboard saya. Selidik punya selidik, ternyata memang Blogger in Draft baru saja 'meluluskan' dua dari sekian 'murid didiknya'. Tapi sayang, sejujurnya, setidaknya oleh saya, fitur baru ini tidak se-menggelegar lulusan lainnya semacam "embedded-comment form" yang pernah Blogger luncurkan.

Mungkin, untuk yang memang membutuhkan, fitur ini dinilai cukup membantu. Produk pertama, yang tentunya langsung tampak di halaman utama dashboard kita adalah munculnya dua ikon di sebelah nama blog kita, untuk memfasilitasi penulisan blog melalui media e-mail dan handphone (mobile). Jelas sekali Blogger seperti hanya mengeluarkan 5% dari kemampuan peningkatan fiturnya (terutama pada penambahan fitur kali ini). Kenapa, karena sebenarnya, ikon yang muncul ini hanyalah 'shortcut' yang sebenarnya bisa kita akses di ruang setting blog kita sebelumnya. Blogger Buzz menyebutnya "Post On The Go". Tentu istilah ini tidak lagi asing. Secara sederhana, fitur ini (berusaha) membantu pengguna blog yang ingin melakukan posting dengan perangkat apapun, selain PC yang lazim kita gunakan, sehingga diharapkan muncul banyak kesempatan untuk tetap 'melanggengkan' penulisan blog itu. Saya pribadi, menggunakan fasilitas ini untuk blog foto yang tentu dengan sangat mudah masuk akal, akan membantu karena potongan-potongan gambar yang saya temui di jalan, akan dengan mudah terabadikan di tempat ini. Itu untuk fitur pertama.

Lalu produk kedua adalah 'tampilan' hasil pendapatan Google AdSense (live earning data) yang sudah kawan-kawan dapatkan dari blog ini. Memanfaatkan AdSense API, dashboard kita akan dibubuhi tampilan secara langsung, seberapa besar pendapatan kita sampai dengan hari ini. Memang, fitur ini hanya muncul pada blog-blog yang memang di monetisasi dengan Google Adsense. Karena 'kebetulan' saya tidak melakukannya, maka dashboard saya tidak dijejali kemunculan tulisan indah ini. :P

Lalu, jika memang harus menyimpulkan lagi (untuk kedua kali). Tetap saja masih sangat dirasakan bahwa INI hanyalah sedikit dari banyak kemampuan yang masih bisa dilakukan pihak Google (blogger). Antrian panjang menunggu 'Spam Counter' semacam Akismet di Wordpress, atau harapan (entah berlebihan atau tidak) diberikannya 'Permalink Custom' untuk tiap-tiap posting blog setidaknya sampai saat HARUS jadi PR penting untuk Google dan/atau Blogger.

Google.. selamat mengerjakan. :)

[+/-] Selengkapnya...

Integritas yang (semoga) menguntungkan


Ini bukan salah satu upaya penggalangan suara supaya kita bisa duduk di kursi parlemen. Tapi mungkin setidaknya akan agak serupa juga upaya yang pihak blog*spot atau Google lakukan dengan (yang saya hormati) para calon legislatif yang sedang berusaha menjadi yang terpilih untuk memanjangkan suara yang terwakilkan padanya. Hanya saja jika menjadi anggota legislatif adalah tugas ang terlalu berat untuk dijalankan (oleh saya tentunya), tapi sekiranya mengumpulkan suara sekedarnya untuk gadget yang akan kita bicarakan ini tentu tidak se-berat menjadi calon anggota legislatif. Karena menjadi representasi adalah perkara rumit.

Jika sekitar bulan agustus 2008 tahun lalu Blog*spot mengeluarkan Followers Gadget untuk membantu pembaca blog mengetahui tulisan-tulisan terbaru dari blog yang ia "ikuti", maka mulai 2 hari yang lalu (tentu sejak saat itu ada yang berubah dengan 'Followers Gadget' kita) blog*spot "menggantinya" dengan Gadget yang sebenarnya juga telah ada sebelumnya, Google Friend Connect. Sama saja seperti halnya calon anggota dewan pilihan kita yang tidak ingin kehilangan suara hanya karena sedikit perubahan metode kampanye, maka begitu pula dengan Gadget ini. Lebih tepatnya adalah Follower Gadget terintegrasi dengan Google Friend Connect. Karena followers (Khusus blog ini saya menyebutnya "FELLOW"ers) yang telah lalu pun juga ikut 'terboyong'.

Baik atau buruknya, tentu akan lebih mendekati kebenaran jika kawan-kawan sendiri yang menjawab. Satu alasan ter'baik' (mungkin) yang ingin blog*spot/Google usahakan adalah melebarkan daya jangkau pembaca yang juga ingin mengikuti perkembangan tulisan blog tersebut tapi bukan dari partai platform blog yang sama, bahkan platform akun bukan blog sekalipun. Lalu apa, seolah seluruh suara (minimal) bisa ditampung. Kuncinya ada pada OpenId tentunya. Wordpress, Typepad bahkan AOL, Yahoo! jelas tidak akan lagi harus bersusah payah mencari cara mem-bookmark blog yang ingin diikuti.

..

Tapi,.. sesungguhnya ini yang ingin menjadi poin tergaris bawahi oleh saya. Sebuah pertanyaan (yang sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan). Jika program (GFC) ini sukses -menggabungkan pembaca dalam sebuah wadah (yang dibuat oleh Google juga). Apakah tidak mungkin, luasnya kesempatan yang ia (you-know-who) berikan menggunakan SATU perangkat, adalah sempitnya ruang gerak kita di web. Media bookmarking yang lain.. stumbleupon, Digg, LintasBerita atau yang lainnya apa masih diperlukan?. Yah,.. semoga saja ini baik.

ps: sebagai tambahan (yang mungkin bisa dianggap 'baik'nya fitur ini), lihat apa yang bisa Google Friend Connect terhadap Sistem Komentar untuk blog kita, dari tulisan Antonio.


[+/-] Selengkapnya...

Kode Error Blogger : bX-Codes


Terkadang, bisa menjadikan komentar seseorang sebagai pemicu bagaimana kita menulis, adalah sebuah kebaikan. Seringkali saya mendapati Abang Andi Mujahidin mengkomentari tulisan-tulisan kawan-kawan yang lain dengan kata-kata "Crucial Post..". Atau dengan kata lain, abang kita ini seperti ingin menyampaikan "betapa, sebuah tulisan pendek tapi tidak se'pendek' kegunaannya". Setidaknya inilah "pesan tersembunyi" yang mampu tertangkap oleh saya. Pesan ini yang kemudian membuat saya ingin berbagi masalah ini.

Mungkin pernah sesekali kawan-kawan mendapati pesan error dari blogger ketika kawan-kawan melakukan peng"edit"an templates pada layout, atau sekedar menambah widget. Biasanya pesan ini di awali dengan kode (prefix) "bX-...".


Sekedar bercerita, satu-satunya yang bisa dilakukan oleh saya ketika mendapati kode error ini adalah "Melongo..". Karena apa?, karena memang kita tidak pernah tahu apa yang coba disampaikan oleh Blogger dengan kode-kode ini, selain pengertian bahwa telah terjadi kesalahan atau error. sudah, itu saja. Tapi masalahnya, entah di sebelah mana kesalahan itu.

Inilah sebab kita butuh semacam "blueprint" atau "cheatsheet" dari developer blogger, yang akan membantu kita menganalisis dimana letak kesalahan yang kita lakukan pada templates blog kita.

Memang tidak akan sepenuhnya membereskan masalah begitu saja. Tapi mungkin jika terjadi kesamaan kesalahan dengan blogger lain (yang sudah melaporkan kode error tersebut kepada blogger/blogspot), masalah akan menjadi lebih cepat teratasi.

Blogger Error Codes (http://bx-codes.blogspot.com/), adalah sebuah basis data tempat menampung kode-kode error, yang sebenarnya juga hasil dari laporan kawan-kawan juga kepada blogger. Jadi, saran saya, jika suatu waktu kawan-kawan mendapati kode error (bX-codes) setelah melakukan "penggubahan" pada layout kawan-kawan, coba kawan-kawan telusuri kode error tersebut di blog ini.

Atau jika tidak ditemukan juga, Blogger Help Group (http://groups.google.vu/group/blogger-help), bisa kita jadikan tempat untuk mendapatkan solusi. Karena Google Group adalah layanan berbentuk forum, maka kita tidak perlu sungkan untuk bertanya langsung, jika memang jawaban atas pertanyaan kita belum saja kita dapatkan. Terlebih, Grup ini tidak hanya membicarakan tentang kode error, tapi lebih luas lagi tentang semua permasalahan Blogger atau Blogspot.

Semoga membantu kawan-kawan. Jikapun tidak, ini cukup mengobati rindu saya bertemu kawan-kawan... di saat yang memang sempit ini. Disaat yang jika harus saya datangi blog kawan-kawan saya di blogroll saya (baca: "Beruntunglah kalian ada disini"), niscaya waktu sesempit ini tidak akan cukup. Maafkan, maafkan, maafkan.

[+/-] Selengkapnya...

Memberi Nomor Urut Pada Komentar di Blogspot


Nomor Urut Pada KomentarHilanglah satu kepenasaran untuk memberi nomor urut pada komentar / menomori komentar sesuai dengan urutan komentar dari pembaca pada tulisan kita, khususnya kita yang menggunakan Blogspot. Pada Platform Blog Wordpress sering kita temui pada kolom komentar terdapat nomor urut untuk masing-masing pemberi komentar, sesuai dengan datangnya komentar tersebut. Lalu apakah penomoran ini bisa dilakukan di blogger a.k.a blogspot (itu gaya bicara adik saya, jika menyebut kata "alias"). Maka jawabnya bisa.

Tulisan berikut adalah terjemahan bebas dari tulisan Fernandooo1 di blog miliknya Randomness. Kawan-kawan bisa langsung merujuk kesana jika menginginkan. Setelah saya baca dan praktekkan, kemudian yang saya lakukan adalah mencari dengan Google dengan keyword "Memberi Nomor Urut Pada Komentar". Harapan saya adalah menemukan tutorial tersebut dalam bahasa indonesia. Sebuah blog memang ada, di urutan pertama pula, yaitu blog Tito-Kun. Tapi sayang malah keterangan "Page not found" muncul. Maka sampailah saya pada penulisan ini. Tulisan ini tak lain hanyalah usaha pembelajaran.

Menurut Fernandooo1, cara ini punya kelebihan juga kekurangan. Jangan mengerutkan dahi dulu, sekarang lihat alasan yang dia kemukakan
Advantages:
• It is a nice way of differencing each comment.
• It allows you to get the permalink of each comment, and this may work for future references (e.g.: “You should read this comment [URL goes here], I found it very interesting”).
• Indispensible for design purposes.

Possible disadvantage:
• If you’re lazy, you may find it too long and difficult, though that’s exactly how styling your blog is always going to be. Patience is the clue!
Ternyata itu alasannya kekurangannya. Huruf yang saya tebali "permalink of each comment" maksudnya adalah, memberi alamat/URL unik untuk tiap-tiap komentar. Sebagai contohnya adalah permalink berikut:
http://randomnessf1.blogspot.com/2008/08/translation-numbering-comments.html?showComment=1218148560000#comment-2725052588975512324

Alamat diatas adalah URL Unik milik komentar saya di Blog milik Fernandooo1. Jadi ketika di klik maka kita akan langsung dibawa ke blog dia, sekaligus langsung ke kolom komentar yang saya berikan. Sebenarnya untuk templates standar, permalink untuk masing-masing komentar juga telah ada, yaitu pada "tanggal/waktu" komentar. Nah untuk yang menggunakan templates modifikasi, bisa jadi permalink ini dihilangkan, maka cara ini akan sekaligus mengembalikan permalink pada komentar di blog kawan-kawan.

Jadi jika kawan-kawan ingin mengutak-atik blog kawan-kawan dan juga merasa bukan pemalas, maka silahkan melanjutkan. Tapi jika sebaliknya.. atau memang ragu atau tidak mau maka saya pun tidak bisa memaksa :)

Kita mulai saja
  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard >> Layout >> Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates".
  2. BACKUP templates kawan-kawan sebelum memulai pengeditan . Harap perhatikan karena ini penting, dan jadikanlah perilaku ini sebagai kebiasaan, sebelum melakukan perubahan pada templates kita.
  3. Cari kode dibawah ini dan tambahkan kode yang saya beri warna merah. Agar lebih mudah gunakan fasilitas "find" atau "search" pada browser kawan-kawan :
    ”<dl id='comments-block'>

    <script type='text/javascript'>var CommentsCounter=0;</script>

    <b:loop values='data:post.comments' var='comment'>

    <div class='' expr:id='data:comment.id'>

    <dt class='comment-author' expr:id='"comment-" + data:comment.id'>
    <a expr:name='"comment-" + data:comment.id'/>
    <b:if cond='data:comment.authorUrl'>
    <a expr:href='data:comment.authorUrl' rel='nofollow'>
    <data:comment.author/>
    </a>
    <b:else/>
    <data:comment.author/>
    </b:if>
    <data:commentPostedByMsg/> <!-- Mungkin saja baris ini tidak terdapat
    pada templates kawan-kawan. Tapi itu tidak masalah -->


    <span class='numberingcomments'>
    <a expr:href='"#comment-" + data:comment.id' title='Comment Link'>
    <script type='text/javascript'>
    CommentsCounter=CommentsCounter+1;
    document.write(CommentsCounter)
    </script>
    </a>
    </span>

    </dt>

    <dd class='comment-body'>
    .......
    </dd>

    </div>
    </b:loop>
    </dl>
  4. Selanjutnya kita tinggal menambahkan kode berikut pada bagian CSS templates kita. Letakkan kode berikut tepat diatas kode ]]></b:skin> :
    ”/*Mulai css Comments Numbering*/
    .numberingcomments{
    float: right;
    display: block;
    width: 50px;
    margin-right: 5px;
    margin-top: -35px; /*POSISI NOMOR URUT KOMENTAR*/
    text-align: right;
    font-family: 'Century Gothic','Lucida Grande',Arial,Helvetica,Sans-Serif;
    font-size: 30px;
    font-weight: normal;
    }

    /*since the numbers are actually links, we need to force the color properties*/
    .numberingcomments a:link, .numberingcomments a:visited {color: #445566 !important; text-decoration: none !important;}/*selesai css Comments Numbering*/

    .numberingcomments a:hover, .numberingcomments a:active {color: #FF9933 !important; text-decoration: none !important;}/*selesai css Comments Numbering*/
  5. Save Templates dan Selesai.

Nomor urut komentarJika ingin mengubah bentuk font, warna atau mungkin posisi nomor urut tersebut, tentu seperti yang kita ketahui yang perlu dilakukan hanyalah dengan mengganti kode pada poin ke 4. Sekaligus mengingatkan, bahwa bentuk templates yang berbeda-beda menyebabkan letak kemunculan nomor urut pada komentar ini berlainan pula, sekali lagi, ubah kode yang diperlukan pada kode css saja (poin ke-4).

Yup, kita bisa melakukannya. lakukan dengan teliti. Jika terjadi sesuatu, kembalikan templates kawan-kawan dengan file Back-up tadi. Kemudian ulangi sekali lagi. Contohnya bisa kawan-kawan lihat di blog ini. Selamat mencoba bagi yang ingin mencoba.

#PS :
  • Ijin dari Fernandooo1 melalui komentar bisa dilihat di sini.
  • Berhubung menurut Fernandooo1, script ini didapat dari seorang kawan, maka saya sampaikan juga terimakasih kepada JMiur dari Vagabundia.
  • Terimakasih juga untuk Amanda, karena lewat informasinya saya bisa menemukan tulisan ini.
  • Setelah mencari-cari lagi, saya menemukan review posting diatas, telah ditulis oleh o-om pada tanggal 6 kemarin. Saya sarankan untuk menuju ke blog o-om untuk membaca tulisan beliau.

[+/-] Selengkapnya...

Sedikit Lebih Sopan : Moderasi Komentar di Blogger


Moderasikan Komentar Blog Jika saja Blogger memiliki penghalau SPAM sebaik yang Wordpress miliki, niscaya cara seperti yang akan kita bahas ini, juga akan saya tinggalkan. Bagaimana tidak, sejujurnya saya katakan bahwa “pagar betis” yang dipersiapkan oleh Blogger untuk menghalau SPAM terkadang membuat kita (saya pribadi khususnya) harus sedikit bersusah payah untuk sekedar memberi komentar. Tapi bukan sepenuhnya buruk. Usaha Blogger ini akan terasa kebaikannya bila suatu saat blog kawan-kawan sudah mendatangkan trafik yang sangat tinggi. Memang jika laju pembaca masih sedikit, seperti di blog ini, tentu tidak akan banyak terasa gunanya “pagar” tadi. Kita juga sadar betul, bahwa membiarkan SPAM berada di Blog kita, sama dengan membiarkan Search Engine untuk tidak mengindeks Isi blog kita. Blogger sampai saat ini belum bisa membedakan komentar yang identik (akibat penggunaan Automated SPAM). Penting atau tidaknya kekhawatiran itu muncul, jawabannya ada pada diri kita sendiri.


Setidaknya ada lima tindakan preventif yang Blogger sediakan untuk kawan-kawan beserta uraian singkatnya :

  1. Blogger hanya menerima lima HTML Tag untuk komentar :
    ”<a> (untuk membuat hyperlink)
    <strong> dan <b> (untuk mempertebal teks/font)
    <em> dan <i> (untuk membuat teks dicetak miring)
    selain tag diatas, tidak akan diterima (untuk saat ini). Ini yang mungkin tidak akan banyak mengganggu, karena toh untuk melakukan komentar, tak perlulah rasanya menggunakan HTML tag yang berlebihan. Dan setahu saya, bagi yang menggunakan sistem komentar standar (bukan “plug-in” atau script tambahan), maka fasilitas ini akan selalu aktif.
  2. Semua link yang diberikan, akan dengan sendirinya di beri label/tag tambahan rel="nofollow". yang akan menghentikan laju spiderbot atau crawler untuk mengikuti link yang kita maksud. Apa itu crawler, sudah sempat kita bahas di “Mungkin Seperti Ini Cara Dia Melihat : SEO”. Sebenarnya ini sangat tidak bermasalah kecuali kawan-kawan yang memang menghilangkan tag tersebut supaya ingin juga memberikan backlink kepada siapapun yang berkenan memberikan komentar. Pembahasan ini, mungkin bukan disini tempatnya, banyak yang harus dibicarakan lebih lanjut.
  3. Notifikasi berupa e-mail untuk setiap komentar yang dberikan. Dengan begitu, kawan-kawan bisa dengan mudah mengetahui siapa saja yang telah melakukan komentar. Dan jika ditemukan SPAM, maka hapus komentar tersebut. Ya, untuk blog dengan lalu lintas rendah seperti blog saya ini, cara ini masih cukup efektif. Tapi untuk blog dengan lalu lintas tinggi, maka notifikasi seperti ini hanya akan membuat kotak surat e-mail kita penuh, dan harus dengan lapang dada, dihapus satu demi satu.
  4. Menggunakan CAPTCHA atau Verifikasi Kata yang akan langsung menghalangi komentar dari SPAM. Tapi selain itu –terus terang saja, sangat menganggu. Walau begitu, sampai saat ini, inilah filter terbaik yang bisa kita lakukan. Ya, setidaknya sampaikan maaf untuk pembaca blog kawan-kawan yang akan mengisi komentar, karena telah menyiapkan “pagar” yang terlalu tinggi.
  5. Menggunakan Moderasi Komentar, yang akan “menahan” komentar kawan-kawan untuk kemudian masuk ke dalam daftar moderasi yang setelah disetujui oleh penulis blog, barulah komentar kawan-kawan akan muncul. Cara ini yang akan kita bahas bersama-sama. Model ini bukan tanpa kekurangan, moderasi akan menghalangi pembaca untuk melakukan instant feedback, yang buat saya itu menggembirakan. Pertama, moderasi seperti semacam pembenaran atas posting kita, komentar akan ditahan dan di “seleksi” kelayakannya. Ah, menggelikan rasanya (ini untuk saya yang rasanya tidak pantas untuk melakukan moderasi komentar kawan-kawan). Lagi pula model moderasi yang diberikan Blogger tidak sama dengan model moderasi yang diberikan Wordpress. Wordpress menyajikannya dengan elegance yang tinggi.


Cukupkah lima poin ini ? Tentu belum. Kita yang menggunakan Blogspot sebagai hosting blog, masih sangat memimpikan penghalau lain untuk SPAM layaknya wordpress dengan Akismet-nya. Ya mungkin suatu saat. Toh permintaan kita (secara moral) kepada Blogger untuk menambahkan Inline Commenting System (Komentar langsung di bawah Posting), sudah ditambahkan oleh blogger, meski masih dimasukkan kedalam fasilitas draft dan sekarang sudah bisa kita nikmati.


Nah, jika memang kawan-kawan merasa bahwa moderasi komentar adalah cara terbaik, ada sebuah opsi baru yang ditawarkan oleh blogger yang mungkin sedikit lebih “sopan”, yaitu dengan mengaktifkan moderasi khusus untuk posting yang sudah lama. Dengan begitu, tidak setiap komentar akan di”tahan” dan menunggu persetujuan dari penulis blog, tapi hanya untuk posting-posting yang sudah lama. Cara seperti ini menurut saya cukup “masuk akal” (tolong di tanggapi dengan santai saja maksud kata-kata “masuk akal” ini). Begini, posting yang masih relatif baru, akan dengan dengan sendirinya muncul di halaman pertama. Otomatis, juga akan lebih mudah untuk melakukan pemantauan komentar, karena toh muncul di halaman awal. Maka dengan moderasi justru akan merepotkan kita sendiri. Tapi untuk posting lama, ya, itu perlu, karena posting ini akan “tersembunyi” dibalik halaman utama, dan memerlukan perhatian lebih. Saya kira ini adalah jawaban yang “terbaik” untuk bermacam keluhan (setidaknya sampai saat ini).


Dari Dashboard > Layout > Setting > Comments, kawan-kawan akan menemui form berikut


Moderasi Komentar Blogger


Saya tidak tahu, apakah angka “14 hari” ini tepat atau tidak, hanya saja angka ini muncul sebagai standard atau default dari blogger. Kurang atau lebihnya silahkan kawan-kawan tentukan sendiri. Terakhir, Save Setting. Saya ucapkan selamat dan terimakasih atas sedikit “kesopanan” yang bisa kita berikan. Selamat mencoba, bagi kawan-kawan yang ingin mencoba.



#PS : Meski begitu, saya tetap keukeuh untuk mengatakan,...


“Blogger (or Google)… Please… Give us Akismet or something like that”


[+/-] Selengkapnya...

Efisiensi Sudut Ruang Blog di Blogspot


Tak perlulah dijelaskan lagi sebabnya pemilihan judul aneh diatas, postingan yang lalu sudah sempat saya ungkapkan sebabnya. Tapi jika ingin jelas, yang pasti kali ini kita akan berbicara tentang TabView Widget. Salam hormat setinggi-tingginya kali ini untuk Kang Agus Ramadhani (O-om) dengan TabView Widget buatan beliau, yang secara tidak langsung juga memacu keinginan saya untuk menulis ini. Untuk itu, sebelum "menggunakan" TabView Widget disini, tidak bosan bagi saya untuk menyarankan kawan-kawan untuk lebih dulu mencoba Widget dari O-om. (Again and again) Buatlah Blog saya ini menjadi Prioritas terakhir.

TabView Widget ini adalah buah dari salah satu library JavaScript, bernama jQuery, yang sekarang kemudian teradaptasi menjadi jQuery UI. Banyak yang bisa dilakukan dengan jQuery ini. Salah satunya adalah untuk membuat TabView Widget. Untuk yang belum mengerti apa itu "TabView Widget", bisa melihat hasil karya O-OM, atau Hoctro atau bisa melihat di hasil akhir nanti dibawah. Memang jalur yang ditempuh bisa bermacam-macam. Untuk jQuery seperti ini mulanya adalah ide Klaus Hartl, yang sekarang termasuk bagian dari jQuery UI project. Sebenarnya kita bisa saja meng-aplikasikan langsung dari situsnya (saya juga merekomendasikan). Hanya saja, saya khawatir Blog kita akan terlalu berat, mengingat effect yang dihasilkannya juga cukup beragam. Sehingga harus saya lakukan "pemadatan", dan sedikit modifikasi supaya lebih mudah kita pergunakan. Semoga TabView Widget ini dapat diterima dan ikut menghiasi kreasi kita. Tapi sekali lagi saya ingatkan "Selalu dahulukan efisiensi, daripada penampilan. Penggunaan javascript yang terlalu berlebihan, PASTI membuat blog kita semakin berat. Jangan buru-buru dipraktekkan, pertimbangkan dulu baik buruknya".

Sebelumnya harap bersiap-siap, pembicaraan kita kali ini akan sangat panjang.

Langkah ke-nol. Download file-file berikut, simpan, lalu upload ke server kawan-kawan :
Tenang, tidak perlu risau, file-file ini kecil ukurannya. File-file diatas, sebenarnya bisa saja langsung digunakan (saya mempersilahkan), hanya saja saya merekomendasikan agar kawan-kawan menggunakan server sendiri supaya (nantinya) tidak overload, karena dipakai bersamaan. Saran saya, gunakan Googlepages, yang menyediakan space untuk menyimpan file. Relatif lebih mudah bagi kita pengguna blogger, karena (seperti sudah pernah saya bilang) Googlepages, menggunakan Google ID juga, yang tentunya sudah dimiliki kawan-kawan pengguna Blogspot. Tapi sebagai contoh saya menggunakan alamat ini, jika kawan-kawan sudah meng-upload file tersebut, silahkan ganti URL-nya dengan alamat kawan-kawan sendiri (ingat, tempatkan di folder yang sama).

Yup, here there are...
  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard, Klik Layout > Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates". BACKUP templates kawan-kawan, lalu cari kode </head> dan letakkan kode dibawah ini diatasnya/sebelumnya :
    ”<!-- script tabview --><link href='http://eosscript.googlepages.com/ui.tabs.css' rel='stylesheet' type='text/css'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/jquery-1.2.6.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/ui.core.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/ui.tabs.js' type='text/javascript'/>
    <script type='text/javascript'>
    $(function() {
    $('#container-1 > ul').tabs({ event: 'mouseover' });
    $('#container-2 > ul').tabs({ fx: { opacity: 'toggle' } });
    $('#rotate > ul').tabs({ fx: { opacity: 'toggle' } }).tabs('rotate', 2000);
    });</script>
    <!-- script tabview ends -->

    (yang saya tandai warna merah itu, bisa diubah sesuai tempat kawan-kawan menyimpan file-file tersebut)
    Kemudian "save template". (jika gagal, ulang lagi dengan lebih hati-hati)

  2. Script sudah, sekarang tinggal memasukkan widget-nya itu itu sendiri. Klik Layout > Page Element lalu Add Page Element di tempat kawan-kawan ingin menempatkan widget ini. Biasanya sidebar lebih cocok. Pilih HTML/JavaScript kemudian Add To Blog. Di jendela pop-up HTML ini, masukkan salah satu dari tiga kode berikut :

    Kode A (Mouse Hover Trigger) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="container-1">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-1"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-2"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-3"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-1">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-2">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-3">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr></table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>

    Kode B (Fade Effect) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="container-2">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-4"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-5"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-6"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-4">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-5">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-6">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr></table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>


    Kode C (Auto-Rotate) :
    ”<table border="0" width="100%" cellspacing="0" cellpadding="4" bgcolor="#eaeaea"><tr><td>
    <div id="rotate">
    <ul>
    <li><a href="#fragment-7"><span>Satu</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-8"><span>Dua</span></a></li>
    <li><a href="#fragment-9"><span>Tiga</span></a></li>
    </ul>
    <div id="fragment-7">Isi Tab Satu</div>
    <div id="fragment-8">Isi Tab Dua</div>
    <div id="fragment-9">Isi Tab Tiga</div>
    </div>
    </td></tr>
    </table>
    <a style="font-size:11px" href="http://eosmate.blogspot.com/2008/07/efisiensi-sudut-ruang-blog-di-blogspot.html">[Blognya firdaus]</a><a style="font-size:11px" href="http://www.stilbuero.de/">[jQuery | Klaus Hartl]</a>

    Setelah itu, lalu Save.

  3. Nikmati hasilnya. Proses belajar tidak pernah sia-sia kawan. Tidak percaya? Lihat hasilnya di bawah ini

{live-preview sudah dipindah}

(Preview disini hanya sementara, dan akan dihapus. Jika kawan-kawan sudah tidak mendapati contoh TabView disini atau tampilan yang tidak sesuai, silahkan lihat di sini, lalu lihat source halaman tersebut)

Fyuhh. Apakah sudah selesai? Bisa sudah bisa belum. Yang sekarang harus kita lakukan adalah mengisinya (mengubah Judul dan isi tab). Yang perlu kawan-kawan lakukan hanya mengubah Judul Tab (Satu, Dua, atau Tiga) dan Isi Tab (Isi Tab Satu, Isi Tab Dua, atau Isi Tab Tiga) pada masing-masing kode A, B maupun C.

Untuk Isi Tab, itu semua terserah kawan-kawan bisa diisi dengan apa saja. Gambar, Blogroll, atau sekedar teks. Tampilan bisa diubah, terutama bagi kawan-kawan yang mengerti css. Itulah sebabnya, ada baiknya file diatas tadi di download kawan-kawan sendiri, sehingga memungkinkan untuk melakukan modifikasi lebih luas. Jika gagal (sekali lagi) jangan panik. Lakukan restore template dengan backup-an kawan-kawan lalu mulai lagi dari awal, dan lebih berhati-hati.

Terimakasih sudah sudi meluangkan waktu sampai di ujung akhir tulisan ini. Saya mohon untuk memberi applause bagi O-OM dan Klaus. Selamat mencoba (bagi yang ingin mencoba).

#PS:
  • Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya MEMPERBOLEHKAN kawan-kawan untuk menghapus Link credit untuk Saya dan Klaus di bawah TabView Widget Ini. Hal ini adalah wujud komitment saya untuk tidak membuat "Hak Karya Cipta" milik saya. Kode diatas, diperbolehkan untuk diubah oleh kawan-kawan, termasuk Link Ke Blog Saya ini, juga BOLEH dihilangkan.
  • Ini sama sekali bukan kampanye untuk menghilangkan "Hak Karya Cipta". Saya berusaha tetap menghormati "Hak Karya Cipta" orang lain. Maka saya juga menghimbau kawan-kawan untuk tetap menghargai "Hak Karya Cipta" orang lain selain saya.

[+/-] Selengkapnya...

Meninggalkan Jejak Di Ujung Tulisan


Kenapa setiap judul yang saya berikan tidak pernah "tepat sasaran". Seharusnya judul posting ini adalah "Cara Membubuhkan tanda tangan di Posting Blog". Atau jika ingin ber-bahasa Inggris ria, "Post signature on Blogspot". Saya selalu melakukan ini, karena khawatir, kawan-kawan yang benar-benar sedang membutuhkan, malah harus tersangkut di Blog saya, sementara, Blog Tutor kita mungkin sudah menuliskannya jauh-jauh hari. Dan Suhu-suhu kita inilah, yang bisa langsung tepat sasaran. Jadi sekali lagi, saya sarankan untuk mencoba dulu menyambangi Blog Kang Rohman, Agus Ramadhani (O-om), Abah Iwan (Free-7), Kang Jaloe, Mas Anang, Mas Fatih atau Kang Agus Herry (edittag). Buatlah Blog saya ini menjadi Prioritas terakhir. Tapi jika sudah basah, ya sudah mandi sekalian disini :)

Kita mulai saja. Sebelumnya maaf, jika terlalu panjang penjelasannya.

Ide awalnya adalah apa yang sudah dilakukan oleh Annie (sok kenal) di bloggeruniversity.blogspot.com. Annie menulis "Blogger Beta - Post Signature". Tapi kemudian saya mencari cara lain, supaya lebih efektif (menurut saya). Tapi untuk memberi pilihan kawan-kawan, akan saya bawakan juga "cara" annie disini.

A. BlogUniversity :

Relatif lebih mudah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah BACKUP templates kawan-kawan. Jika sudah, maka buat file image/gambar tandatangan kawan-kawan, atau bisa saja menggunakan font yang berbentuk huruf tegak bersambung (latin) sehingga 'mirip' tanda tangan, bisa dengan menggunakan software pengolah gambar, misalnya yang gratis seperti GIMP (Bisa di download dari sini), atau Software berbayar macam Corel CS atau Adobe Photoshop CS. Setelah itu, Upload gambar tersebut ke file-hosting milik kawan-kawan. Saya biasa menggunakan Googlepages (tak-berbayar). Kawan-kawan yang menulis blog dengan blogspot, tentunya akan lebih mudah, karena GooglePages juga menggunakan Google ID yang sama dengan Blogger, Gmail dan layanan Google yang lain, Jadi tinggal memasukkan Password saja.
  1. Sign-In dan masuk ke Dashboard Klik Settings > Formatting > Post Template. Nah di kotak "post-templates" tersebut Isikan dengan :

    <p><image class="centered" alt="post signature" src="SIGNATURE URL" /></p>

  2. Ganti SIGNATURE URL dengan alamat image/gambar tandatangan kawan-kawan disimpan. Misalnya jika saya tuliskan alamat image saya

    <p><image class="centered" alt="post signature" src="http://firdaus.ariefatosa.googlepages.com/Signature.gif" /></p>

    Setelah di-save, maka akan muncul seperti ini (di setiap akhir tulisan kita)

    post signature

  3. Jadi, setiap kali kawan-kawan akan memulai tulisan, gambar tandatangan tadi sudah langsung muncul ke dalam kotak penulisan. Terakhir, tinggal tempatkan saja 'tandatangan' itu di bawah tulisan kawan-kawan. Selesai. :)
B. Blognya firdaus : he..he..

Saya memanfaatkan bagian 'footer' tulisan blog kita. Jadi sudah jelas ya bedanya. Kalau Annie memasang gambar di akhir 'body' tulisan, saya menempatkannya di atas 'footer' tulisan. (eta-eta keneh, Itu itu ajah, sami mawon). Hanya saja, untuk kasus templates blog saya ini akan lebih rapi bila tandatangan itu diletakkan di atas footer, bukan dibawah body (mirip tapi tetap berbeda).

  1. Setelah Sign-in dan masuk ke Dashboard, Klik Layout > Edit HTML, lalu beri tanda centang(thick) di "Expand Widget Templates". BACKUP templates kawan-kawan, lalu cari kode berikut :

    <div class='post-footer'>

  2. lalu letakkan kode ini tepat dibawahnya

    <div align='right'><p><image alt='post signature' class='centered' src='URL IMAGE'/></p></div>

  3. Nah, warna merah di kode tersebut, silahkan ganti dengan yang sesuai. URL IMAGE adalah tempat kawan-kawan menyimpan file gambar. Dan right berarti gambar yang dimunculkan akan 'rapat-kanan' seperti di blog ini. Ada 3 pilihan, kawan-kawan bisa isi dengan left, center, atau right. Silahkan pilih.

    Contohnya (pada blog ini) saya menggunakan :

    <div align='right'><p><image alt='post signature' class='centered' src='http://firdaus.ariefatosa.googlepages.com/Signature.gif'/></p></div>

    Maka akan muncul seperti yang terlihat di sebelah kanan bawah tulisan posting kali ini.

  4. Setelah itu, jangan lupa di save. :)

Jika gagal, hal pertama, jangan panik. Kembalikan templates kita dengan backup-an tadi. Ulangi dari awal, dan lebih berhati-hati. Umumnya kegagalan parsing file XML (templates gagal di save) adalah kesalahan 'kecil' kode seperti tanda koma atau tanda kutip. Jadi tetap semangat. Namanya juga belajar. Jika kawan-kawan mengerti CSS atau punya kreatifitas lain, lahan ini bisa sekaligus kita gunakan sebagai tempat gambar yang lain yang mungkin ingin kawan-kawan tampilkan pada setiap kali posting. Selamat mencoba (bagi yang ingin mencoba).

Oya.. Kata ayah saya "Malu bertanya, tidak apa-apa. Yang penting jangan sesat di jalan.".

#PS: Ini juga adalah buah dari pertanyaan Bapak Guru edisamsuri di postingan sebelum ini. Dan soal Ijin penerjemahan dari Annie bisa dilihat screenshoot-nya disini

[+/-] Selengkapnya...

Petak Umpet Isi Posting Blog di Blogspot


Jelas, saya bukan orang pertama yang menulis ini. Toh saya juga mendapatkannya dari banyak tempat yang tentu sudah kita kenal sebelumnya. Siapa tidak kenal o-om, kang rohman, mas anang, abah iwan, mas fatih dan tentu banyak lagi yang lain yang bisa-bisa penuh blog saya dengan nama guru-guru kita ini. Saran saya sebelum tulisan ini dibaca.. coba tengok dulu tulisan mereka. Saya jamin, tanpa harus kembali kesini, pasti kawan-kawan sudah berhasil. Itu sebabnya judul postingan ini saya buat "renyah" saja, supaya mereka yang terburu-buru butuh tulisan tentang ini, tidak tersangkut disini, dan malah tambah pusing membaca tulisan saya yang "puputeran" alias "mubeng-mubeng".

Sebenarnya istilah yang akan lebih familiar adalah "Cara Membuat Read more di Blogspot/Blogger". Bahasa yang salah tapi apa mau dikata, itu sudah jadi kaprah. Jadi saya juga ikut menerima. Sebenarnya kata "read more" digunakan oleh Wordpress untuk dijadikan hyperlink menuju tulisan secara utuh. Karena pada dasarnya Wordpress membagi tulisan menjadi dua bagian. Anggap "Awal saja" dan "Semuanya". Sayangnya, Blogspot tidak menyediakannya. Jadilah, guru2 kita ini berfikir keras untuk "mengakali" supaya blog kita di blogspot, bisa melakukan hal yang sama dengan wordpress.

Walhasil, muncullah jenis-jenis "readmore" yang bisa kita gunakan. Ada yang sama sekali mirip (dengan wordpress), tapi ada juga yang memanfaatkan model lain. Salah satunya yang sedang saya pergunakan. Yang ditulis di hackosphere.blogspot.com

Saya pilih jenis ini, karena pembaca akan langsung melihat keseluruhan isi posting, tanpa lagi harus me-load halaman baru. Pun, kelemahannya juga ada, yaitu.. tulisan ini tidak benar-benar dibagi dua, tapi hanya disembunyikan sementara, sampai ada yang membukanya. Dan cara ini hanya untuk yang menggunakan templates versi baru. (untuk semuasayangeko, mungkin cara ini tidak terlalu efektif untuk menyembunyikan tulisan dari saya :) )

Jika ingin jenis lain (misalnya yang serupa dengan wordpress) saya anjurkan untuk merujuk ke tulisan kang rohman.

Kita langsung saja...

Langkah Pertama :
  1. Sign in ke blogger (tentu dengan id kita sendiri :) )
  2. Klik Layout
  3. Klik Edit HTML
  4. Ada baiknya (atau malah harus) backup terlebih dahulu dengan men-download template kita, dengan meng-klik Download Full Template jangan lupa beri tanda centang Expand Widget Templates. Simpan baik-baik (Yakinlah.. itu berguna)
  5. Copy-paste kode berikut , tepat sebelum/diatas kode </head> :
    ”<!-- script readmore -->
    <script src='http://eosscript.googlepages.com/Readmore.js' type='text/javascript'></script>
    <!-- script readmore ends -->

  6. Berikutnya, coba cari kode berikut (warna biru adalah kode asli templates kita):
    ”<b:includable id='post' var='post'>
    <div class='post uncustomized-post-template' expr:id='"post-" + data:post.id'>
    <a expr:name='data:post.id'/>
    <b:if cond='data:post.title'>
    <h3 class='post-title'>
    <b:if cond='data:post.url'>
    <a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
    <b:else/>
    <data:post.title/>
    </b:if>
    </h3>
    </b:if>

    <div class='post-header-line-1'/>

    <div class='post-body'>

    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>

    <p><data:post.body/></p>

    <b:else/>
    <style>#fullpost {display:none;}</style>
    <p><data:post.body/></p>
    <span id='showlink'>
    <p><a href='javascript:void(0);' expr:onclick='"javascript:showFull(\"post-" + data:post.id + "\");"'>[+/-] Selengkapnya...</a></p>
    </span>
    <span id='hidelink' style='display:none'>
    <p><a href='javascript:void(0);' expr:onclick='"javascript:hideFull(\"post-" + data:post.id + "\");"'>[+/-] Ringkasan Saja...</a></p>
    </span>
    <script type='text/javascript'>
    checkFull("post-" + "<data:post.id/>");
    </script>
    </b:if>

    <div style='clear: both;'/> <!-- clear for photos floats -->
    </div>
    (perhatikan) setiap templates, bisa jadi berbeda-beda. Jadi tolong konsentrasi pada warna MERAHnya saja. Misalnya jika kode "post uncustomized-post-template" tidak muncul, itu tidak masalah. Yang penting adalah tambahkan saja kode warna MERAH terhadap kode asli templates anda yang berwarna hitam. Jadi tidak perlu bingung. Patokannya kode HTML yang sedang kita edit ini ada dibawah hirarki
    ”<b:includable id='post' var='post'>
  7. Kemudian SAVE TEMPLATE
Selesai..?? Belum. Sekarang kita lanjut ke Langkah Kedua :
  1. Klik menu Pengaturan atau Setting (tergantung bahasa yang digunakan)
  2. Klik menu Format/Formatting
  3. Copy-Paste kode berikut pada kolom isian Template posting/Post Template
    ”<span id="fullpost">


    </span>
  4. Klik Simpan Setting/Save Setting
Terakhir adalah Langkah Ketiga yaitu cara posting.
Jadi setiap kali akan menulis, pilih menulis di Edit HTML bukan di Compose, maka akan muncul kode :
”<span id="fullpost">


</span>

Tulisan yang ingin dimunculkan sejak awal/ringkasan, ditulis sebelum/diatas kode <span id="fullpost">. Sisa tulisan keseluruhan.. ketik setelah kode <span id="fullpost">dan sebelum </span>.

Lalu bagaimana jika postingan kita pendek saja? Ya, kita hapus saja kode :
”<span id="fullpost">


</span>

Maka tulisan akan muncul tanpa disertai kode [+/-] Selengkapnya… dan [+/-] Ringkasan Saja…. Kata-kata "selengkapnya" dan "ringkasan saja", bisa kita ganti dengan kata yang lain, dengan meng-edit kode pada Langkah Pertama Poin Ke-6. Cari saja saja kata "Selengkapnya..." dan ganti dengan yang kata lain yang kita suka. Begitu pula untuk kata "Ringkasan Saja...".


#PS:
  • Panjang sekali rupanya... tapi, begitulah sebuah proses belajar. Selamat mencoba (bagi yang belum mencoba)
  • Kejadian lucu dengan om I Ketut Riasmaja mengingatkan saya untuk harus mengoreksi script diatas, tapi sekarang semoga tidak lagi terjadi masalah. Dan supaya tidak kebakaran jenggot. Ingat, Backup itu penting.



Hak cipta gambar "abbey peeking" ada pada kmwithmissbeth.wordpress.com

[+/-] Selengkapnya...

Keamanan vs Kenyamanan (Bagian-1)*


Sekiranya kedua hal ini tidak saling bertentangan, mungkin akan saya usahakan untuk mencoba menulis diatas dua platform blog yang berbeda secara bersamaan. Baik di Blogspot (baca: blogspot.com) maupun Wordpress (baca: wordpress.com). sebagai headnote saya katakan bahwa tulisan ini sama sekali tidak menyangkut pembicaraan mengenai penulis di masing-masing platform. Sama sekali bukan usaha memancing komentar berbau provokatif apalagi permasalahan besar bangsa ini.

Wordpress dengan segala ke-elegan-annya, mampu memikat untuk terus menulis. Hanya saja, harus diakui, rumah wordpress sudah cukup penuh dijejali ide-ide manis dari blogger yang makin hari terus bertambah (saya juga salah satunya). Wordpress selalu memukau dengan .. entah apa yang bisa membuatnya seperti itu, yang pasti bagi saya, Wordpress seperti sedang menyuguhkan gaun malam yang indah untuk tulisan saya yang tidak terlalu bagus jelek ini. Tapi kemudian Struktur sistem (baca: sistematika) keamanan yang dipersiapkan oleh wordpress untuk menghadapi "angin malam" seperti yang terlalu ketat. Sehingga seperti tidak sengaja, terjadilah kemacetan arus masuk (seperti yang sering terjadi di Bandung, setiap hari sabtu tiba). Lalu lintas yang terlalu padat saat waktu puncak seolah (baca: tidak semua) laju penulisan pun ikut berhenti. Pemakaian kode tambahan (embed code) dari luar situs yang sudah dipercaya oleh Wordpress, juga dinisbikan. Sangat bisa dimengerti bila wordpress ber"perilaku" seperti ini. Seperti yang sudah pernah saya katakan pada tulisan yang lalu, bahwa ini semua juga salah kita, salah saya, salah anda, dan semua yang berada di maya. Saya persilahkan anda untuk menyangkal kata "kita" dengan "kita..., lu aja kali, gua sih engga". Tapi sebelumnya, saya anjurkan untuk online lebih dari setidaknya 1000 jam sebelum menyangkal. Percayalah, bahwa memang "kita" juga ikut bersalah. Kembali pada wordpress, itu yang mungkin bisa saya intip dari tulisan di wordpress. Segala keindahan wordpress, pernah mengganjal teman saya untuk sekedar mencoba meminta tempat untuk meletakkan buah tangannya. Tapi tetap, dengan ketatnya pagar keamanan itu, kawan saya pun akhirnya mundur dari menggempur. Walaupun tetap saja, sebagai sebuah pelajaran saya memaksa diri saya untuk setuju dengan sistem seperti itu.

Blogspot juga salah satu rel lain yang ikut memuluskan kereta tulisan kawan-kawan, Tidak sedikit dan tidak kalah banyak dari "pendukung" wordpress. Modal besar Google (-kawan2 sering menyebutnya dengan sebutan "mbah"), petuah-petuah bijaknya, menjadikan blogspot tiba-tiba dewasa begitu saja. Dibelakang pagar blogspot, juga berdiri kastil besar Google yang siap menjadi benteng kedua. Semua kebutuhan tamu blogspot, dijamu dengan dukungan penuh Google dari layanan e-mail sampai dengan analisis situs. Semua terhidang manis. Tapi jangan lupa, Blogspot kesulitan menyaring "angin malam" yang tiba-tiba kedinginannya mampu menusuk tulang bahkan jantung bila perlu. Oleh saya hanya beberapa, tapi oleh webmaster sesungguhnya, lebih dari sekali Blogspot kecolongan. Google-pun ikut disalahkan. Tapi dibalik lubang-lubang jeram tadi adalah juga wujud kebebasan blogger di blogspot yang ingin memasukkan apa saja didalam tulisannya. Seakan blogspot bilang "masukkan apa yang kau mau, biar kami urus sisanya". walaupun, tidak sepenuhnya juga benar-benar di"urus". Sisa-sisa remahan roti yang kita makan sendiri adalah tanggung kita sendiri pula. Logis, dan harus diterima, meskipun tidak logis tidak selalu harus ditolak. Ke-elegan-an blogspot, hanya terletak pada tulisan, dan bagaimana blogger memberi pakaian untuk tulisannya sendiri. Blogspot punya kadar toleransi yang cukup tinggi. Jadi jelas, semuanya terserah kita.

Keluar dari semua itu, kita (setidaknya saya) harus tetap mengakui bahwa baik blogspot atau wordpress sama-sama menyediakan tempat bagi kita yang ingin menulis diatas kertas maya, dan kita hanya punya satu modal, yaitu keinginan itu sendiri (selain waktu tentunya). Jika ada yang memasukkan biaya akses, maka itu bukan wilayah kerja mereka. Untuk yang suka mencemooh, silahkan cemooh pihak lain.

Pilihan tetap pilihan. Ambil atau tinggalkan. Itu saja. (walau jelas, pilihan tidak pernah mudah).


#PS :

[+/-] Selengkapnya...

 
Terima Kasih Dunia Atas Segala Inspirasi dan Warna Suara . DuaRibuDuaBelas. MMXII . Firdaus™
Subscribe with Bloglines Blog