
Acara yang memakan waktu hampir seharian ini kembali merangkul peserta workshop yaitu beberapa punggawa blogger otomotif dan AHJ sebagai asosiasi yang menaungi klub-klub motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang. AHJ sendiri diwakili beberapa klub semisal CBR250R Club (Honda CBR 250R) dan DeNyut RC (Honda New Tiger Revolution Cruiser).
Jika biasanya, suatu promosi produk umumnya mengedepankan kepuasan pengguna dengan uji coba pemakaian (Test Ride) habis-habisan, maka apa yang dilakukan PT. AHM melalui AHTC adalah sesuatu yang patut diacungi jempol karena AHM bahkan rela menggelar acara selevel bedah mesin yang saat ini baru berani dilakukan oleh satu pabrikan motor ini. Seperti halnya pada ulasan yang telah lalu mengenai Honda PCX-125, beberapa instruktur AHTC -yang juga merupakan instruktur resmi dari hampir semua mekanik bengkel resmi Honda (AHASS) di seluruh indonesia ini, habis-habisan menerangkan fitur-fitur yang menjadi andalan Honda CBR-250R ini.

» PGM-FI (Programmed Fuel Injection)

Sistem injeksi yang berembel-embel PGM "Programmed" pada produk-produk mutakhir PT. AHM memang mematok titik efisiensi pasokan bahan bakar yang dikontrol penuh secara elektronik oleh berbagai sensor yang terintegrasi dengan Electronic Control Module (ECM) pada sistem tersebut. Mudahnya, salah satu keunggulannya (atau mungkin kelemahan bagi yang lainnya) adalah tidak lagi diperlukannya pengaturan/setting racikan udara dan bahan bakar yang biasanya pada sistem karburator mesti dilakukan terutama di pagi hari untuk mencapai kondisi idle (langsam).
Dari beberapa artikel yang saya dapatkan dari kawan blogger lain (terutama yang sering menulis ulasan dunia otomotif seperti Bro Stephen Langitan atau Bro Taufik), hasil uji dyno-test yang juga sesuai dengan lansiran resmi PT. AHM menunjukkan bahwa dibanding kompetitornya, CBR-250R unggul di Torsi dan putaran bawah-menengah. Angka 22.9 Nm pada 7000 RPM menunjukkan bahwa performa putaran rendah CBR-250R akan cukup mudah teraih dibanding nilai 20 Nm pada 9500 RPM oleh Kawasaki Ninja 250R. Tapi untuk perfomance, Top-Speed, terlihat bahwa putaran atas Ninja menunjukkan angka diatas kertas yang lebih baik yaitu 23.4 kW/11000 RPM mengungguli 18.7 kW/8500 RPM milik CBR-250R [perbedaan angka pada gambar dikarenakan perbedaan satuan yang digunakan]. Tentu saja ini tidak terlepas dari peran sistem injeksi yang lebih mengejar aspek efisiensi.
» C-ABS (Combined Anti-Lock Brake System)

Salah satu hal yang harus dipahami adalah bahwa sistem ABS tidak menambah kadar ke-pakem-an pengereman. Artinya pada keadaan normal, jarak henti sepeda motor dengan atau tanpa sistem ini adalah sama. Lalu dimana bedanya?. Sebagai ilustrasi seperti halnya pada mobil, sistem ABS akan "melarang" roda untuk terkunci yang hasilnya akan menyebabkan laju kendaraan menjadi liar dan sulit dikendalikan. Hal ini dimungkinkan karena pada sistem ini akan mensimulasikan rerata kejutan rem sebanyak 50 kali per detik. Ini berarti bahwa sensor pada sistem ini akan segera melepaskan kompresi kaliper, apabila roda terdeteksi dalam keadaan terkunci.
Bilamana hal ini terjadi?. Mungkin diantara kita pernah menghadapi situasi darurat, dimana secara spontan kita sebagai pengendara akan melakukan pengereman mendadak. Disaat seperti ini, akan dimungkinkan roda akan mengunci dan ban akan kehilangan gaya geseknya dengan aspal. Pada mobil, kasus ini akan menyebabkan mobil melaju lurus tanpa bisa dikendalikan untuk berbelok kiri atau kanan. Sedangkan pada sepeda motor, kejadian ini pelak akan menyebabkan motor oleng dan lebih parah lagi, jatuh.
Video diatas setidaknya mewakili perbedaan sistem pengereman dengan atau tanpa ABS pada sepeda motor. Kondisi pengereman mendadak pada sepeda motor tanpa sistem ABS akan menyebabkan motor 'melintir' akibat terkuncinya roda sedangkan jalanan dalam kondisi kurang traksi (misal jalanan basah setelah hujan, atau berpasir). Sistem Combined-ABS yang diterapkan pada Honda CBR-250R mempunyai fungsi sama, yaitu keselamatan. Kata "Combined" menunjukkan bahwa sistem pengereman ganda yang membagi beban ke dua roda sekaligus adalah kombinasi yang tepat oleh Honda untuk semakin mengurangi resiko kecelakaan (Seperti telah ter-aplikasi pada Honda PCX dan Honda Vario CBS). Nilai yang sangat berharga untuk keselamatan berkendara untuk mengurangi (bukan menghilangkan sama sekali) resiko berkendara roda dua.
» Pricing Strategy
Mungkin terakhir yang paling menjadi menjadi bahan pertimbangan adalah soal harga :). Sebenarnya pada acara ini tidak secara eksklusif dipaparkan mengenai harga jual. Namun saya masukkan dalam kategori yang terbilang penting, karena menyangkut daya beli karena toh sebenarnya PT. AHM sudah merilis secara resmi harga OTR produk ini untuk wilayah jakarta. Cukup menarik ketika Honda melepas dua varian sekaligus. Yaitu CBR-250R Non-ABS dan varian ber-ABS. Mengapa menarik, karena bila disejajarkan nilai jual kompetitornya, maka angka 39,5 juta Rupiah untuk versi Non-ABS adalah harga yang sangat menarik perhatian konsumen. Sedangkan kisaran 46,5 juta Rupiah untuk versi ABS rasanya juga tetap merupakan angka yang cukup tepat untuk mencuri hati konsumen jika (lagi-lagi) harus dibandingkan dengan saingan sekelasnya.
Jadi, pilihan tetap milik konsumen. Bagi saya, acara ini cukup bisa dijadikan contoh untuk pihak lain yang semestinya juga sering mengadakan acara semacam ini. Setidaknya bukankah ketika kecil dulu kita sering diajarkan untuk tidak membeli "kucing dalam karung". :)

Ditulis sebagai pengingat untuk saya, dan yang menginginkan.
PS: #sumber dyno-test didapatkan dari motorcycle-usa.com


Sharing & Workshop Honda CBR-250R : AHM, Blogger & AHJ


Secara umum, memang PCX-125 sarat fitur teknologi baru yang sudah dijejalkan R&D Honda Jepang. Setidaknya ada lima fitur utama yang AHM unggulkan dari sepeda motor tersebut, Idling Stop System, Alternator Starter, Anti-Theft Alarm, Combi-Brake System dan PGM-FI. Dari kelimanya, sejauh pengetahuan saya terdapat dua fitur yang belum pernah dicicipi kendaraan lain yaitu Idling Stop System dan Alternator Starter. Secara sederhana, Idling Stop System yang disematkan ke PCX-125 ini akan membuat motor ini menon-aktifkan mesin saat mesin Idle (tidak bergerak) lebih dari 3 detik namun akan seketika kembali hidup jika Throttle (Gas) dibuka. Tentu saja hal sesederhana ini akan cukup mengurangi konsumsi bahan bakar saat mesin tidak digunakan menggerakkan roda. Ya kelihatannya sederhana dan malah merepotkan, namun sesungguhnya tidak sesederhana itu juga. Masih ada beberapa parameter yang harus dipenuhi untuk mengaktifkan fitur ini, misalnya suhu mesin harus telah mencapai 60 derajat. Karena jika tidak, tentu kawan-kawan akan bertanya-tanya “Kalau begitu, saat mesin dihidupkan pagi hari untuk dipanaskan, nanti mesinnya mati sendiri dong?”. Atau bahkan sampai soal kerja mesin yang bisa jadi terlalu berat ketika dia harus hidup-mati-hidup sesering itu. Jawabannya ada pada fitur berikutnya, yang saya sebut cukup menarik dan menunjang sistem Idling Stop tersebut yaitu Alternator Starter.
Sistem starter elektrik di motor umumnya menggunakan magnet permanen untuk memutar dinamo starter dan dengan bantuan tuas untuk “memperpanjang” gaya gerak yang dimiliki ke shaft, yang pada prinsipnya masih sama saja dengan sistem engkol (-ini yang kemudian sering menyebabkan suara hentakan ketika starter elektrik dihidupkan). Pada Alternator Starter, keseluruhan keuntungan mekanis oleh tuas atau dinamo starter diambil alih sepenuhnya oleh arus listrik saja. Arus listrik ini digunakan untuk menghasilkan medan magnet yang cukup kuat (-sehingga jika kita ingat pelajaran fisika di sekolah dulu, adanya arus listrik dan medan magnet akan menyebabkan GAYA LORENTZ) untuk menghasilkan torsi yang sedemikian besar untuk memutar flywheel dan seterusnya sampai menggerakkan poros engkol mesin (crankshaft atau bahasa bengkel yang sering kita dengar kruk-as). Lalu apa efeknya?, ya tentu saja hentakan yang biasa kita dengar saat menghidupkan mesin tidak akan lagi ada. Ketika tombol starter kita tekan, tidak lama “tiba-tiba” mesin sudah hidup. Dan ketika mesin sudah hidup, maka sistem ini akan berganti fungsi sebagai alternator AC-DC layaknya di kendaraan lain sebagai penghasil arus listrik untuk menghidupi berbagai perangkat kelistrikan diseluruh badan motor. Uhm.. quiet interesting bahkan untuk jenis kendaraan roda-4 pun belum ada yang mengadopsi sistem ini (-selain juga alasan bahwa piston yang menjadi beban untuk dihidupkan di mobil tentunya ada lebih dari satu, yang pastinya butuh kerja keras dari Bapak Lorentz itu tadi :D ).
Tentu saja apa yang telah dibahas tersebut membutuhkan satu ‘ruang komando’, atau setidaknya satu ‘operator kendali’ untuk melakukan semuanya dari mulai sinkronisasi data mesin ke panel instrumen sampai dengan urusan pengaturan pasokan bahan bakar. "Otak" inilah yang di Honda PCX-125 disebut dengan ECM (Electronic Control Module). Mungkin ini yang sedikit mengganggu beberapa kawan-kawan di Workshop ini karena peletakan ECM –yang sedemikian penting fungsinya, di bagian depan tangki bahan bakar dan agak terekspose dari cipratan air. Terlebih untuk mereka yang sudah terbiasa dengan kebiasaan banjir di Jakarta, karena musuhnya bukan lagi ‘cipratan’ tapi bahkan ‘genangan’. Tapi setidaknya, patokan ketinggian yang instruktur AHM jelaskan bahwa sampai kedalaman 30cm masih aman sedikit mengobati. Lagi pula, diluar nilai obyektifitas saya pribadi, sebenarnya yang harus diatasi adalah menghilangkan banjir di jakarta, bukan mengakali banjir dengan menyelamatkan diri (atau bahkan menyelamatkan ECM motor). Ya, kan.. Mr. Governoor. :P



Dan jika harus menjawab apa 'pemicu' publikasi ini, maka jawabnya adalah kekurangpahaman saya pada suatu hari atas 'status' seseorang di facebok.com, yaitu "MOZILLA FIREF**K !!". Kita semua tahu bahwa dua tanda bintang tersebut mewakilkan kata "MOZILLA FIREFUCK !!" dengan sedikit sensor. Sasarannya sudah barang tentu Browser keluaran Mozilla yaitu Firefox. Lalu, apa yang salah dari Foxy sampai harus diacungi jari tengah seperti ini?. Foxy, (seperti kita tahu) free, open, bahkan faster than all other FUCKING browsers :p (sorry, it's a blog, so i don't need to censor it, right?!). Nah, jadi... ini berarti murni karena saya yang terlalu bodoh saja.
Mungkin harus terlebih dulu diingatkan, bahwa kegelisahan (pribadi) ini, tidak ada hubungannya dengan peristiwa Manohara di kerajaan Kelantan Malaysia sana. Walaupun secara pribadi, dengan tidak mencampur adukkan masalah yang tidak saya ketahui, tetap saya ikut prihatin untuk mereka yang merasa kehilangan. Berhubung secara pribadi saya tidak pernah mengenalnya, bahkan lewat mimpi sekalipun, maka siaran infotainment di televisi beberapa minggu yang lalu hanya membuat saya merasa terganggu. Bagaimana tidak?, waktu siar yang seharusnya bisa digunakan untuk memberitakan musibah bencana alam dengan ratusan bahkan ribuan korban di dekat kita harus terpotong dengan berita (musibah bencana 'alam') dengan korban 1 orang. betapa?..
Jika saja Makhluk Luar Angkasa (Yang sering di'muncul'kan berwarna hijau itu) benar-benar ada, saya adalah orang pertama, jika diijinkan oleh pihak intelejen tentunya, yang akan menghadapinya dan berkata "
Contoh sederhana, sudah didepan mata saya dan kawan-kawan. Bagaimana bisa kotak navigasi (navbar) bawaan blogger yang sebelumnya saya hilangkan justru sekarang saya buat sendiri. Tentunya dengan 'Dunia' ini sebagai inspirasinya. Layanan yang sedang 'rame-ramenya'
Eits.. Bicara Apple, Sesuatu harus saya sampaikan pada Pemilik Hak Paten Logo Apple yang telah dengan semena-mena saya gunakan untuk signature baru saya. Jika (yang berwenang terhadap ini) mengerti Bahasa Indonesia, saya akan sampaikan "Terima kasih telah membuat logo Apple ini mirip dengan huruf '
Lihat bagaimana
Belum lagi begitu "indah"nya perubahan yang terjadi hanya dengan mengubah sedikit kode CSS (style) dari tatanan halaman HTML. Tidak ada yang berubah dari widget "sidebox" (saya menyebutnya dengan sidebox) selain sebagian kecil script CSS-nya. Tapi perubahan yang mata kita terima (mata saya terutama :P ) begitu 'menggiurkan'. Saya baru mengerti kenapa warna merah muda (pink) selalu diidentikkan dengan ke-perempuanan (feminin). Tapi tidak perlu saya 'umbar' disini. Cukup tersirat saja jika kawan-kawan mengerti. Yang pasti sebelum perubahan ini, jujur saja tangan saya tidak terlalu segembira ini untuk 'menyentuh' (tombol) navigasi di kotak ini. Komentar Tentang sulitnya navigasi menuju tulisan-tulisan lain di blog ini yang pernah mas Nias sampaikan cukup membangkitkan semangat saya untuk segera berbenah. Untuk itulah saya sediakan "Content List" di SideBox ini, dengan harapan 'sedikit' menyerupai "Daftar Isi" Sekaligus "Arsip Blog".
Tapi mungkin ini yang paling penting dan 'menggemaskan'. Munculnya satu kolom baru di sidebar paling kanan saya yang bernada 'minta-minta', berkedok 'donasi' ala kadarnya. Semoga kawan-kawan tidak terlalu sakit hati, walaupun sakit hati juga tidak pernah dilarang (Bedakan dengan "Penyakit Hati"). Kotak sialan itu muncul akibat
Terlebih, jika kawan-kawan 'dihantui' seseorang yang tertawa puas seperti ini. Sedang nikmat terbawa semilir angin CSS, tiba-tiba kerusuhan itu terjadi. Meski tidak berlangsung lama (Untuk 
Barack Hussein Obama, mungkin sekali –seperti menggugah sisi emosial kebangsaan kita. Bagaimanapun perasaan ‘dekat’ dengan kita (Indonesia) adalah sebuah kewajaran. Akan tetapi akan sangat berlebihan jika perasaan ‘dekat’ itu kemudian meledak-ledak dan sedikit demi sedikit melepaskan kulit kebesaran bangsa itu sendiri. Mungkin jika kawan-kawan masih ingat apa yang ada pada 
Michael Corleone : "Keep your friends close, but your enemies closer". 
Pertanyaan yang muncul dari saya pribadi. Kenapa harus memperingati? Kenapa harus seniman? dan kenapa pelukis (lagi)? Mungkin memang Google tertarik dengan Lukisan? Entah dari lukisan yang mana Google men'comot' lukisan Marc. Hanya saja ada sebuah lukisan beliau yang diabadikan pada selembar stained-glass yang kemudian di'pajang' di Markas PBB di New York (nun jauh disana) yang mencuri perhatian saya. Bagian lukisan tersebut menggantikan huruf "G" klasik milik Google yang biasanya menghiasi halaman depan Google.co.id Di browser saya. Sebagai informasi saja, saya menggunakan FOX3 (Moxilla Firefox 3) yang baru saja memecahkan rekor dunia Guinness itu. Dibawah inilah, karya beliau yang saya maksudkan.






My name is 